Orang benar binasa tanpa disadari
Yesaya 57:1-13
Israel Tidak Mengikut Allah
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Kematian diam-diam orang benar
Yesaya mengamati bahwa orang benar mati dan tidak ada yang memperhatikan atau peduli. Padahal kematian itu justru melindungi mereka dari kejahatan yang akan datang.
Di mana
Yerusalem
Di lingkungan istana/rumah, saat pelayanan nabi
Kapan
~700 SM
Periode kerajaan Yehuda
Yang berbicara
Yesaya
Nabi besar, ~700 SM, aktif di Yehuda
Kepada
Umat Yehuda
Orang-orang yang hidup dalam kemurtadan
Arti tiap ayat
Penjelasan Yesaya 57:1-13 Ayat per Ayat
Yesaya 57:1
Ayat ini menunjukkan bahwa ketika orang benar meninggal, sering kali tidak ada yang memperhatikannya atau memahami bahwa kematiannya adalah cara Tuhan melindungi dia dari kejahatan yang akan datang. Ini mengingatkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:2
Ayat ini menggambarkan bahwa orang benar yang meninggal akan masuk ke dalam damai sejahtera dan beristirahat. Ini adalah janji bahwa bagi mereka yang hidup dengan jujur dan lurus, kematian bukanlah akhir yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:3
Tuhan memanggil orang-orang yang memberontak kepada-Nya, yang disebut sebagai 'anak-anak peramal' dan 'keturunan pezina dan pelacur'. Ini adalah metafora untuk mereka yang telah menyimpang dari Tuhan dan terlibat dalam…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:4
Ayat ini menegur para pemberontak yang mengejek dan mencemooh umat Tuhan dengan perkataan dan sikap mereka. Mereka disebut sebagai 'anak-anak pemberontak' dan 'keturunan pendusta', menunjukkan bahwa perilaku mereka…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:5
Gambaran ini menunjukkan dosa penyembahan berhala yang penuh hawa nafsu, dilakukan di bawah pohon-pohon dan lembah-lembah, bahkan sampai mengorbankan anak-anak. Ini adalah kecaman terhadap praktik-praktik penyembahan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:6
Tuhan menyatakan bahwa berhala-berhala yang mereka sembah di lembah itulah yang menjadi bagian mereka, dan Dia tidak akan senang dengan persembahan mereka. Ini menegaskan bahwa penyembahan palsu tidak akan diterima…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:7
Ayat ini menggambarkan orang Israel yang memilih menyembah dewa-dewa asing di tempat-tempat tinggi, yang seharusnya menjadi tempat penyembahan kepada Tuhan. Mereka bahkan menyediakan 'tempat tidur' untuk melakukan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:8
Ayat ini mengecam orang yang memasang berhala di pintu rumah mereka dan melakukan praktik penyembahan berhala dengan kontrak atau perjanjian dengan ilah-ilah lain, bahkan sampai melihat ketelanjangan mereka. Ini adalah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:9
Ayat ini menyinggung praktik diplomasi dan upaya mencari bantuan dari kekuatan asing, bahkan sampai ke dunia orang mati, yang dilambangkan dengan 'tempat yang sangat jauh'. Ini menggambarkan betapa sia-sianya usaha…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:10
Ayat ini menggambarkan usaha manusia yang sia-sia untuk mencari kebahagiaan dan kepuasan di luar Tuhan. Meskipun lelah, mereka terus berusaha dan mendapat kekuatan baru, tetapi tidak pernah merasa puas dan tidak mau…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:11
Ayat ini menunjukkan bahwa ketakutan manusia kepada hal-hal lain lebih besar daripada rasa takut kepada Tuhan, sehingga mereka berbohong dan tidak mengingat Tuhan. Tuhan berdiam diri seolah-olah tidak peduli, tetapi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:12
Ayat ini menyatakan bahwa segala kebaikan dan perbuatan manusia yang dilakukan tanpa Tuhan tidak akan bermanfaat. Tuhan akan membuktikan bahwa kesalehan diri tidak bisa menyelamatkan, hanya iman kepada-Nya yang bermakna.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 57:13
Ayat ini menegaskan bahwa berhala tidak bisa menyelamatkan. Saat kita berseru meminta pertolongan, berhala-berhala itu akan diterbangkan angin seperti debu. Sebaliknya, orang yang berlindung kepada Tuhan akan mewarisi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →