Sajak Kedua

Bilangan 23:18-30

Pesan Kedua dari Bileam

18Kemudian, Bileam bersajak: “Bangkitlah, hai Balak, dan dengarkanlah. Berilah telinga padaku, hai anak Zipor. 19Allah bukanlah manusia, Dia tidak akan berbohong. Allah bukan anak manusia; Dia tidak akan menyesal. Jika Dia berfirman, Dia melakukannya. Jika Dia berbicara, Dia menepatinya. 20Aku disuruh memberkati mereka. Dia juga memberkati, aku tidak dapat mengubahnya. 21Dia tidak melihat yang salah pada Yakub. dan kejahatan bangsa Israel. TUHAN, Allah mereka, bersama mereka. sorak-sorai raja di tengah mereka! 22Allah yang membawa mereka keluar dari Mesir, bagaikan tanduk banteng kuat baginya. 23Tidak ada mantra dapat mengalahkan Yakub, ataupun tenungan terhadap Israel. Orang akan berkata tentang Yakub dan Israel: ‘Apa yang telah Allah lakukan!’ 24Bangsa itu bangkit seperti singa betina, dan berdiri tegak bagai singa jantan. Dan ia tidak berbaring sampai ia makan mangsanya, dan minum darah kurbannya.” 25Balak berkata kepada Bileam, “Jikalau kamu tidak mengutuki mereka, janganlah kamu memberkatinya!” 26Jawab Bileam kepadanya, “Aku telah mengatakan kepadamu bahwa aku hanya mengatakan semua yang TUHAN firmankan, itu yang kulakukan.” 27Kemudian, Balak berkata kepada Bileam, “Marilah bersamaku ke tempat yang lain. Mungkin Allah berkenan di mata-Nya dan mengizinkanmu mengutuk bagiku dari tempat itu.” 28Balak pun membawa Bileam ke puncak Gunung Peor, yang menghadap ke padang gurun. 29Bileam berkata kepada Balak, “Dirikanlah 7 mazbah di sini. Lalu siapkanlah 7 sapi jantan dan 7 domba jantan.” 30Balak melakukan yang diminta oleh Bileam. Balak mempersembahkan sapi jantan dan domba jantan pada setiap mazbah.

Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya

Latar belakang

Bileam Menyatakan Sajak Kedua

Bileam menyampaikan sajak yang menegaskan bahwa Allah tidak berbohong dan tidak menyesal. Ia menekankan bahwa berkat TUHAN tidak dapat dibatalkan, dan Israel aman di bawah pemeliharaan-Nya.

Di mana

Gunung Pisga

Di lokasi yang sama, di hadapan Balak dan pemimpin Moab

Kapan

~1440 SM

Pengembaraan di Padang Gurun

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Balak bertanya firman TUHAN
Bileam mengucapkan sajak kedua
Kamu di sini
B

Yang berbicara

Bileam

Nabi non-Israel yang dipanggil untuk mengutuk

B

Kepada

Balak

Raja Moab yang ketakutan terhadap Israel

Arti tiap ayat

Penjelasan Bilangan 23:18-30 Ayat per Ayat

Bilangan 23:18

Bileam menyampaikan sajak kedua yang menekankan bahwa Allah tidak seperti manusia yang berdusta atau berubah pikiran. Dia setia pada janji-Nya, dan tidak ada yang dapat membatalkan berkat-Nya atas Israel.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:19

Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak seperti manusia yang bisa berbohong atau berubah pikiran. Jika Allah sudah berfirman, Dia akan melakukannya dan menepatinya. Ini adalah pernyataan tentang kesetiaan dan keandalan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:20

Bileam menyadari bahwa Allah telah memberkati Israel, dan dia tidak bisa mengubah berkat itu. Ini menunjukkan bahwa berkat Allah bersifat permanen dan tidak dapat dibatalkan oleh siapa pun, termasuk oleh seorang nabi…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:21

Allah tidak melihat kesalahan atau kejahatan pada Israel. Ini bukan berarti mereka sempurna, tetapi karena Allah telah mengampuni dan memilih mereka. Tuhan beserta mereka, dan Raja di tengah-tengah mereka, mungkin…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:22

Ayat ini merujuk pada kuasa Allah yang membawa Israel keluar dari Mesir, suatu tindakan penyelamatan yang dahsyat. Kekuatan Allah disamakan dengan tanduk banteng yang kuat, menggambarkan kuasa yang tak terkalahkan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:23

Tidak ada mantra, tenungan, atau kutukan yang dapat melawan Israel. Sebaliknya, orang akan melihat karya Allah dalam hidup mereka dan berkata, 'Apa yang telah Allah lakukan!' Ini adalah pernyataan tentang perlindungan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:24

Israel digambarkan sebagai singa betina dan singa jantan yang bangkit dengan gagah berani, tidak beristirahat sampai memakan mangsanya. Ini melambangkan kekuatan, keberanian, dan kemenangan Israel atas musuh-musuhnya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:25

Balak kesal karena Bileam memberkati Israel, bukan mengutuknya. Dia mencoba membatasi tindakan Bileam: jika tidak mengutuk, maka jangan memberkati. Ini menunjukkan usaha manusia untuk mengontrol pesan Tuhan, tetapi…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:26

Bileam menegaskan bahwa ia hanya bisa mengatakan apa yang Tuhan firmankan. Ini mengajarkan bahwa utusan Allah harus tunduk sepenuhnya pada kehendak-Nya, bukan pada keinginan manusia. Firman Tuhan tidak bisa dimanipulasi.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:27

Balak, yang masih berharap, mengajak Bileam ke tempat lain, dengan pikiran bahwa Tuhan mungkin berubah pikiran. Ini menggambarkan kesalahpahaman bahwa Tuhan bisa dipengaruhi oleh lokasi atau ritual, padahal Allah tidak…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:28

Balak membawa Bileam ke puncak Gunung Peor, yang menghadap ke padang gurun, untuk mencoba lagi mengutuk Israel. Tempat-tempat ini dalam budaya kuno dianggap sakral, tetapi kedaulatan Allah tidak terbatas oleh geografi.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:29

Bileam kembali meminta Balak untuk membangun tujuh mazbah dan menyiapkan korban, mengulangi ritual yang sama. Ini menunjukkan bahwa upacara keagamaan tidak menjamin perubahan keputusan Tuhan; Allah tidak bisa disuap…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Bilangan 23:30

Balak melakukan permintaan Bileam dan mempersembahkan korban di setiap mazbah. Ini menunjukkan kesia-siaan usaha manusia untuk mengubah keputusan Allah melalui pengorbanan. Allah tidak dapat dipengaruhi oleh banyaknya…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Bilangan 23 selengkapnya