Ratapan di Tengah Reruntuhan

Ratapan 5:1-22

Doa untuk Pemulihan

1Ingatlah, ya TUHAN, apa yang terjadi atas kami. Pandanglah dan lihatlah aib kami. 2Milik pusaka kami dialihkan kepada orang-orang asing, rumah kami kepada orang-orang yang tidak dikenal. 3Kami menjadi yatim, tidak mempunyai ayah, dan ibu kami seperti janda. 4Kami harus membayar untuk air yang kami minum. Kayu harus kami dapatkan dengan suatu harga. 5Para pengejar kami begitu dekat. Kami lelah; tidak ada istirahat bagi kami. 6Kami menyerahkan tangan kepada Mesir, dan kepada Asyur, supaya dikenyangkan dengan roti. 7Nenek moyang kami berbuat dosa, dan sudah tiada lagi, dan kami menanggung kesalahan-kesalahan mereka. 8Budak-budak memerintah atas kami. Tidak ada yang melepaskan kami dari tangan mereka. 9Kami mendapatkan roti kami dengan mempertaruhkan nyawa kami karena ancaman pedang di padang belantara. 10Kulit kami panas seperti perapian karena demam panas kelaparan. 11Mereka memerkosa perempuan-perempuan di Sion, gadis-gadis di kota-kota Yehuda. 12Para pemimpin digantung oleh tangan mereka; para tua-tua tidak dihormati. 13Pemuda-pemuda harus memikul batu kilangan, dan anak-anak laki-laki terhuyung-huyung di bawah pikulan kayu. 14Para orang tua meninggalkan pintu-pintu gerbang kota, para pemuda menghentikan musik mereka. 15Sukacita hati kami telah berakhir. Tarian kami diubah menjadi ratapan. 16Mahkota telah jatuh dari kepala kami. Celakalah kami karena kami telah berdosa. 17Karena hal ini, hati kami menjadi lemah; Karena hal-hal ini, mata kami menjadi kabur; 18Karena Gunung Sion tinggal sunyi, dan rubah-rubah berkeliaran di sana. 19Engkau, ya TUHAN, memerintah selama-lamanya; takhta-Mu dari generasi ke generasi. 20Mengapa Engkau melupakan kami selama-lamanya, meninggalkan kami begitu lama? 21Kembalikanlah kami kepada-Mu, ya TUHAN, supaya kami dapat dipulihkan. Perbaruilah hari-hari kami seperti dahulu kala, 22kecuali Engkau benar-benar telah menolak kami, dan sangat marah terhadap kami.

Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya

Latar belakang

Permohonan agar Tuhan Ingat

Setelah menggambarkan penderitaan dahsyat di pasal-pasal sebelumnya, penulis kini berpaling langsung kepada Tuhan. Ayat ini merupakan seruan pembuka doa, memohon agar Tuhan memperhatikan aib dan penderitaan umat-Nya. Ini adalah puncak ratapan, di mana penderitaan komunal dibawa ke hadapan Allah.

Di mana

Yerusalem

Di tengah reruntuhan kota, sekitar tahun 587 SM

Kapan

~587 SM

Pembuangan Babel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Kehancuran Yerusalem
Pembuangan ke Babel
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Ratapan

Penyair yang menyaksikan kehancuran Yerusalem, mungkin nabi Yeremia

T

Kepada

TUHAN

Allah Israel, yang diyakini masih berdaulat

Arti tiap ayat

Penjelasan Ratapan 5:1-22 Ayat per Ayat

Ratapan 5:1

Ayat ini adalah permohonan umat Israel agar Tuhan mengingat penderitaan mereka. Mereka meminta Tuhan untuk memperhatikan dan melihat aib atau noda yang mereka tanggung sebagai bangsa yang dikalahkan dan dihina.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:2

Ayat ini menggambarkan akibat penghakiman Tuhan: tanah warisan mereka jatuh ke tangan orang asing, dan rumah-rumah mereka kini dihuni oleh penjajah. Ini menunjukkan hilangnya identitas dan keamanan yang mereka miliki.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:3

Umat menggambarkan diri mereka sebagai yatim piatu yang tidak berayah dan ibu mereka seperti janda. Ini melukiskan perasaan kehilangan perlindungan, keamanan, dan pemeliharaan yang biasanya didapat dari orang tua.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:4

Pada masa pengepungan, air dan kayu (bahan bakar) yang sebelumnya mudah didapat sekarang harus dibeli dengan harga mahal. Ini menunjukkan betapa sulitnya kehidupan mereka; kebutuhan dasar pun menjadi beban ekonomi.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:5

Umat merasa dikejar tanpa henti oleh musuh; mereka lelah dan tidak mendapat istirahat. Ini menggambarkan keadaan yang melelahkan dan penuh tekanan, seperti orang yang terus-menerus diintimidasi.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:6

Dalam keputusasaan, umat Israel bermitra dengan Mesir dan Asyur, bangsa-bangsa yang kuat, hanya untuk mendapatkan makanan. Ini menunjukkan ketergantungan mereka pada kekuatan manusia alih-alih Tuhan.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:7

Ayat ini mengungkapkan rasa sakit karena menanggung akibat dosa nenek moyang. Meski mereka yang berdosa sudah tiada, generasi sekarang merasakan dampaknya. Ini menunjukkan keadilan Allah yang berlangsung lintas…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:8

Ini menggambarkan situasi terbalik: budak-budak (mungkin pejabat rendah atau orang asing) kini memerintah atas umat Israel. Tidak ada yang mampu melepaskan mereka dari tangan penindas. Ini menunjukkan kehancuran total…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:9

Untuk mendapatkan makanan, mereka harus mempertaruhkan nyawa karena ancaman bahaya, mungkin dari penyamun atau musuh di padang gurun. Hidup menjadi tidak aman dan penuh bahaya. Ini menggambarkan betapa sulitnya…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:10

Kulit yang panas seperti perapian adalah gambaran demam akibat kelaparan hebat. Tubuh menjadi lemah dan sakit karena kekurangan makanan. Ini adalah ekspresi penderitaan fisik yang ekstrem yang dialami bangsa Yehuda…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:11

Ini mengakui kekejaman perang dan penjajahan: wanita dan gadis diperkosa. Ini adalah dosa yang dilakukan musuh, tetapi juga merupakan aib yang harus ditanggung umat. Ayat ini menunjukkan betapa dalamnya penderitaan dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:12

Para pemimpin digantung (mungkin diekspos setelah kematian atau dieksekusi), dan tua-tua tidak dihormati lagi. Ini menggambarkan runtuhnya struktur sosial dan hilangnya rasa hormat. Bangsa Israel kehilangan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:13

Ayat ini menggambarkan penderitaan ekstrem di bawah penjajahan: pemuda dipaksa melakukan kerja paksa yang berat seperti memutar batu kilangan, dan anak-anak harus memikul beban kayu sampai terhuyung-huyung. Ini…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:14

Ayat ini menggambarkan kehancuran tatanan sosial: para tua-tua tidak lagi duduk di pintu gerbang untuk memimpin dan mengadili, dan musik kaum muda telah berhenti karena suasana duka dan penindasan. Ini menunjukkan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:15

Ayat ini menyatakan bahwa sukacita dan kebahagiaan telah sirna; tarian yang biasanya menjadi ekspresi kegembiraan kini berubah menjadi ratapan. Ini adalah akibat dari kesedihan yang mendalam karena dosa dan kehancuran…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:16

Mahkota yang jatuh menggambarkan hilangnya kehormatan dan kemuliaan; mereka mengakui bahwa ini adalah akibat dari dosa mereka sendiri. Ayat ini mengajarkan bahwa kejatuhan bangsa adalah konsekuensi dari pelanggaran…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:17

Ayat ini mengungkapkan kondisi batin yang hancur: hati lemah dan mata kabur karena penderitaan yang berkepanjangan. Ini menggambarkan dampak psikologis dari trauma dan duka, di mana mereka kehilangan kekuatan dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:18

Ayat ini menggambarkan Gunung Sion yang hancur dan sunyi, hanya menjadi tempat tinggal rubah. Ini melambangkan kehancuran total tempat kudus Allah dan hilangnya hadirat-Nya yang nyata di antara umat-Nya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:19

Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan adalah Raja yang kekal, takhta-Nya tetap selama-lamanya meskipun situasi bangsa Israel hancur. Ini adalah pernyataan iman di tengah keputusasaan, mengakui kedaulatan Allah yang tidak…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:20

Ayat ini adalah pertanyaan penuh kepedihan: mengapa Tuhan sepertinya melupakan dan meninggalkan umat-Nya untuk waktu yang lama? Ini menunjukkan kejujuran dalam berdoa, mengakui perasaan ditinggalkan tetapi tetap…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:21

Ini adalah doa pemulihan: minta Tuhan menarik mereka kembali kepada-Nya. 'Perbarui hari-hari kami' berarti minta pemulihan seperti masa lalu yang penuh berkat. Ada harapan dan penyesalan di sini.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Ratapan 5:22

Ayat ini adalah keraguan yang jujur: apakah Tuhan benar-benar menolak kami? Ini membuka kemungkinan bahwa kemarahan Tuhan bisa berakhir, dan menjadi penutup yang menggantung, mengundang kita untuk terus berharap.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Ratapan 5 selengkapnya