Para kepala keluarga dari kaum Gilead berbicara kepada Musa
Bilangan 36:1-13
Tanah Anak-Anak Perempuan Zelafehad
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Kekhawatiran tentang warisan
Para kepala keluarga dari kaum Gilead mendekati Musa dengan masalah hukum waris. Mereka khawatir bahwa jika anak-anak perempuan Zelafehad menikah dengan pria dari suku lain, tanah pusaka mereka akan pindah ke suku suami, sehingga mengurangi bagian suku Manasye.
Di mana
Dataran Moab, di tepi Sungai Yordan
Di perkemahan Israel, di depan Kemah Pertemuan
Kapan
~1406 SM
Akhir perjalanan di padang gurun
Yang berbicara
Para kepala keluarga dari kaum Gilead
Pemimpin klan dari keturunan Manasye, prihatin tentang warisan
Kepada
Musa dan para pemimpin Israel
Pemimpin tertinggi Israel dan para kepala suku
Arti tiap ayat
Penjelasan Bilangan 36:1-13 Ayat per Ayat
Bilangan 36:1
Ayat ini menceritakan bahwa para pemimpin keluarga dari keturunan Gilead, anak Makhir dari suku Manasye, datang menghadap Musa dan para pemimpin Israel untuk menyampaikan masalah. Mereka mewakili kaum keturunan Yusuf…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:2
Ayat ini mengingatkan bahwa TUHAN telah memerintahkan pembagian tanah pusaka dengan undian, dan khususnya tanah milik Zelafehad diberikan kepada anak-anaknya yang perempuan. Hal ini menunjukkan keadilan Allah bagi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:3
Ayat ini mengkhawatirkan bahwa jika anak perempuan Zelafehad menikah dengan laki-laki dari suku lain, tanah pusaka mereka akan berpindah ke suku tersebut, sehingga berkuranglah milik pusaka suku Manasye. Ini adalah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:4
Ayat ini menjelaskan bahwa pada Tahun Yobel, tanah pusaka akan kembali kepada suku asalnya, tetapi jika anak perempuan itu menikah dengan suku lain, tanahnya akan tetap menjadi milik suku suaminya, sehingga suku asal…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:5
Ayat ini menunjukkan Musa mendengarkan usul mereka dan kemudian memberikan perintah sesuai dengan TUHAN. Nabi Musa mengakui bahwa orang-orang dari keturunan Yusuf berkata benar, sehingga ia memberi keputusan dari Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:6
Ayat ini adalah perintah TUHAN kepada anak-anak perempuan Zelafehad: mereka boleh menikah dengan siapa saja yang mereka sukai, tetapi harus dengan orang dari suku mereka sendiri, agar tanah pusaka tidak beralih dari…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:7
Ayat ini menegaskan bahwa tanah pusaka tidak boleh berpindah dari satu suku ke suku lain. Setiap orang Israel harus menjaga agar warisan tanah tetap berada dalam suku mereka, sesuai dengan pembagian yang telah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:8
Ayat ini mengatur bahwa jika seorang perempuan mewarisi tanah dari ayahnya, ia harus menikah dengan laki-laki dari suku yang sama, supaya warisan itu tetap tinggal dalam suku ayahnya dan tidak berpindah ke suku lain.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:9
Ayat ini menegaskan kembali prinsip bahwa tanah pusaka tidak dapat dipindahkan dari satu suku ke suku lain di antara orang Israel. Setiap orang harus memelihara warisan yang telah ditetapkan bagi nenek moyangnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:10
Ayat ini menunjukkan bahwa anak-anak perempuan Zelafehad menaati perintah TUHAN yang disampaikan melalui Musa. Mereka melakukan apa yang telah diperintahkan, yaitu menikah dengan orang dari suku mereka sendiri.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:11
Ayat ini mencatat bahwa kelima anak perempuan Zelafehad, yaitu Mahla, Tirza, Hogla, Milka, dan Noa, menikah dengan saudara sepupu mereka dari pihak ayah, sehingga hak waris mereka tetap terjaga.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:12
Ayat ini menjelaskan bahwa anak-anak perempuan Zelafehad menikah dengan laki-laki dari keluarga Manasye, anak Yusuf, sehingga tanah pusaka mereka tetap menjadi milik keluarga ayah mereka, tidak berpindah suku.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 36:13
Ayat ini adalah penutup Kitab Bilangan, merangkum bahwa seluruh perintah dan hukum yang disampaikan TUHAN melalui Musa di dataran Moab, di tepi Sungai Yordan dekat Yerikho, adalah otoritas tertinggi bagi umat Israel.…
Arti lengkap, studi kata & renungan →