Mendengar panggilan

Yesaya 6:8

Panggilan Yesaya di Bait Suci

PerikopAllah Memanggil Yesaya · Yesaya 6:1-13 →
“Setelah itu, aku mendengar suara Tuhan, berfirman, “Siapa yang akan Kuutus? Siapa yang mau pergi untuk Kami?” Lalu, aku menjawab, “Ini aku. Utuslah aku!””

Yesaya 6:8 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 6:8?

Setelah pengampunan, Yesaya mendengar panggilan Tuhan dan merespons dengan ketersediaan penuh. Ini menunjukkan bahwa kesediaan untuk diutus adalah respons yang wajar dari orang yang telah mengalami kasih karunia Allah.

Latar belakang

Tuhan mencari utusan

Setelah Yesaya disucikan, ia mendengar suara Tuhan yang bertanya siapa yang akan diutus. Yesaya menjawab dengan penuh kesediaan, 'Ini aku, utuslah aku!'

Di mana

Bait Suci di Yerusalem

Di dalam Bait Suci, di hadapan takhta Allah

Kapan

~740 SM

Zaman Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Penyerahan diri
Pemberitaan firman
Kamu di sini
T

Yang berbicara

Tuhan

Tuhan semesta alam, duduk di takhta

Y

Kepada

Yesaya

Nabi, ~40 tahun, baru saja disucikan

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁלַח

shalach · utus

mengirim, mengutus dengan kuasa dan wewenang

הָלַךְ

halakh · pergi

berjalan, pergi untuk melakukan tugas

הִנֵּנִי

hinneni · ini aku

lihat, aku di sini; aku siap

Ketiga kata ini menggambarkan panggilan dan respons: Tuhan 'mengutus' dengan tujuan, dan Yesaya 'pergi' dengan kesiapan, mengucapkan 'ini aku' yang berarti kehadiran dan kesediaan total.

Tahukah kamu

Kata 'utus'

Kata 'utus' (shalach) dalam bahasa Ibrani sering dipakai untuk pengutusan resmi, seperti mengutus duta atau nabi. Ini menunjukkan panggilan yang serius dan resmi.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 6:8

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 6:8

✕  Sering dikira

Yesaya langsung mengerti seluruh rencana Tuhan.

✓  Yang sebenarnya

Ia hanya merespons dengan kesediaan, belum tahu detail apa yang akan terjadi.

✕  Sering dikira

Tuhan bertanya karena Ia butuh pertimbangan.

✓  Yang sebenarnya

Itu cara Tuhan melibatkan manusia dalam karya-Nya, bukan karena kebingungan.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 6:8

Pernahkah kita mendengar panggilan Tuhan dalam hidup kita? Hari ini, mari kita buka hati dan telinga untuk mendengar suara-Nya, lalu jawab dengan keberanian: 'Ini aku, utuslah aku!'

Ya Allah, mampukan aku untuk mendengar panggilan-Mu dan menjawab dengan hati yang rela, seperti Yesaya. Amin.