Hikmat berseru di tengah keramaian

Amsal 1:20-33

Panggilan Hikmat

20Hikmat berseru-seru di jalanan; di tempat-tempat umum, ia mengangkat suaranya. 21Di ujung-ujung keramaian, ia berseru-seru; di pintu-pintu gerbang kota, ia mengucapkan perkataannya. 22“Hai orang-orang naif, berapa lama lagi kamu menyukai kenaifanmu? Berapa lama lagi para pengejek senang dengan ejekannya, dan orang-orang bodoh benci kepada pengetahuan? 23Palingkanlah dirimu kepada teguranku. Lihatlah, aku hendak mencurahkan rohku kepadamu, dan memberitahukan semua perkataanku kepadamu. 24Sebab, aku telah memanggil, dan kamu menolak, telah mengulurkan tanganku, dan tidak ada yang memperhatikan, 25karena kamu mengabaikan semua nasihatku, dan tidak menginginkan teguranku. 26Oleh sebab itu, aku juga akan menertawakan malapetakamu; aku akan mengejek ketika ketakutan menghampirimu, 27ketika ketakutan menyerangmu seperti badai, dan kemalangan menimpamu seperti angin puyuh, ketika kesusahan dan penderitaan menimpamu. 28Pada waktu itu, mereka akan memanggilku, tetapi aku tidak akan menjawab; mereka akan mencariku dengan tekun, tetapi tidak akan mendapatkan aku. 29Sebab, mereka membenci pengetahuan, dan tidak memilih takut akan TUHAN, 30tidak menginginkan nasihatku, dan menghina semua teguranku. 31Oleh sebab itu, mereka akan memakan buah dari jalan mereka, dan dikenyangkan oleh rencana-rencana mereka sendiri. 32Sebab, orang-orang naif dibunuh oleh kesesatan mereka, dan kemakmuran orang-orang bodoh akan membinasakan mereka. 33Akan tetapi, mereka yang mendengarkan aku akan diam dengan aman dan tenteram tanpa takut terhadap malapetaka.”

Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya

Latar belakang

Hikmat di gerbang kota

Hikmat berdiri di tempat yang paling ramai dan strategis, yaitu pintu gerbang kota, tempat orang berbisnis dan berdiskusi. Ini menunjukkan bahwa hikmat relevan dengan segala aspek kehidupan publik.

Di mana

Yerusalem

Di ujung-ujung jalan dan pintu gerbang kota

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Bait Allah selesai
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Amsal (Salomo)

Raja Israel, ~40 tahun, bijaksana namun juga punya sisi gelap

O

Kepada

Orang-orang di keramaian

Warga kota di pintu gerbang dan pusat aktivitas

Arti tiap ayat

Penjelasan Amsal 1:20-33 Ayat per Ayat

Amsal 1:20

Hikmat digambarkan berseru di jalanan dan tempat umum, menunjukkan bahwa hikmat itu tersedia bagi semua orang dan tidak disembunyikan. Ia aktif mencari perhatian manusia.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:21

Hikmat berseru di tempat keramaian dan pintu gerbang kota, tempat orang berkumpul dan mengambil keputusan. Ini menekankan bahwa hikmat penting untuk kehidupan bersama dan kepemimpinan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:22

Hikmat menegur orang naif, pencemooh, dan orang bodoh karena mereka terus memilih kebodohan daripada pengetahuan. Ini menunjukkan kesia-siaan sikap keras kepala mereka.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:23

Hikmat mengundang orang untuk berbalik dari kesalahan mereka. Jika mereka mau menerima teguran, hikmat akan mencurahkan roh dan perkataan yang memberi hidup.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:24

Ayat ini menggambarkan bagaimana Allah memanggil manusia, tetapi mereka menolak. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak memaksa, tetapi menghargai kebebasan manusia untuk merespons.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:25

Ayat ini menunjukkan bahwa hikmat sudah memanggil dan menawarkan nasihat, tetapi banyak orang memilih untuk mengabaikannya. Ini adalah metafora tentang Allah atau hikmat yang berulang kali memberi kesempatan, namun…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:26

Hikmat akan menertawakan dan mengejek orang yang menolaknya ketika malapetaka datang. Ini adalah gambaran bahwa jika kita menolak hikmat, kita harus menanggung konsekuensinya sendiri, dan hikmat tidak akan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:27

Ayat ini menggambarkan ketakutan dan kemalangan yang datang seperti badai atau angin puyuh, yang menimpa orang-orang yang menolak hikmat. Ini menunjukkan bahwa konsekuensi dari kebodohan bisa datang secara tiba-tiba…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:28

Pada saat kesulitan, orang yang menolak hikmat akan mencari pertolongan, tetapi sudah terlambat. Hikmat tidak akan menjawab atau ditemukan oleh mereka yang selama ini mengabaikannya. Ini menekankan pentingnya mencari…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:29

Orang yang menolak hikmat sebenarnya membenci pengetahuan dan tidak memilih untuk takut akan TUHAN. Ini menunjukkan bahwa akar dari kehancuran adalah sikap hati yang menolak pengenalan akan Allah dan kebenaran-Nya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:30

Mereka yang menolak hikmat tidak mau menerima nasihat dan menghina teguran. Ini adalah kelanjutan dari gambaran orang yang keras kepala, yang menolak segala bentuk koreksi sehingga akhirnya menuai kehancuran.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:31

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap orang akan menuai hasil dari keputusan dan tindakan mereka sendiri. Mereka yang menolak hikmat dan memilih jalan yang salah akan mengalami konsekuensi dari pilihan mereka, baik itu…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:32

Ayat ini menjelaskan bahwa orang naif (sederhana) dan orang bodoh akan binasa karena sikap mereka sendiri: orang naif karena mudah tersesat, dan orang bodoh karena merasa aman dengan keberhasilan mereka yang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:33

Ayat ini memberikan janji bahwa mereka yang mendengarkan hikmat akan hidup aman dan tenteram, tanpa takut akan malapetaka. Ini menunjukkan bahwa hidup yang berjalan dalam hikmat Tuhan membawa keamanan dan ketenangan,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Amsal 1 selengkapnya