Persekutuan yang Berbahaya

2 Tawarikh 18:1-27

Nubuat Nabi Mikha Melawan Raja Ahab

1Ketika Yosafat sudah berlimpah kekayaan dan kehormatan, dia menjadi besan Ahab. 2Beberapa tahun kemudian, dia pergi menemui Ahab di Samaria. Ahab menyembelih banyak domba dan sapi untuk dia dan untuk rombongan yang menyertainya, dan membujuk dia untuk menyerang Ramot-Gilead. 3Ahab, raja Israel, berkata kepada Yosafat, raja Yehuda, “Maukah engkau pergi bersamaku ke Ramot Gilead?” Dia menjawab, “Aku sama sepertimu dan rakyatku seperti rakyatmu. Kami akan bersamamu dalam peperangan.” 4Lalu, Yosafat berkata kepada raja Israel, “Mari mencari petunjuk Allah terlebih dahulu.” 5Raja Israel mengumpulkan para nabi sebanyak empat ratus orang dan bertanya kepada mereka, “Haruskah kami pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau haruskah aku membatalkannya?” Mereka menjawab, “Majulah! Allah akan menyerahkannya ke dalam tangan Raja.” 6Yosafat bertanya, “Tidak ada lagikah seorang nabi TUHAN untuk meminta petunjuk melalui dia?” 7Raja Israel berkata kepada Yosafat, “Masih ada seorang lagi yang melaluinya kita dapat meminta petunjuk TUHAN. Namun, aku membencinya, sebab dia tidak pernah menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan selalu yang buruk. Dia adalah Mikha, anak Yimla.” Yosafat berkata, “Raja jangan berkata begitu.” 8Lalu, raja Israel memanggil seorang pegawai istana, dan berkata, “Jemputlah Mikha, anak Yimla, secepatnya!” 9Raja Israel dan Yosafat, raja Yehuda, masing-masing duduk di atas takhtanya dengan mengenakan pakaian kebesaran. Mereka duduk di suatu tempat pengirikan di depan pintu gerbang Samaria, sementara semua nabi bernubuat di hadapan mereka. 10Zedekia, anak Kenaana, membuat tanduk-tanduk besi bagi dirinya dan berkata, “Inilah firman TUHAN: ‘Dengan ini, kamu akan menanduk Aram sampai hancur.’” 11Semua nabi itu menubuatkan hal yang sama, dengan berkata, “Majulah ke Ramot-Gilead dan engkau akan berhasil. TUHAN akan menyerahkannya ke dalam tangan Raja.” 12Utusan yang pergi memanggil Mikha itu berkata kepadanya, “Lihat, nabi-nabi itu telah sepakat meramalkan yang baik bagi raja. Biarlah perkataanmu sama seperti perkataan salah seorang dari mereka. Katakanlah hal yang baik.” 13Mikha menjawab, “Demi TUHAN yang hidup, apa yang Allahku firmankan, itulah yang akan kukatakan.” 14Ketika Mikha sampai kepada raja, raja bertanya kepadanya, “Mikha, haruskah kami pergi berperang ke Ramot-Gilead atau haruskah aku membatalkannya?” Dia menjawab, “Majulah dan engkau akan berhasil. Mereka akan diserahkan ke dalam tanganmu.” 15Raja berkata kepadanya, “Sampai berapa kali aku harus menyuruhmu bersumpah dalam nama TUHAN supaya kamu tidak mengatakan apa pun kepadaku selain kebenaran?” 16Mikha menjawab, “Aku melihat seluruh Israel tercerai berai di gunung-gunung seperti domba-domba yang tidak bergembala. Lalu, TUHAN berfirman, ‘Mereka ini tidak bertuan, biarlah masing-masing pulang ke rumahnya dengan selamat.’” 17Raja Israel berkata kepada Yosafat, “Bukankah telah kukatakan kepadamu bahwa dia tidak pernah menubuatkan hal yang baik tentang aku, kecuali hanya malapetaka?” 18Mikha berkata, “Oleh sebab itu, dengarlah firman TUHAN. Aku melihat TUHAN duduk di atas takhta-Nya dengan seluruh tentara surga berdiri di sebelah kanan dan kiri-Nya. 19TUHAN berfirman, ‘Siapa yang akan membujuk Ahab, raja Israel, supaya dia maju berperang dan tewas di Ramot-Gilead? Yang satu berkata begini dan yang lain berkata begitu.’ 20Lalu, satu roh tampil ke depan serta berdiri di hadapan TUHAN dan berkata, ‘Aku akan membujuknya.’ TUHAN bertanya, ‘Dengan apa?’ 21Dia menjawab, ‘Aku akan keluar dan menjadi roh dusta di dalam mulut semua nabinya.’ Firman-Nya, ‘Bujuklah dia dan kamu akan berhasil. Pergilah dan perbuatlah demikian.’ 22Jadi, sesungguhnya, TUHANlah yang meletakkan roh-roh dusta ke dalam mulut nabi-nabimu itu, sebab TUHAN telah memfirmankan yang jahat kepadamu.” 23Zedekia, anak Kenaana, mendekat dan menampar pipi Mikha. Dia berkata, “Bagaimana mungkin Roh TUHAN berpindah dariku untuk berbicara kepadamu?” 24Mikha menjawab, “Sesungguhnya, engkau akan mengetahuinya pada hari itu, ketika engkau pergi dari satu kamar ke kamar lain untuk bersembunyi.” 25Raja Israel berkata, “Tangkap Mikha dan bawa dia kepada Amon, penguasa kota, dan kepada Yoas, anak raja. 26Katakan, ‘Inilah perintah raja: Masukkan orang ini ke dalam penjara dan beri dia roti kesengsaraan serta air kesengsaraan sampai aku pulang dengan selamat.’” 27Mikha menjawab, “Jika engkau benar-benar pulang dengan selamat, berarti TUHAN tidak berfirman melalui aku.” Lalu, dia berkata, “Camkan itu, hai kamu sekalian!”

Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya

Latar belakang

Aliansi yang Mengkhawatirkan

Yosafat, raja Yehuda yang saleh, menjadi besan Ahab, raja Israel yang jahat. Ini terjadi karena kekayaan dan kehormatan Yosafat, dan menunjukkan awal dari hubungan yang akan membawa masalah.

Di mana

Yerusalem

Konteks historis, bukan lokasi spesifik

Kapan

~850 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kekayaan Yosafat melimpah
Perang Ramot-Gilead
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis 2 Tawarikh

Sejarawan yang mencatat kisah raja-raja Yehuda

P

Kepada

Pembaca Alkitab

Orang-orang yang mencari hikmat dari sejarah

Arti tiap ayat

Penjelasan 2 Tawarikh 18:1-27 Ayat per Ayat

2 Tawarikh 18:1

Yosafat, raja Yehuda, mencapai kekayaan dan kehormatan, lalu mengikat hubungan keluarga dengan Ahab, raja Israel yang jahat, melalui pernikahan putranya dengan putri Ahab. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan dapat membuat…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:2

Beberapa tahun kemudian, Yosafat mengunjungi Ahab di Samaria. Ahab menyambutnya dengan perjamuan mewah dan membujuknya untuk ikut berperang merebut Ramot-Gilead. Ini menunjukkan bagaimana bujukan dan keramahan dapat…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:3

Ketika Ahab mengajak Yosafat berperang, Yosafat dengan tegas menyatakan kesediaannya, 'Aku sama sepertimu, rakyatku seperti rakyatmu,' tanpa mempertimbangkan konsekuensi atau kehendak Tuhan. Ini menunjukkan sikap…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:4

Yosafat kemudian menyadari pentingnya mencari petunjuk Allah dan mengusulkan agar mereka bertanya kepada Tuhan melalui nabi-Nya sebelum berperang. Ini menunjukkan bahwa sekalipun awalnya gegabah, ia masih memiliki…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:5

Ahab mengumpulkan 400 nabi dan mereka semua meramalkan kemenangan, tetapi ini adalah nabi-nabi palsu yang hanya mengatakan apa yang menyenangkan raja. Ini menunjukkan bahaya mendengarkan orang yang hanya menuruti…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:6

Yosafat tidak puas dengan jawaban nabi-nabi itu dan bertanya apakah masih ada nabi TUHAN yang bisa dimintai petunjuk. Ini menunjukkan bahwa ia memiliki kepekaan rohani untuk membedakan sumber nubuat palsu dan ingin…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:7

Ahab mengakui bahwa Mikha adalah nabi TUHAN yang sejati, tetapi ia membencinya karena Mikha selalu menubuatkan hal buruk tentang dirinya. Yosafat menegur Ahab agar tidak berkata begitu, menunjukkan bahwa nasihat yang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:8

Raja Israel segera memanggil Mikha, nabi yang ia benci, karena desakan Yosafat. Ini menunjukkan bahwa kadang kita perlu memanggil orang yang tidak kita sukai untuk mendapatkan petunjuk Tuhan yang sejati, meskipun kita…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:9

Raja Israel dan Yosafat duduk di tempat pengirikan dengan pakaian kebesaran, dan semua nabi bernubuat di hadapan mereka. Ini adalah gambaran kemegahan dan suasana yang tampak meyakinkan, tetapi di balik itu sedang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:10

Zedekia membuat tanduk besi sebagai simbol bahwa mereka akan menanduk Aram sampai hancur. Ini adalah nubuat palsu yang meyakinkan tetapi tidak berasal dari Tuhan. Tanduk besi melambangkan kekuatan, tetapi kekuatan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:11

Semua nabi itu menubuatkan hal yang sama, mendukung maju perang, dan mengatakan bahwa Tuhan akan menyerahkan Ramot-Gilead ke tangan raja. Ini menunjukkan bahwa kesepakatan banyak orang tidak menjamin kebenaran; semua…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:12

Utusan yang memanggil Mikha menasihatinya untuk menyesuaikan perkataannya dengan nabi-nabi lain dan mengucapkan hal yang baik. Ini adalah tekanan untuk berkompromi, tetapi Mikha bertekad untuk menyampaikan apa yang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:13

Mikha menolak untuk menyesuaikan pesan Allah dengan permintaan raja. Dia menegaskan bahwa dia hanya akan menyampaikan apa yang Allah firmankan, bukan apa yang populer atau diinginkan orang. Ini menunjukkan integritas…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:14

Mikha awalnya mengucapkan kata-kata yang sama dengan nabi-nabi palsu, mungkin dengan nada sarkastis, karena tahu raja tidak akan percaya. Namun, raja mendesaknya untuk bersumpah demi nama TUHAN agar berkata jujur. Ini…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:15

Raja Ahab menuduh Mikha tidak berkata benar dan memintanya bersumpah dalam nama TUHAN. Ini menunjukkan bahwa Ahab sebenarnya tahu Mikha adalah nabi TUHAN yang sejati, namun dia lebih suka mendengar nubuatan palsu yang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:16

Mikha menyampaikan visinya: seluruh Israel tercerai-berai seperti domba tanpa gembala, dan TUHAN berkata mereka tidak punya tuan. Ini adalah nubuatan tentang kekalahan dan kematian Ahab, serta kekacauan yang akan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:17

Ahab berkata kepada Yosafat, 'Bukankah sudah kukatakan, dia tidak pernah menubuatkan yang baik, melainkan malapetaka?' Ini menunjukkan bahwa Ahab sudah tahu sebelumnya bahwa Mikha akan berkata buruk, namun dia tetap…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:18

Mikha menggambarkan penglihatan surgawi: TUHAN di takhta-Nya, dan seluruh tentara surga berdiri di sebelah kanan dan kiri. Ini menunjukkan bahwa keputusan atas Ahab terjadi di alam surgawi, dan Allah mengizinkan roh…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:19

Mikha menggambarkan TUHAN di surga bertanya kepada makhluk-makhluk rohani bagaimana cara membujuk Ahab agar tewas dalam pertempuran. Berbagai usul diajukan, menunjukkan bahwa Allah berdaulat atas sejarah dan bahkan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:20

Seorang roh tampil dan menawarkan diri untuk membujuk Ahab. Ketika TUHAN bertanya dengan cara apa, roh itu menjawab akan menjadi roh dusta dalam mulut para nabi Ahab. Ini menggambarkan bagaimana Allah mengizinkan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:21

Roh itu berkata ia akan menjadi roh dusta di mulut semua nabi Ahab, dan TUHAN mengizinkannya, bahkan menyuruhnya pergi dan melakukannya. Ini menunjukkan bahwa Allah dapat menggunakan dusta sebagai hukuman bagi mereka…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:22

Mikha menjelaskan bahwa TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut para nabi itu, dan bahwa TUHAN telah menetapkan malapetaka untuk Ahab. Ini menegaskan bahwa Allah berdaulat, tetapi juga menunjukkan konsekuensi dari…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:23

Zedekia, salah satu nabi palsu, menampar Mikha dan mengejeknya, mempertanyakan bagaimana Roh TUHAN bisa berpindah darinya untuk berbicara kepada Mikha. Ini menunjukkan konflik antara nabi palsu dan nabi sejati, dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:24

Mikha menjawab bahwa Zedekia akan mengetahui bahwa Roh TUHAN benar-benar berbicara melalui Mikha pada hari ketika Zedekia harus bersembunyi dari kamar ke kamar. Ini adalah nubuat tentang kekalahan yang akan datang,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:25

Raja Israel memerintahkan untuk menangkap Mikha dan membawanya kepada Amon, penguasa kota, dan kepada Yoas, anak raja, sebagai tahanan. Ini menunjukkan bahwa kebenaran tidak selalu diterima, bahkan oleh penguasa, dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:26

Perintah raja adalah memasukkan Mikha ke dalam penjara dengan roti dan air kesengsaraan sampai raja pulang dengan selamat. Ini menggambarkan perlakuan tidak adil terhadap nabi yang menyampaikan firman Tuhan yang tidak…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

2 Tawarikh 18:27

Mikha menjawab bahwa jika raja benar-benar pulang dengan selamat, maka Tuhan tidak berbicara melaluinya. Ini adalah pernyataan berani bahwa nubuatnya akan terbukti, dan dia meminta semua orang menyaksikan perkataannya…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca 2 Tawarikh 18 selengkapnya