Larangan Mematahkan Tulang

Bilangan 9:12

Petunjuk untuk Merayakan Pesakh

Mereka tidak boleh menyisakannya sampai esok paginya dan tidak boleh mematahkan tulangnya. Mereka harus merayakannya sesuai dengan semua peraturan Pesakh.

Bilangan 9:12 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 9:12?

Aturan tentang Pesakh yang ditunda sama dengan yang biasa: tidak boleh menyisakan daging sampai pagi dan tidak boleh mematahkan tulangnya. Ini menunjukkan konsistensi dan kekudusan dalam perayaan.

Latar belakang

Ketentuan Sisa dan Tulang

Tuhan melarang menyisakan daging sampai pagi dan mematahkan tulang domba Pesakh, menekankan ketaatan yang utuh kepada peraturan-Nya.

Di mana

Padang Gurun Sinai

Di kaki Gunung Sinai, di depan Kemah Suci

Kapan

~1440 SM

Pengembaraan di padang gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Musa

Pemimpin Israel, ~80 tahun

U

Kepada

Umat Israel

Bangsa pilihan yang sedang mengembara

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁאַר

sha'ar · menyisakan

tinggal sisa, menyimpan untuk waktu lain

שָׁבַר

shavar · mematahkan

memecahkan, menghancurkan

עֶצֶם

etsem · tulang

tulang, inti, diri sendiri

Ketiga kata ini menunjukkan pentingnya menyelesaikan perayaan dengan sempurna dan tidak merusak simbol keselamatan, yang menunjuk pada Kristus.

Tahukah kamu

Tulang yang Tidak Patah

Ini menjadi gambaran yang kemudian dipahami sebagai nubuat tentang Yesus: tidak ada tulang-Nya yang dipatahkan saat penyaliban (Yohanes 19:36).

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 9:12

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 9:12

✕  Sering dikira

Larangan ini hanya bersifat sementara, tidak relevan bagi orang Kristen.

✓  Yang sebenarnya

Peraturan ini mengajarkan prinsip ketaatan penuh dan menjadi bayangan dari korban Kristus yang sempurna.

✕  Sering dikira

Mematahkan tulang berarti tidak menghormati domba itu.

✓  Yang sebenarnya

Ini melambangkan kesempurnaan korban dan menunjuk pada Mesias yang tidak dihancurkan.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 9:12

Sekalipun kita mendapat pengecualian, kita tetap harus menghormati kekudusan Tuhan. Jangan jadikan 'keterlambatan' sebagai alasan untuk menjadi sembrono dalam beribadah.

Ya Tuhan, mampukan aku untuk menghormati kekudusan-Mu dalam setiap ibadah, baik yang tepat waktu maupun yang tertunda. Amin.