Hikmat Berseru di Alun-Alun
Amsal 1:22
Undangan Hikmat dan Peringatan
PerikopPanggilan Hikmat · Amsal 1:20-33 →““Hai orang-orang naif, berapa lama lagi kamu menyukai kenaifanmu? Berapa lama lagi para pengejek senang dengan ejekannya, dan orang-orang bodoh benci kepada pengetahuan?”Amsal 1:22 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“"Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?”Amsal 1:22 · TB
Terjemahan Baru
“"Hai orang-orang bebal! Sampai kapan kamu mau tetap demikian? Kapan tiba waktunya kamu berhenti meremehkan pengetahuan dan menolak pelajaran?”Amsal 1:22 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Hai orang-orang yang tidak berpengalaman, sampai kapan kalian senang tinggal dalam kebodohanmu? Hai para pengejek, sampai kapan kalian senang menghina orang? Dan orang-orang bebal, apakah kalian mau tetap menolak pengetahuan?”Amsal 1:22 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“How long, ye simple ones, will ye love simplicity? and the scorners delight in their scorning, and fools hate knowledge?”Amsal 1:22 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Amsal 1:22?
Hikmat menegur orang naif, pencemooh, dan orang bodoh karena mereka terus memilih kebodohan daripada pengetahuan. Ini menunjukkan kesia-siaan sikap keras kepala mereka.
Latar belakang
Hikmat Menegur dengan Pertanyaan
Hikmat berseru di tengah keramaian, menantang orang-orang naif yang menyukai kenaifan mereka dan pencemooh yang senang mengejek. Ia mengajukan pertanyaan retoris untuk menyadarkan mereka tentang kebodohan mereka, dan mengundang mereka untuk berbalik dari sikap mereka.
Di mana
Yerusalem (tempat penulisan)
Di jalanan dan tempat-tempat umum, dekat pintu gerbang kota
Kapan
~950 SM
Kerajaan Israel Bersatu
Yang berbicara
Hikmat
Personifikasi hikmat Tuhan, berseru di tempat umum
Kepada
Orang-orang naif, pencemooh, dan orang bodoh
Mereka yang menolak didikan dan lebih suka jalan sendiri
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פֶּתִי
peti · naif
Orang yang sederhana, mudah dibujuk, belum berpengalaman
לֵץ
lets · pencemooh
Orang yang mengejek, sombong, dan meremehkan hal-hal serius
שָׂנֵא
sane · benci
Membenci, menolak dengan permusuhan
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap hikmat bukanlah netral, tetapi aktif: kenaifan membuat orang terbuka terhadap tipuan, pencemooh mengejek kebenaran, dan orang bodoh membenci pengetahuan yang seharusnya menyelamatkan mereka.
Tahukah kamu
Kata 'naif' berarti 'terbuka'
Dalam bahasa Ibrani, 'naif' (peti) berasal dari akar kata yang berarti 'terbuka' atau 'mudah dibujuk', menggambarkan orang yang belum berpengalaman dan mudah terpengaruh.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 1:22
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Amsal 1:22
✕ Sering dikira
Ayat ini hanya untuk orang non-Kristen, bukan untuk orang percaya.
✓ Yang sebenarnya
Semua orang bisa menjadi naif atau sombong; hikmat memanggil siapa saja yang mau mendengar.
✕ Sering dikira
Hikmat marah dan menghakimi tanpa kasih.
✓ Yang sebenarnya
Pertanyaan-pertanyaan itu adalah undangan penuh belas kasihan untuk bertobat, bukan sekadar penghakiman.
Renungan
Renungan Singkat Amsal 1:22
Kita bisa menjadi naif dengan menolak nasihat dan terus melakukan hal yang merugikan. Renungkanlah apakah kamu sudah cukup terbuka untuk menerima koreksi dan belajar dari kesalahan.
Tuhan, ubahlah hatiku agar tidak lagi mencintai kebodohan, tetapi rindu untuk belajar dan bertumbuh dalam pengetahuan. Amin.