2 Raja-raja 18:22
“Akan tetapi, jika kamu berkata kepadaku, ‘Kami mengandalkan TUHAN, Allah kami,’ bukankah Dia yang bukit-bukit pengurbanan-Nya dan mazbah-mazbah-Nya telah disingkirkan oleh Hizkia dengan berkata kepada Yehuda dan Yerusalem, ‘Kamu harus menyembah di depan mazbah ini, di Yerusalem.’”2 Raja-raja 18:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan apabila kamu berkata kepadaku: Kami berharap kepada TUHAN, Allah kami, --bukankah Dia itu yang bukit-bukit pengorbanan-Nya dan mezbah-mezbah-Nya telah dijauhkan oleh Hizkia sambil berkata kepada Yehuda dan Yerusalem: Di depan mezbah yang di Yerusalem inilah kamu harus sujud menyembah!”2 Raja-raja 18:22 · TB
Terjemahan Baru
“Selanjutnya perwira Asyur itu berkata, "Atau barangkali kamu berkata bahwa kamu berharap kepada TUHAN, Allahmu? Pada waktu Hizkia memerintahkan supaya orang Yehuda dan Yerusalem hanya beribadat di depan mezbah di Yerusalem, bukankah yang dimusnahkannya itu mezbah dan tempat-tempat penyembahan kepada TUHAN sendiri?”2 Raja-raja 18:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi jika kalian berkata bahwa kalian mengandalkan TUHAN, dewamu, itu juga percuma! Hiskia sudah meruntuhkan mezbah-mezbah dan bukit-bukit tempat pemujaan dewamu itu. Dia menyuruh kalian semua beribadah hanya di mezbah yang di Yerusalem.”2 Raja-raja 18:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“But if ye say unto me, We trust in the LORD our God: is not that he, whose high places and whose altars Hezekiah hath taken away, and hath said to Judah and Jerusalem, Ye shall worship before this altar in Jerusalem?”2 Raja-raja 18:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Raja-raja 18:22?
Rabsakih menyerang iman mereka dengan mengatakan bahwa Hizkia telah menghancurkan bukit-bukit pengurbanan dan mazbah, yang seharusnya adalah tempat ibadah. Tapi sebenarnya, Hizkia menghancurkan tempat-tempat penyembahan berhala dan memfokuskan ibadah di Yerusalem. Ini menunjukkan bagaimana musuh bisa memutarbalikkan kebenaran.
Renungan
Renungan Singkat 2 Raja-raja 18:22
Ada kalanya keputusan yang benar dan berani dikritik oleh orang lain, bahkan dianggap salah. Tetaplah taat pada kehendak Tuhan, walau itu tidak populer, karena Tuhan melihat hati yang benar.
Tuhan, berikan aku keberanian untuk melakukan yang benar di mata-Mu, meskipun disalahpahami orang lain. Amin.