Tuhan Bukan Manusia
Bilangan 23:19
Bileam Memberkati Israel
“Allah bukanlah manusia, Dia tidak akan berbohong. Allah bukan anak manusia; Dia tidak akan menyesal. Jika Dia berfirman, Dia melakukannya. Jika Dia berbicara, Dia menepatinya.”Bilangan 23:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”Bilangan 23:19 · TB
Terjemahan Baru
“Allah tidak seperti manusia yang gampang menyesal dan suka berdusta. Bila Allah berjanji, pasti Ia tepati! Bila Ia berbicara, tentu akan terlaksana!”Bilangan 23:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Allah itu bukan seperti manusia, jadi Dia tidak pernah berbohong. Dia tidak pernah berubah pikiran seperti kita. Semua yang dikatakan-Nya, pasti Dia lakukan. Semua yang dijanjikan-Nya, pasti Dia tepati.”Bilangan 23:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“God is not a man, that he should lie; neither the son of man, that he should repent: hath he said, and shall he not do it? or hath he spoken, and shall he not make it good?”Bilangan 23:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 23:19?
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak seperti manusia yang bisa berbohong atau berubah pikiran. Jika Allah sudah berfirman, Dia akan melakukannya dan menepatinya. Ini adalah pernyataan tentang kesetiaan dan keandalan Allah.
Latar belakang
Firman yang Tak Dapat Diubah
Bileam menyampaikan sajak kedua kepada Balak. Dia menegaskan bahwa Tuhan tidak seperti manusia yang bisa berdusta atau berubah pikiran. Jika Tuhan telah berfirman memberkati Israel, maka tidak ada yang bisa membatalkannya.
Di mana
Gunung Pisga
Di puncak gunung, dekat kurban bakaran
Kapan
~1406 SM
Perjalanan ke Tanah Perjanjian
Yang berbicara
Bileam
Nabi dari Mesopotamia, diupah untuk mengutuk Israel
Kepada
Balak
Raja Moab, ingin Israel dikutuk
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
לֹא אִישׁ
lo ish · bukan manusia
ungkapan yang menekankan perbedaan hakiki antara Allah dan manusia
כָּזַב
kazar · berbohong
berdusta, tidak menepati janji
נָחַם
nacham · menyesal
berubah pikiran, menyesali, terhibur
Ketiga kata ini membentuk gambaran Allah yang transenden dan tidak berubah. Dia bukan manusia yang mudah berdusta, dan Dia tidak seperti manusia yang menyesal atau berubah pikiran. Janji-Nya pasti.
Tahukah kamu
Akar Kata 'Menyesal'
Kata 'menyesal' dalam bahasa Ibrani adalah 'nacham' yang bisa berarti 'terhibur' atau 'berubah pikiran'. Di sini, Bileam menekankan bahwa Allah tidak berubah pikiran seperti manusia.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 23:19
1 Samuel 15:29
Menggemakan sifat Allah
“Dan juga Yang Maha Mulia dari Israel tidak berdusta dan tidak menyesal, sebab Ia bukan manusia yang menyesal.”
Mazmur 33:4
Kebenaran firman-Nya
“Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu yang dilakukan-Nya dengan kesetiaan.”
Titus 1:2
Allah tidak berdusta
“berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal, yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 23:19
✕ Sering dikira
Allah tidak pernah menyesal sama sekali, sehingga Ia tidak peduli dengan dosa manusia.
✓ Yang sebenarnya
'Menyesal' di sini berarti berubah pikiran atau membatalkan janji. Allah dapat berbelas kasihan atau menghukum, tetapi janji-Nya tetap teguh.
✕ Sering dikira
Karena Allah bukan manusia, Ia tidak dapat memahami perasaan manusia.
✓ Yang sebenarnya
Konteknya adalah tentang kesetiaan dan kebenaran, bukan tentang kurangnya empati. Allah sendiri menjadi manusia dalam Yesus.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 23:19
Saat kita ragu apakah janji Allah akan digenapi, ingatlah bahwa Allah tidak seperti manusia yang bisa ingkar. Peganglah firman-Nya dengan teguh, karena Dia pasti melakukan apa yang Dia katakan.
Ya Allah, tolong aku untuk percaya bahwa setiap firman-Mu pasti digenapi, dan beri aku kekuatan untuk berpegang pada janji-Mu dalam hidupku. Amin.