Mikha berdiri di hadapan dua raja
2 Tawarikh 18:14
Nabi Sejati vs Nabi Palsu
“Ketika Mikha sampai kepada raja, raja bertanya kepadanya, “Mikha, haruskah kami pergi berperang ke Ramot-Gilead atau haruskah aku membatalkannya?” Dia menjawab, “Majulah dan engkau akan berhasil. Mereka akan diserahkan ke dalam tanganmu.””2 Tawarikh 18:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Setelah ia sampai kepada raja, bertanyalah raja kepadanya: "Mikha, apakah kami boleh pergi berperang melawan Ramot-Gilead atau aku membatalkannya?" Jawabnya: "Majulah dan kamu akan beruntung, sebab mereka akan diserahkan ke dalam tanganmu!"”2 Tawarikh 18:14 · TB
Terjemahan Baru
“Setelah Mikha tiba di depan Raja Ahab, raja bertanya, "Bolehkah aku dan Raja Yosafat pergi menyerang Ramot atau tidak?" "Seranglah!" sahut Mikha. "Tentu Baginda akan berhasil. TUHAN akan memberi kemenangan kepada Baginda."”2 Tawarikh 18:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And when he was come to the king, the king said unto him, Micaiah, shall we go to Ramothgilead to battle, or shall I forbear? And he said, Go ye up, and prosper, and they shall be delivered into your hand.”2 Tawarikh 18:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 18:14?
Mikha awalnya mengucapkan kata-kata yang sama dengan nabi-nabi palsu, mungkin dengan nada sarkastis, karena tahu raja tidak akan percaya. Namun, raja mendesaknya untuk bersumpah demi nama TUHAN agar berkata jujur. Ini menunjukkan bahwa kebenaran tidak bisa dikompromikan.
Latar belakang
Mikha menjawab dengan perkataan yang tampaknya baik
Ketika ditanya apakah mereka harus pergi berperang, Mikha menjawab dengan nada yang sama seperti nabi-nabi palsu: 'Majulah dan engkau akan berhasil.' Namun ini adalah jawaban yang sarkastis, yang langsung disadari Ahab.
Di mana
Samaria
Di tempat pengirikan di depan pintu gerbang Samaria
Kapan
~853 SM
Kerajaan Terbagi (Yehuda & Israel)
Yang berbicara
Mikha bin Yimla
Nabi TUHAN yang jujur, sering dianggap pembawa sial oleh raja
Kepada
Raja Israel (Ahab) dan Raja Yehuda (Yosafat)
Raja Israel yang jahat dan raja Yehuda yang relatif baik
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
צלח
tsalakh · berhasil
Berhasil, makmur, maju
רמת גלעד
Ramot Gil'ad · Ramot-Gilead
Kota perlindungan di sebelah timur sungai Yordan
חדל
khadal · membatalkan
Berhenti, menahan diri, tidak jadi
Kata 'berhasil' dan 'membatalkan' menjadi dua pilihan yang diajukan raja. Namun Mikha menggunakan kata 'berhasil' dengan ironi, menunjukkan bahwa jawaban yang benar tidak selalu yang terdengar baik.
Tahukah kamu
Nada bicara yang sulit ditangkap
Dalam bahasa aslinya, jawaban Mikha bisa berarti 'Pergilah, dan kamu akan berhasil', tetapi Ahab tahu bahwa Mikha tidak mungkin meramal kemenangan. Ini menjadi ujian bagi Ahab untuk mengungkapkan ketidakpercayaannya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 18:14
1 Raja-raja 22:15
Paralel langsung
“Ketika ia sampai kepada raja, bertanyalah raja kepadanya: 'Mikha, haruskah kami pergi berperang melawan Ramot-Gilead, atau haruskah aku membatalkannya?' Jawabnya: 'Majulah dan engkau akan berhasil, sebab TUHAN akan menyerahkannya ke dalam tangan raja.'”
Amsal 14:12
Bahaya keyakinan salah
“Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.”
Yeremia 6:14
Nubuat palsu yang menipu
“Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandang ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera! Tetapi tidak ada damai sejahtera.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 18:14
✕ Sering dikira
Mikha benar-benar meramalkan kemenangan
✓ Yang sebenarnya
Mikha sedang berbicara secara ironis, yang kemudian diperjelas dalam ayat 16-22.
✕ Sering dikira
Nabi bisa mengucapkan perkataan yang tidak berasal dari Allah
✓ Yang sebenarnya
Nabi sejati hanya menyampaikan apa yang Allah firmankan, dan jika tidak, itu bukan nubuat.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 18:14
Ada kalanya kita tergoda untuk berkata manis padahal kita tahu itu tidak benar. Namun, Tuhan memanggil kita untuk jujur, bahkan saat diejek atau tidak dipercaya. Mulailah dengan kejujuran kecil dalam percakapan sehari-hari.
Ya Allah, mampukan aku untuk selalu berkata jujur, meskipun ada tekanan untuk berbohong. Amin.