Firman Tuhan di Gurun Sinai
Bilangan 9:1-14
Pesakh
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Perintah Paskah yang Diulang
Tuhan berbicara kepada Musa di gurun Sinai, mengingatkan Israel untuk merayakan Paskah pada waktu yang ditetapkan. Ini terjadi tepat satu tahun setelah mereka keluar dari Mesir, menegaskan pentingnya ritual ini.
Di mana
Gurun Sinai
Di perkemahan, dekat Gunung Sinai, siang hari
Kapan
~1445 SM
Perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Musa
Pemimpin Israel, mantan pangeran Mesir, ~80 tahun
Kepada
Umat Israel
Bangsa pilihan yang baru keluar dari perbudakan Mesir
Arti tiap ayat
Penjelasan Bilangan 9:1-14 Ayat per Ayat
Bilangan 9:1
Ayat ini mencatat bahwa pada bulan pertama tahun kedua setelah bangsa Israel keluar dari Mesir, Tuhan berbicara kepada Musa di padang gurun Sinai. Ini menunjukkan bahwa petunjuk Tuhan diberikan pada waktu yang tepat…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:2
Tuhan memerintahkan umat Israel untuk merayakan Paskah pada waktu yang ditetapkan. Perintah ini menegaskan pentingnya ketaatan dalam ibadah, karena Paskah adalah peringatan pembebasan dari perbudakan Mesir.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:3
Ayat ini menjelaskan bahwa Paskah harus dirayakan pada hari ke-14 bulan pertama pada waktu senja, sesuai dengan ketetapan dan peraturan. Ini menunjukkan bahwa Allah sangat spesifik tentang cara dan waktu ibadah,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:4
Musa menyampaikan perintah Tuhan kepada umat Israel untuk merayakan Paskah. Tindakan Musa ini menunjukkan peran pemimpin sebagai penyampai firman Tuhan dan penggerak umat dalam ketaatan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:5
Umat Israel merayakan Paskah di padang gurun Sinai pada hari ke-14 bulan pertama, tepat seperti yang diperintahkan Tuhan. Ketaatan mereka menghasilkan berkat dan persekutuan yang benar dengan Allah di tengah perjalanan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:6
Ada orang yang tidak dapat merayakan Paskah karena najis oleh mayat, lalu mereka datang kepada Musa dan Harun. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak tinggal diam, tetapi mencari solusi agar tetap bisa beribadah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:7
Beberapa orang Israel yang najis karena menyentuh mayat bertanya kepada Musa dan Harun mengapa mereka tidak boleh merayakan Pesakh bersama umat lainnya. Mereka merasa tidak adil karena tidak bisa mempersembahkan korban…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:8
Musa tidak langsung menjawab, tetapi meminta orang-orang itu menunggu sementara dia bertanya kepada TUHAN tentang masalah mereka. Ini menunjukkan bahwa Musa mencari petunjuk Tuhan untuk menyelesaikan situasi yang tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:9
TUHAN menjawab Musa dengan memberikan peraturan baru: orang yang najis karena mayat atau sedang dalam perjalanan tetap boleh merayakan Pesakh, tetapi pada bulan kedua, bukan bulan pertama.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:10
Ayat ini menegaskan bahwa mereka yang najis karena mayat atau sedang dalam perjalanan tetap harus merayakan Pesakh, tetapi pada hari ke-14 bulan kedua, dengan tetap mengikuti ketetapan yang sama.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:11
Perayaan Pesakh yang ditunda dilakukan pada hari ke-14 bulan kedua, sore hari, dengan memakan domba, roti tidak beragi, dan sayur pahit, sama seperti ketetapan semula.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:12
Aturan tentang Pesakh yang ditunda sama dengan yang biasa: tidak boleh menyisakan daging sampai pagi dan tidak boleh mematahkan tulangnya. Ini menunjukkan konsistensi dan kekudusan dalam perayaan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:13
Ayat ini menekankan konsekuensi bagi mereka yang dengan sengaja tidak merayakan Paskah tanpa alasan yang sah. Mereka yang tidak najis atau dalam perjalanan, tetapi memilih untuk tidak mempersembahkan korban pada waktu…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 9:14
Ayat ini mengajarkan bahwa orang asing yang tinggal di antara umat Israel pun boleh merayakan Paskah, asalkan mengikuti aturan yang sama. Ini menunjukkan prinsip inklusivitas dan kesetaraan di hadapan Tuhan, di mana…
Arti lengkap, studi kata & renungan →