Rapat Surgawi: Siapa yang Membujuk?
2 Tawarikh 18:19
Nabi Sejati vs Nabi Palsu
PerikopNubuat Nabi Mikha Melawan Raja Ahab · 2 Tawarikh 18:1-27 →“TUHAN berfirman, ‘Siapa yang akan membujuk Ahab, raja Israel, supaya dia maju berperang dan tewas di Ramot-Gilead? Yang satu berkata begini dan yang lain berkata begitu.’”2 Tawarikh 18:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan TUHAN berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab, raja Israel, untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead? Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu.”2 Tawarikh 18:19 · TB
Terjemahan Baru
“TUHAN bertanya, 'Siapa akan membujuk Ahab supaya ia mau pergi berperang dan tewas di Ramot di Gilead?' Jawaban malaikat-malaikat itu berbeda-beda.”2 Tawarikh 18:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And the LORD said, Who shall entice Ahab king of Israel, that he may go up and fall at Ramothgilead? And one spake saying after this manner, and another saying after that manner.”2 Tawarikh 18:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 18:19?
Mikha menggambarkan TUHAN di surga bertanya kepada makhluk-makhluk rohani bagaimana cara membujuk Ahab agar tewas dalam pertempuran. Berbagai usul diajukan, menunjukkan bahwa Allah berdaulat atas sejarah dan bahkan menggunakan rencana jahat untuk mencapai keadilan-Nya.
Latar belakang
Tuhan Mengizinkan Roh Dusta
Mikha mengungkapkan penglihatan surgawi: Tuhan bertanya siapa yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang. Para roh mengusulkan berbagai cara, dan satu roh tampil untuk menjadi roh dusta.
Di mana
Ramot-Gilead
Di hadapan raja-raja, di tempat pengirikan
Kapan
~853 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Mikha bin Yimla
Nabi TUHAN yang berani, ~850 SM
Kepada
Ahab, Yosafat, dan para nabi
Raja Israel, raja Yehuda, dan nabi-nabi istana
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
פָּתָה
patah · bujuk
membujuk, menipu, merayu
רוּחַ
ruah · roh
roh, nafas, angin
עָמַד
amad · berdiri
berdiri, mengambil sikap
Tuhan menggunakan bahkan roh dusta untuk melaksanakan rencana-Nya, menunjukkan kedaulatan-Nya yang mutlak dalam urusan manusia.
Tahukah kamu
Dewa-dewa zaman itu
Dalam budaya Israel kuno, dewa-dewa dianggap berunding di 'dewan ilahi' (lih. Mazmur 82:1). Mikha menggunakan gambaran ini untuk menunjukkan bahwa TUHAN yang berdaulat atas segala sesuatu.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 18:19
1 Raja-raja 22:20
paralel langsung
“Dan TUHAN berfirman: Siapa yang akan membujuk Ahab...”
Ayub 1:6
dewan surgawi
“Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan Iblis juga datang di antara mereka.”
Mazmur 82:1
konsep dewan
“Allah berdiri dalam himpunan ilahi, di antara para allah Ia menghakimi.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 18:19
✕ Sering dikira
Tuhan berdusta atau menyebabkan Tuhan berdusta.
✓ Yang sebenarnya
Tuhan mengizinkan roh dusta untuk menipu Ahab sebagai hukuman, bukan Tuhan yang berdusta.
✕ Sering dikira
Semua nabi adalah palsu.
✓ Yang sebenarnya
Yang palsu adalah nabi-nabi yang menyanjung Ahab; Mikha adalah nabi sejati.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 18:19
Tuhan tidak buta terhadap rencana jahat manusia, tetapi Ia mampu memakainya untuk tujuan-Nya. Saat menghadapi situasi yang tampak kacau, ingatlah bahwa Allah tetap di atas segalanya.
Tuhan, ajari aku melihat karya-Mu yang tersembunyi di balik peristiwa yang membingungkan, dan percaya bahwa Engkau berdaulat atas segala sesuatu. Amin.