Memanggil Mikha

2 Tawarikh 18:8

Ahab dan Nabi Kebenaran

PerikopNubuat Nabi Mikha Melawan Raja Ahab · 2 Tawarikh 18:1-27 →
“Lalu, raja Israel memanggil seorang pegawai istana, dan berkata, “Jemputlah Mikha, anak Yimla, secepatnya!””

2 Tawarikh 18:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti 2 Tawarikh 18:8?

Raja Israel segera memanggil Mikha, nabi yang ia benci, karena desakan Yosafat. Ini menunjukkan bahwa kadang kita perlu memanggil orang yang tidak kita sukai untuk mendapatkan petunjuk Tuhan yang sejati, meskipun kita enggan mendengarnya.

Latar belakang

Raja memanggil Mikha

Mendengar usul Yosafat agar mencari nabi TUHAN, Ahab dengan enggan menyuruh pegawai menjemput Mikha. Padahal dia benci Mikha, tapi demi sopan santun kepada Yosafat, dia panggil juga.

Di mana

Samaria

Di istana, ruang pertemuan

Kapan

~853 SM

Kerajaan Terbagi

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Yosafat minta nabi TUHAN
Mikha tiba
Kamu di sini
A

Yang berbicara

Ahab raja Israel

Raja Israel, ~40-an, keras kepala, tetap ingin perang.

P

Kepada

Pegawai istana

Pelayan raja, siap menjalankan perintah.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

קָרָא

qara · Memanggil

memanggil, mengundang, berseru

סָרִיס

saris · pegawai

pegawai istana, kasim

מַהֵר

maher · cepat

segera, lekas

Panggilan 'cepat' menunjukkan Ahab tidak sabar, tapi juga menunjukkan kuasa raja atas nabi.

Tahukah kamu

Pegawai istana mungkin 'saris'

Istilah 'pegawai istana' dalam bahasa Ibrani bisa merujuk pada sida-sida; tugasnya dekat dengan raja.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan 2 Tawarikh 18:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang 2 Tawarikh 18:8

✕  Sering dikira

Ahab memanggil Mikha karena ingin mendengar kebenaran.

✓  Yang sebenarnya

Ahab memanggilnya karena desakan Yosafat; dia tidak ingin mendengar kebenaran.

✕  Sering dikira

Pegawai istana bernama khusus yang tertera di Alkitab.

✓  Yang sebenarnya

Nama pegawai tidak disebut; fokusnya pada tindakan raja.

Renungan

Renungan Singkat 2 Tawarikh 18:8

Jangan memilih untuk mendengar hanya dari orang yang selalu menyenangkan kita. Carilah nasihat dari orang yang berani berkata benar, meskipun itu tidak nyaman. Kebenaran lebih berharga daripada pujian palsu.

Ya Tuhan, tolong aku untuk tidak membenci pembawa kebenaran, dan berani meminta nasihat dari orang yang sungguh mengenal Engkau. Amin.