Bait Suci Bergetar

Yesaya 6:4

Panggilan Yesaya

PerikopAllah Memanggil Yesaya · Yesaya 6:1-13 →
“Maka, bergetarlah dasar-dasar ambang pintu karena suara serafim yang berseru tadi, dan Bait Suci itu dipenuhi dengan asap.”

Yesaya 6:4 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 6:4?

Yesaya 6:4 menggambarkan dampak dari suara serafim: ambang pintu bergetar dan Bait Suci dipenuhi asap. Ini melambangkan kehadiran Tuhan yang dahsyat dan kudus, yang mengguncang fondasi dan menutupi ketidaklayakan manusia.

Latar belakang

Gemetar di Hadapan Kemuliaan

Serafim berseru dan dasar ambang pintu bergetar, memenuhi Bait Suci dengan asap. Ini menandakan kehadiran Tuhan yang dahsyat dan kudus.

Di mana

Yerusalem

Di dalam Bait Suci, dekat ambang pintu

Kapan

~740 SM

Kerajaan Yehuda, sebelum pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kematian Raja Uzia
Yesaya diutus
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi muda, ~25 tahun, putra Amos

P

Kepada

Pembaca

Umat Israel, pembaca kitab

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

יָנוּעוּ

yanu'u · bergetarlah

bergoyang, gemetar karena kuasa Tuhan

מִפְתָּן

miptan · dasar-dasar

ambang pintu atau fondasi

עָשָׁן

ashan · asap

asap, sering menandakan kehadiran ilahi

Kekudusan Tuhan menggetarkan ciptaan; asap menunjukkan kita tak mampu mendekat tanpa persiapan.

Tahukah kamu

Asap dan Kemuliaan

Dalam penglihatan ini, asap melambangkan kemuliaan Tuhan yang tak tertahankan, mirip dengan awan kemuliaan di tabernakel (Keluaran 40:34-35).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 6:4

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 6:4

✕  Sering dikira

Asap ini adalah asap biasa dari dupa.

✓  Yang sebenarnya

Ini asap simbolis kehadiran Tuhan yang dahsyat, bukan dupa harian.

✕  Sering dikira

Getaran hanya efek dramatis penglihatan.

✓  Yang sebenarnya

Getaran menunjukkan respons fisik nyata terhadap kekudusan Tuhan.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 6:4

Ketika kita mengalami kebesaran Tuhan, hal itu seharusnya menggugah kita dari zona nyaman dan menyadarkan kita akan kekudusan-Nya. Biarkan kehadiran-Nya mengubah perspektif kita.

Tuhan, getarkan hatiku dengan kekudusan-Mu dan penuhi hidupku dengan kesadaran akan kehadiran-Mu. Amin.