Nasihat untuk Mendengar Orang Tua

Amsal 1:8-19

Nasihat dan Peringatan

Latar belakang

Panggilan untuk Menghormati Nasihat

Salomo, sebagai ayah, memanggil anaknya untuk memperhatikan didikan dan pengajaran orang tua. Ini menekankan pentingnya menghargai warisan nilai dan pengalaman yang diberikan oleh ayah dan ibu.

Di mana

Yerusalem

Ruang keluarga di istana

Kapan

~950 SM

Kerajaan Bersatu Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penulisan awal Amsal
Amsal menjadi pedoman
Kamu di sini
S

Yang berbicara

Salomo

Raja Israel yang menulis amsal untuk anak-anaknya

A

Kepada

Anakku

Putra Salomo (kemungkinan pewaris takhta) atau pembaca muda

Arti tiap ayat

Penjelasan Amsal 1:8-19 Ayat per Ayat

Amsal 1:8

Amsal ini menekankan pentingnya mendengarkan didikan orang tua. Ayah dan ibu adalah sumber hikmat yang berharga, dan mengabaikan ajaran mereka berarti kehilangan bimbingan yang baik untuk hidup.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:9

Ayat ini menggambarkan didikan orang tua sebagai perhiasan yang indah, seperti karangan bunga dan kalung. Artinya, nasihat yang baik bukanlah beban, melainkan anugerah yang memperindah karakter dan kehidupan seseorang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:10

Ini adalah peringatan agar kita tidak mudah tergoda oleh ajakan orang-orang yang ingin berbuat jahat. Meskipun mereka membujuk dengan kata-kata manis, kita harus tegas menolak dan tidak ikut serta dalam rencana mereka.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:11

Ayat ini mengutip bujukan orang jahat yang mengajak untuk menyerang orang yang tidak bersalah. Ini menunjukkan bahwa dosa sering kali dimulai dari ajakan yang tampak menguntungkan, padahal merugikan banyak pihak,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:12

Metafora 'menelan hidup-hidup' dan 'turun ke liang kubur' menggambarkan keinginan orang jahat untuk menghancurkan orang lain sepenuhnya. Ini adalah gambaran kejahatan yang tanpa belas kasihan, dan menjadi peringatan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:13

Ayat ini mengungkapkan godaan orang berdosa: mereka menjanjikan harta berharga dan rumah penuh rampasan. Ini menunjukkan daya tarik materialisme dan bagaimana kejahatan sering kali menggoda dengan iming-iming kekayaan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:14

Ayat ini menggambarkan ajakan untuk ikut serta dalam komplotan jahat, dengan kata-kata manis seperti 'buanglah undimu' dan janji berbagi. Ini menunjukkan bagaimana tekanan kelompok dan iming-iming persekutuan bisa…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:15

Ayat ini memberi nasihat tegas: 'Jangan berjalan di jalan mereka' dan 'tahanlah langkahmu'. Ini berarti kita harus menghindari cara hidup orang fasik dan tidak mengikuti jejak mereka.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:16

Ayat ini menjelaskan alasan mengapa kita harus menghindari orang fasik: mereka selalu terburu-buru untuk berbuat jahat dan menumpahkan darah. Ini menekankan bahwa kejahatan adalah kecenderungan alami mereka, dan kita…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:17

Ayat ini menggunakan perumpamaan jaring yang dipasang di depan mata burung, yang sia-sia karena burung akan melihatnya. Ini menunjukkan bahwa orang fasik tidak menyadari bahwa jerat yang mereka pasang untuk orang lain…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:18

Ayat ini menyatakan bahwa orang yang mengadang darah orang lain sebenarnya mengadang nyawanya sendiri; mereka menghancurkan diri sendiri dengan kejahatan mereka. Ini adalah hukum tabur tuai: kejahatan akan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 1:19

Ayat ini menyimpulkan bahwa orang yang tamak akan keuntungan akan kehilangan nyawanya sendiri. Mereka yang mengejar harta dengan cara jahat pada akhirnya menghancurkan diri sendiri.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Amsal 1 selengkapnya