Permintaan Berbahasa Aram

2 Raja-raja 18:26

Hizkia dan Ancaman Asyur

Lalu, Elyakim, anak Hilkia, Sebna, dan Yoah berkata kepada Rabsakih, “Silakan berbicara kepada hamba-hambamu ini dalam bahasa Aram karena kami dapat mengerti. Janganlah berbicara dengan bahasa Yehuda karena rakyat yang berada di atas tembok dapat mendengar.”

2 Raja-raja 18:26 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Raja-raja 18:26?

Para pejabat Yehuda memohon agar Rabsakih berbicara dalam bahasa Aram, bukan bahasa Ibrani, supaya rakyat yang mendengarkan tidak mengerti dan menjadi takut. Mereka ingin menyembunyikan ancaman itu dari orang banyak.

Latar belakang

Meminta Negosiasi Rahasia

Para pejabat Yehuda memohon agar Rabsakih berbicara dalam bahasa Aram, bahasa diplomasi, supaya rakyat biasa di tembok tidak mengerti dan menjadi panik. Mereka ingin menyelesaikan ini secara diplomatis.

Di mana

Yerusalem

dekat saluran kolam atas, di jalan Padang Penatu

Kapan

~701 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Rabsakih menghina TUHAN
Rabsakih berteriak lebih keras
Kamu di sini
E

Yang berbicara

Elyakim, Sebna, Yoah

pejabat tinggi Yehuda utusan Hizkia

R

Kepada

Rabsakih

utusan tinggi Asyur, orator ulung

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׂפָה

safah · bahasa

bahasa, bibir, ucapan

שָׁמַע

shama · dapat mengerti

mendengar, memahami

אָזַן

azan · mendengar

mendengar, memperhatikan

Kata 'mendengar' muncul dua kali, menekankan bahwa komunikasi itu penting. Mereka meminta Rabsakih 'mendengar' permintaan mereka, tetapi Rabsakih justru memanfaatkan pendengaran rakyat.

Tahukah kamu

Bahasa Diplomatik

Bahasa Aram adalah lingua franca Timur Dekat kuno, sedangkan bahasa Ibrani adalah bahasa sehari-hari Yehuda.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Raja-raja 18:26

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Raja-raja 18:26

✕  Sering dikira

Mereka tidak mengerti bahasa Aram.

✓  Yang sebenarnya

Justru mereka mengerti, tetapi ingin merahasiakan dari rakyat.

✕  Sering dikira

Permintaan ini menunjukkan kelemahan iman mereka.

✓  Yang sebenarnya

Ini taktik diplomatis yang cerdas untuk menjaga moral rakyat.

Renungan

Renungan Singkat 2 Raja-raja 18:26

Kadang kita ingin melindungi diri dari kebenaran yang sulit, tetapi Tuhan memanggil kita untuk menghadapi realitas dengan iman. Jangan takut, karena Tuhan menyertai.

Ya Tuhan, berani kami menghadapi kebenaran dan mempercayakan segala ketakutan kepada-Mu. Amin.