Takhta di Bait Suci
Yesaya 6:1-13
Allah Memanggil Yesaya
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Kematian Raja, Kemuliaan Allah
Raja Uzia baru saja meninggal, dan Yesaya mungkin merasa kehilangan pemimpin duniawi. Namun dalam penglihatan, ia melihat Tuhan yang sesungguhnya di atas takhta, menunjukkan bahwa pemerintahan Allah mengatasi segala krisis politik.
Di mana
Yerusalem
Di dalam Bait Suci, dalam penglihatan
Kapan
~740 SM
Kerajaan Yehuda, periode para nabi
Yang berbicara
Yesaya
Nabi, mungkin ~30 tahun, dari keluarga terhormat
Kepada
Pembaca
Orang-orang yang ingin mengenal Allah
Arti tiap ayat
Penjelasan Yesaya 6:1-13 Ayat per Ayat
Yesaya 6:1
Yesaya 6:1 menceritakan penglihatan Yesaya tentang Tuhan yang duduk di takhta yang tinggi dan menjulang, dengan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Ini terjadi pada tahun kematian Raja Uzia, menunjukkan bahwa Tuhan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:2
Yesaya 6:2 menggambarkan para serafim, makhluk surgawi dengan enam sayap, berdiri di hadapan Tuhan. Dua sayap menutupi wajah, dua menutupi kaki, dan dua untuk terbang. Ini menunjukkan sikap hormat dan rendah hati di…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:3
Yesaya 6:3 mencatat seruan para serafim, 'Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam; seluruh bumi penuh dengan kemuliaan-Nya!' Ini adalah pujian yang menegaskan kekudusan Tuhan yang sempurna dan kemuliaan-Nya yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:4
Yesaya 6:4 menggambarkan dampak dari suara serafim: ambang pintu bergetar dan Bait Suci dipenuhi asap. Ini melambangkan kehadiran Tuhan yang dahsyat dan kudus, yang mengguncang fondasi dan menutupi ketidaklayakan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:5
Yesaya 6:5 menunjukkan reaksi Yesaya: 'Celakalah aku! Aku binasa! Sebab, aku seorang yang najis bibir.' Ia menyadari ketidaklayakannya di hadapan Tuhan yang kudus, namun justru di sini Tuhan memanggilnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:6
Yesaya 6:6 menceritakan salah satu serafim terbang kepada Yesaya dengan bara api dari mezbah, yang melambangkan penyucian. Ini adalah inisiatif Tuhan untuk membersihkan kekotoran Yesaya, sebelum ia menerima panggilan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:7
Yesaya menyadari bahwa sentuhan bara api dari mezbah membersihkan dosanya. Ini menunjukkan bahwa pengampunan dosa adalah tindakan aktif dari Allah yang menyucikan dan memulihkan, bukan sekadar perasaan lega.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:8
Setelah pengampunan, Yesaya mendengar panggilan Tuhan dan merespons dengan ketersediaan penuh. Ini menunjukkan bahwa kesediaan untuk diutus adalah respons yang wajar dari orang yang telah mengalami kasih karunia Allah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:9
Tuhan memerintahkan Yesaya untuk memberitakan pesan yang justru akan membuat bangsa itu semakin tidak peka. Ini bukan berarti Tuhan ingin mereka celaka, tetapi ini adalah konsekuensi dari penolakan mereka yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:10
Ayat ini menjelaskan bahwa pemberitaan Yesaya akan membuat bangsa itu semakin tidak mengerti karena mereka memilih untuk menutup mata dan telinga. Ini adalah peringatan bahwa penolakan terhadap Tuhan akan mengeraskan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:11
Yesaya bertanya berapa lama kondisi ini akan berlangsung, dan Tuhan menjawab sampai negeri itu hancur dan sunyi. Ini menunjukkan bahwa hukuman atas dosa akan berlangsung hingga tiba waktunya pemulihan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:12
Tuhan akan membuang bangsa itu ke pembuangan, dan banyak tempat akan menjadi sunyi. Ini adalah hukuman yang adil atas dosa, tetapi di tengah hukuman, ada janji bahwa tunggul (sisa) akan tetap ada, yaitu benih suci.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 6:13
Ayat ini menggunakan gambaran pohon yang ditebang tetapi tunggulnya tetap ada, melambangkan sisa umat yang akan bertahan setelah penghukuman. Meskipun kehancuran terjadi, ada benih suci yang menjadi harapan pemulihan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →