2 Kings · Perjanjian Lama · 25 pasal

Kitab 2 Raja-raja

Ringkasan pasal demi pasal — ketuk pasal mana pun untuk membaca teks lengkapnya dengan konteks.

  1. 1Elia dan Api dari LangitMoab, yang sebelumnya takluk kepada Israel, memanfaatkan pergantian raja untuk melepaskan diri. Ini menunjukkan kelemahan Israel setelah Ahab mati, dan menjadi awal masalah yang dihadapi Ahazia.
  2. 2Elia Terangkat ke SurgaElia dan Elisa berjalan dari Gilgal, dan Elia tahu waktunya hampir tiba untuk diangkat ke surga. Mereka memulai perjalanan yang akan menjadi perpisahan.
  3. 3Tiga Raja Menghadapi MoabYoram menjadi raja Israel di Samaria, tepat pada tahun kedelapan belas pemerintahan Yosafat, raja Yehuda. Ia memerintah selama dua belas tahun di tengah hubungan yang rumit antara Israel dan Yehuda.
  4. 4Minyak Ajaib dan Anak SunemJanda dari salah satu rombongan nabi datang kepada Elisa untuk mengadukan masalahnya: suaminya yang takut akan TUHAN sudah meninggal, dan penagih utang akan mengambil kedua anaknya sebagai budak karena tidak mampu membayar. Ini menunjukkan kepedulian sosial pada masa itu dan iman janda yang mencari pertolongan Tuhan melalui nabinya.
  5. 5Naaman Disembuhkan dan Gehazi DihukumNaaman adalah panglima tentara Aram (Siria) yang dihormati dan digunakan Tuhan untuk memberi kemenangan bagi Aram. Namun di balik kehebatannya, ia menderita kusta, penyakit yang membuatnya najis dan terancam dikucilkan.
  6. 6Kapak yang Mengambang dan Pasukan yang DibutakanPara nabi yang tinggal bersama Elisa merasa tempat mereka terlalu sempit, sehingga mereka meminta izin untuk pergi ke Sungai Yordan dan membuat tempat tinggal baru di sana.
  7. 7Kemenangan Tersembunyi di Gerbang SamariaSamaria dikepung dan kelaparan hebat, harga makanan melambung. Elisa mengumumkan bahwa besok harga tepung dan jelai akan normal di pintu gerbang. Ini adalah janji campur tangan ilahi yang tampak mustahil secara manusia.
  8. 8Elisa memperingatkan kelaparanElisa, yang sebelumnya menghidupkan anak perempuan Sunem, kini memperingatkannya tentang kelaparan hebat yang akan menimpa negeri itu selama tujuh tahun. Ia menyuruh perempuan itu beserta keluarganya untuk meninggalkan rumah dan menetap di tempat lain.
  9. 9Yehu Diurapi sebagai RajaElisa mengutus seorang nabi muda dengan misi khusus ke Ramot-Gilead. Dia harus membawa minyak dan mengurapi Yehu sebagai raja Israel, sebagai bagian dari rencana Allah untuk menghukum keluarga Ahab.
  10. 10Pembalasan atas Keluarga AhabYehu, yang baru saja diurapi menjadi raja Israel, mengirim surat ke Samaria kepada para pembesar dan pengasuh anak-anak Ahab. Surat itu berisi tantangan untuk memilih salah satu anak Ahab sebagai raja dan berperang melawannya, sebagai cara untuk menguji kesetiaan mereka.
  11. 11Kudeta dan Perlindungan yang Tak TerdugaAtalya, putri Ahab dan Izebel, melihat putranya Ahazia mati. Dia memanfaatkan situasi untuk merebut kekuasaan dengan membunuh semua ahli waris takhta, termasuk cucunya sendiri, agar dia bisa menjadi ratu.
  12. 12Perbaikan Bait Suci di Masa Raja YoasYoas menjadi raja Yehuda pada tahun ketujuh pemerintahan Yehu, raja Israel. Ia memerintah selama 40 tahun dari Yerusalem, dan ibunya berasal dari Bersyeba.
  13. 13Pertolongan TUHAN di Tengah KejatuhanYoas (raja Yehuda) memerintah tahun ke-23, dan Yoahas anak Yehu menjadi raja Israel di Samaria. Dia memerintah 17 tahun, melanjutkan dinasti Yehu yang mulai murtad.
  14. 14Amazia dan Yerobeam: Silsilah dan KonflikAyat ini mencatat awal pemerintahan Amazia atas Yehuda, terjadi pada tahun kedua pemerintahan Yoas dari Israel. Frasa ini menegaskan sinkronisme sejarah antara dua kerajaan yang saling bermusuhan, menyoroti kompleksitas hubungan mereka.
  15. 15Raja-raja Israel dan Yehuda yang Silih BergantiAzarya, putra Amazia, menjadi raja Yehuda pada tahun ke-27 pemerintahan Yerobeam II di Israel. Ini menandai awal pemerintahan yang panjang, meskipun kemudian dia terkena kusta.
  16. 16Raja Ahas dan Kemurtadan YehudaAyat ini maju cepat ke masa pemerintahan Ahas di Yehuda, dengan sinkronisasi tahun menggunakan kalender Israel utara. Ahas adalah cucu Uzia, dan ia naik takhta di tengah ancaman dari Aram dan Israel.
  17. 17Kejatuhan Samaria dan Pembuangan IsraelHosea anak Ela menjadi raja atas Israel di Samaria, menggantikan Pekah yang dibunuh. Ia memerintah sembilan tahun di tengah tekanan Asyur yang semakin kuat.
  18. 18Hizkia: Raja yang Taat di Tengah Ancaman AsyurHizkia menjadi raja pada tahun ketiga pemerintahan Hosea, raja Israel. Dia memerintah atas Yehuda dari Yerusalem, dan ini menandai awal pemerintahan yang akan membawa pembaruan rohani.
  19. 19Hizkia merendahkan diri di hadapan TuhanRaja Hizkia menerima laporan tentang penghinaan Rabsakih, perwakilan Asyur. Ia merobek pakaiannya sebagai tanda duka dan pergumulan, lalu masuk ke Bait Allah untuk mencari Tuhan.
  20. 20Doa Hizkia dan Janji KesembuhanHizkia, raja Yehuda yang setia, jatuh sakit parah dan hampir mati. Nabi Yesaya datang dengan pesan dari TUHAN: Hizkia harus mengatur urusan keluarganya karena ia tidak akan sembuh.
  21. 21Dua Raja yang Menyesatkan YehudaManasye menjadi raja Yehuda pada usia yang sangat muda, hanya dua belas tahun. Ayahnya, Hizkia, adalah raja yang saleh, tetapi Manasye justru membalikkan semua yang baik. Pemerintahannya sangat panjang, 55 tahun, dan penuh dengan dosa.
  22. 22Kitab Taurat DitemukanYosia menjadi raja Yehuda di usia yang sangat muda setelah ayahnya, Raja Amon, dibunuh. Ia memerintah 31 tahun di Yerusalem. Ibunya, Yedida, disebutkan sebagai putri Adaya dari Bozkat.
  23. 23Pembaruan Iman di Bawah Raja YosiaRaja Yosia mengutus utusan untuk mengumpulkan para tua-tua Yehuda dan Yerusalem. Ini adalah langkah awal dari pembaruan besar yang akan dilakukan setelah ditemukannya kitab Taurat.
  24. 24Awal Kejatuhan YehudaNebukadnezar, raja Babel, menyerang Yehuda dan membuat Yoyakim tunduk selama tiga tahun. Namun, Yoyakim kemudian memberontak, yang menjadi awal dari rangkaian peristiwa yang berujung pada kehancuran Yerusalem.
  25. 25Kejatuhan Yerusalem dan PembuanganNebukadnezar, raja Babel, membawa seluruh pasukannya untuk mengepung Yerusalem sebagai respons atas pemberontakan Zedekia. Mereka mendirikan tembok pengepungan (benteng kayu atau menara) di sekeliling kota untuk memutus jalur masuk dan keluar, memulai masa pengepungan yang panjang dan mengerikan.