Mencari Roti di Tengah Bahaya
Ratapan 5:10
Ratapan di Tengah Puing
“Kulit kami panas seperti perapian karena demam panas kelaparan.”Ratapan 5:10 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kulit kami membara laksana perapian, karena nyerinya kelaparan. Ratapan 5.11–20 22”Ratapan 5:10 · TB
Terjemahan Baru
“Kami menderita kelaparan, sehingga kulit kami membara seperti perapian.”Ratapan 5:10 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Our skin was black like an oven because of the terrible famine.”Ratapan 5:10 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Ratapan 5:10?
Kulit yang panas seperti perapian adalah gambaran demam akibat kelaparan hebat. Tubuh menjadi lemah dan sakit karena kekurangan makanan. Ini adalah ekspresi penderitaan fisik yang ekstrem yang dialami bangsa Yehuda saat terkepung dan dibuang.
Latar belakang
Mencari Makan dalam Bahaya
Setelah Yerusalem hancur, orang-orang harus mencari makanan dengan mempertaruhkan nyawa. Mereka menghadapi bahaya dari para perampok atau tentara musuh yang berkeliaran di padang belantara.
Di mana
Yerusalem
Di reruntuhan kota
Kapan
~586 SM
Pembuangan Babel
Yang berbicara
Penyair Ratapan
Seorang yang berduka, mungkin saksi mata kehancuran Yerusalem.
Kepada
TUHAN
Allah Israel, yang diajak bicara dalam doa.
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לֶחֶם
lechem · roti
roti atau makanan, simbol kehidupan sehari-hari.
נָפַשׁ
nafash · mempertaruhkan
harfiah 'menempatkan jiwa/nyawa', berarti berisiko tinggi.
חֶרֶב
cherev · pedang
pedang atau alat perang, melambangkan kekerasan dan bahaya.
Bahasa Ibrani menggambarkan tindakan 'menaruh jiwa' untuk makanan — ini menunjukkan bahwa setiap suapan roti adalah perjuangan hidup dan mati.
Tahukah kamu
Air Mata dan Roti
Ayat ini menunjukkan bahwa roti adalah kebutuhan pokok, tetapi untuk mendapatkannya di masa perang sungguh berbahaya. Beberapa penafsir melihat ini sebagai gambaran nyata dari kutukan dalam Ulangan 28.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Ratapan 5:10
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Ratapan 5:10
✕ Sering dikira
Mengira ayat ini hanya tentang kesulitan ekonomi biasa.
✓ Yang sebenarnya
Ini gambaran keputusasaan masa perang, di mana mencari makan bisa berarti mati.
✕ Sering dikira
Mengira 'pedang' hanya kiasan, bukan bahaya nyata.
✓ Yang sebenarnya
Pedang di sini adalah ancaman fisik sungguhan dari musuh atau perampok.
Renungan
Renungan Singkat Ratapan 5:10
Tubuh kita bisa menjadi lemah, tetapi saat kita merawat kesehatan, ingatlah bahwa banyak yang menderita kelaparan. Kita bisa bersyukur atas makanan yang ada dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan.
Tuhan, mampukan kami untuk meringankan penderitaan orang-orang yang lapar, dan berikanlah kekuatan bagi yang lemah. Amin.