Tantangan Rabsakih di Tembok Yerusalem

2 Raja-raja 18:28

Hizkia Menghadapi Ancaman Asyur

PerikopRaja Asyur Mengutus Orang ke Yerusalem · 2 Raja-raja 18:17-37 →
“Lalu, Rabsakih berdiri untuk berseru dengan suara nyaring dalam bahasa Ibrani, katanya, “Dengarlah perkataan raja agung, yaitu raja Asyur!”

2 Raja-raja 18:28 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Raja-raja 18:28?

Rabsakih berdiri dan berteriak dengan keras dalam bahasa Ibrani agar semua orang di tembok kota mendengar. Ia ingin menciptakan ketakutan dan memecah belah kesetiaan rakyat kepada Hizkia.

Latar belakang

Rabsakih Berdiri dan Berseru

Rabsakih, juru bicara Asyur, berdiri dan berseru nyaring dalam bahasa Ibrani agar seluruh rakyat di tembok mendengar. Ia menantang mereka untuk mendengarkan perkataan raja Asyur, bukan perkataan Hizkia.

Di mana

Yerusalem

Di dekat saluran kolam atas, dekat tembok kota

Kapan

~701 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Sanherib menyerang Yehuda
TUHAN menyelamatkan Yerusalem
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Raja-raja

Narator Alkitab, mencatat sejarah umat Allah.

P

Kepada

Pembaca

Semua orang yang membaca kisah ini.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עָמַד

amad · berdiri

berdiri tegak, mengambil posisi untuk berbicara

קָרָא

qara · berseru

memanggil, berteriak dengan suara nyaring

גָּדוֹל

gadol · nyaring

besar, kuat, keras (suara)

Ketiga kata ini menekankan tindakan Rabsakih yang agresif dan penuh intimidasi: ia berdiri dengan tegas, berseru keras, dan memakai suara besar untuk menanamkan ketakutan.

Tahukah kamu

Bahasa Ibrani di Tembok

Rabsakih menggunakan bahasa setempat agar rakyat biasa mengerti, bukan bahasa Aram yang hanya dipahami pejabat, menunjukkan taktik psikologis untuk memecah belah.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 18:28

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 18:28

✕  Sering dikira

Rabsakih hanya berbicara kepada para pejabat, bukan rakyat.

✓  Yang sebenarnya

Ia sengaja berbicara kepada semua orang di tembok untuk melemahkan moral dan memengaruhi rakyat.

✕  Sering dikira

Ayat ini hanya pengulangan dari yang sudah terjadi.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini memulai pidato provokatif Rabsakih yang menjadi klimaks konflik.

Renungan

Renungan Singkat 2 Raja-raja 18:28

Ancaman sering datang dengan suara keras untuk menakuti kita. Jangan biarkan kata-kata negatif menggoyahkan imanmu.

Ya Tuhan, tutup telinga kami dari perkataan yang menimbulkan ketakutan, dan teguhkan iman kami kepada-Mu. Amin.