Utusan Asyur tiba di Yerusalem
2 Raja-raja 18:17-37
Raja Asyur Mengutus Orang ke Yerusalem
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Ancaman di gerbang kota
Raja Asyur mengirim tiga pejabat tinggi dengan pasukan besar untuk menuntut penyerahan Yerusalem. Mereka berdiri di dekat saluran air, tempat yang strategis untuk memotong sumber air kota.
Di mana
Yerusalem
Saluran kolam atas, dekat Padang Penatu
Kapan
~701 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Penulis 2 Raja-raja
Sejarawan istana yang mencatat peristiwa politik
Kepada
Pembaca kitab
Umat Israel yang belajar dari sejarah
Arti tiap ayat
Penjelasan 2 Raja-raja 18:17-37 Ayat per Ayat
2 Raja-raja 18:17
Raja Asyur tetap mengirim tiga perwira tinggi untuk menuntut penyerahan Yerusalem. Ini menunjukkan bahwa meskipun Hizkia sudah menyerah, musuh tidak puas dan terus menekan, menguji iman raja.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:18
Para pejabat Yehuda keluar menemui utusan Asyur, dan Rabsakih mulai berbicara dengan sombong. Ini menunjukkan bahwa musuh sering menggunakan intimidasi verbal untuk melemahkan iman umat Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:19
Rabsakih, juru bicara raja Asyur, mencoba melemahkan kepercayaan diri Hizkia. Dia meremehkan keyakinan Hizkia dan menantang dasar kepercayaannya, dengan nada mengejek, 'Keyakinan seperti apakah yang kamu miliki?' Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:20
Rabsakih mengejek bahwa perkataan Hizkia tentang nasihat dan kekuatan perang hanyalah kata-kata kosong. Dia mempertanyakan kepada siapa Hizkia percaya sehingga berani memberontak. Ini adalah taktik umum untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:21
Rabsakih memperingatkan bahwa mengandalkan Mesir seperti bersandar pada tongkat bambu yang patah, yang akan menusuk tangan. Ini adalah gambaran yang jelas bahwa bersandar pada kekuatan manusia yang tidak dapat…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:22
Rabsakih menyerang iman mereka dengan mengatakan bahwa Hizkia telah menghancurkan bukit-bukit pengurbanan dan mazbah, yang seharusnya adalah tempat ibadah. Tapi sebenarnya, Hizkia menghancurkan tempat-tempat…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:23
Rabsakih menawarkan taruhan yang mustahil: jika Hizkia bisa menyediakan penunggang untuk 2.000 kuda, raja Asyur akan memberinya kuda-kuda itu. Ini adalah ejekan yang merendahkan kemampuan Yehuda, dan juga menunjukkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:24
Rabsakih melanjutkan ejekannya: jika Yehuda tidak bisa menghadapi perwira paling lemah dari Asyur, apalagi menghadapi seluruh pasukan, terutama karena mereka mengandalkan Mesir yang tidak bisa diandalkan. Ini adalah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:25
Rabsakih, juru bicara Asyur, mengklaim bahwa TUHAN sendiri yang menyuruhnya menghancurkan Yehuda. Ini adalah propaganda untuk melemahkan iman Hizkia dan rakyat, karena TUHAN tidak pernah memerintahkan itu.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:26
Para pejabat Yehuda memohon agar Rabsakih berbicara dalam bahasa Aram, bukan bahasa Ibrani, supaya rakyat yang mendengarkan tidak mengerti dan menjadi takut. Mereka ingin menyembunyikan ancaman itu dari orang banyak.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:27
Rabsakih menolak permintaan itu dengan kasar. Ia mengatakan bahwa perkataannya juga ditujukan kepada rakyat biasa yang akan menderita kelaparan dan kehausan jika kota dikepung.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:28
Rabsakih berdiri dan berteriak dengan keras dalam bahasa Ibrani agar semua orang di tembok kota mendengar. Ia ingin menciptakan ketakutan dan memecah belah kesetiaan rakyat kepada Hizkia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:29
Rabsakih memperingatkan rakyat agar tidak membiarkan Hizkia menipu mereka. Ia meragukan kemampuan Hizkia untuk menyelamatkan mereka dari tangan raja Asyur.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:30
Rabsakih menyerang iman mereka dengan berkata bahwa Hizkia menipu mereka dengan janji bahwa TUHAN akan menyelamatkan mereka. Ia ingin meruntuhkan harapan mereka pada TUHAN.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:31
Rabsakih, jurubicara Asyur, menawarkan keselamatan dengan syarat menyerah. Ia menjanjikan kehidupan yang layak, makan dari pohon anggur dan minum dari sumur sendiri, jika mereka berdamai dengannya. Ini adalah tawaran…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:32
Rabsakih melanjutkan bujukannya, menjanjikan negeri yang subur seperti negeri mereka sendiri. Ia mencoba meyakinkan orang Yehuda bahwa kehidupan di bawah Asyur lebih baik daripada bertahan di Yerusalem yang terkepung.…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:33
Rabsakih membandingkan TUHAN dengan ilah-ilah bangsa lain. Ia menantang: pernahkah ilah bangsa lain menyelamatkan negeri mereka dari tangan raja Asyur? Ia meragukan kuasa TUHAN dengan menyamakan-Nya dengan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:34
Rabsakih menyebutkan kota-kota seperti Hamat, Arpad, Sefarwaim, Hena, dan Iwa yang ilah-ilahnya tidak mampu menyelamatkan mereka. Ia juga merendahkan Samaria yang telah jatuh ke tangan Asyur. Ini adalah upaya untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:35
Rabsakih menantang: tidak ada satu pun ilah bangsa-bangsa yang dapat melepaskan negerinya dari tangan raja Asyur. Maka ia menyimpulkan TUHAN juga tidak akan bisa melepaskan Yerusalem. Ini adalah penghinaan langsung…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:36
Rakyat tetap diam sesuai perintah raja Hizkia, tidak menjawab Rabsakih. Ini adalah kebijaksanaan karena mereka menghindari perdebatan yang sia-sia dan tidak menyerahkan kendali. Ketaatan ini menunjukkan kepercayaan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
2 Raja-raja 18:37
Ayat ini menceritakan bagaimana Elyakim, Sebna, dan Yoah, para pejabat Yehuda, datang menghadap Raja Hizkia dengan pakaian yang dikoyakkan sebagai tanda duka dan keputusasaan setelah mendengar perkataan Rabsakih, juru…
Arti lengkap, studi kata & renungan →