Celaka! Aku Najis

Yesaya 6:5

Panggilan Yesaya

PerikopAllah Memanggil Yesaya · Yesaya 6:1-13 →
“Kemudian, aku berkata, “Celakalah aku! Aku binasa! Sebab, aku seorang yang najis bibir dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir. Namun, mataku telah melihat Sang Raja, TUHAN semesta alam.””

Yesaya 6:5 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 6:5?

Yesaya 6:5 menunjukkan reaksi Yesaya: 'Celakalah aku! Aku binasa! Sebab, aku seorang yang najis bibir.' Ia menyadari ketidaklayakannya di hadapan Tuhan yang kudus, namun justru di sini Tuhan memanggilnya.

Latar belakang

Reaksi Manusiawi

Yesaya menyadari kenajisannya dan bangsa, merasa binasa karena melihat Raja, TUHAN semesta alam. Ini respons wajar saat berhadapan dengan kekudusan.

Di mana

Yerusalem

Di dalam Bait Suci, di hadapan takhta Tuhan

Kapan

~740 SM

Kerajaan Yehuda, sebelum pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Melihat Tuhan di takhta
Penyucian oleh serafim
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi muda, ~25 tahun, putra Amos

P

Kepada

Pembaca

Umat Israel, pembaca kitab

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

אוֹי

oy · celakalah

kesengsaraan, kecelakaan, ratapan

טָמֵא

tame · najis

tidak suci secara ritual atau moral

רָאָה

ra'ah · melihat

melihat, memandang, mengalami

Melihat Tuhan menyadarkan kita akan ketidaklayakan kita; kata 'celaka' mencerminkan krisis eksistensial.

Tahukah kamu

Raja Uzia yang Sombong

Uzia mati kusta karena melanggar imamat (2 Tawarikh 26). Kematiannya menandai akhir era kemakmuran, dan Yesaya mungkin takut akan nasibnya.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 6:5

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 6:5

✕  Sering dikira

Yesaya merasa najis karena dosa tertentu yang ia lakukan.

✓  Yang sebenarnya

Ia menyadari kekotoran bawaan manusia dan bangsa, bukan pelanggaran spesifik.

✕  Sering dikira

'Binasa' berarti ia akan mati seketika.

✓  Yang sebenarnya

Ia takut mati, tetapi penglihatannya berakhir dengan penyucian bukan kematian.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 6:5

Menyadari kelemahan dan dosa adalah awal dari pertobatan. Jangan lari dari kesadaran itu, tapi biarkan itu membawamu kepada pengampunan dan panggilan Tuhan.

Tuhan, sadarkan aku akan dosa-dosaku, dan tolonglah aku untuk rendah hati sehingga dapat menerima panggilan-Mu. Amin.