2 Tawarikh 18:7
“Raja Israel berkata kepada Yosafat, “Masih ada seorang lagi yang melaluinya kita dapat meminta petunjuk TUHAN. Namun, aku membencinya, sebab dia tidak pernah menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan selalu yang buruk. Dia adalah Mikha, anak Yimla.” Yosafat berkata, “Raja jangan berkata begitu.””2 Tawarikh 18:7 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Jawab raja Israel kepada Yosafat: "Masih ada seorang lagi yang dengan perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia, sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan selalu malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla." Kata Yosafat: "Janganlah raja berkata demikian."”2 Tawarikh 18:7 · TB
Terjemahan Baru
“Ahab menjawab, "Masih ada satu, Mikha anak Yimla. Tapi aku benci kepadanya, sebab tidak pernah ia meramalkan sesuatu yang baik untuk aku; selalu yang tidak baik." "Ah, jangan berkata begitu!" sahut Yosafat.”2 Tawarikh 18:7 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“And the king of Israel said unto Jehoshaphat, There is yet one man, by whom we may enquire of the LORD: but I hate him; for he never prophesied good unto me, but always evil: the same is Micaiah the son of Imla. And Jehoshaphat said, Let not the king say so.”2 Tawarikh 18:7 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti 2 Tawarikh 18:7?
Ahab mengakui bahwa Mikha adalah nabi TUHAN yang sejati, tetapi ia membencinya karena Mikha selalu menubuatkan hal buruk tentang dirinya. Yosafat menegur Ahab agar tidak berkata begitu, menunjukkan bahwa nasihat yang jujur, meski tidak enak, tetap penting untuk didengar.
Renungan
Renungan Singkat 2 Tawarikh 18:7
Kita sering menghindari orang yang berkata jujur tentang kelemahan kita. Padahal, kritik yang membangun adalah bentuk kasih. Buka hati untuk mendengar kebenaran, walau pahit, karena itu bisa menyelamatkan kita dari keputusan yang keliru.
Tuhan, berikan aku kerendahan hati untuk menerima teguran yang jujur dan kebijaksanaan untuk membedakan mana nasihat yang berasal dari-Mu. Amin.