Tuhan Bukan Manusia

Bilangan 23:19

Bileam Memberkati Israel

Allah bukanlah manusia, Dia tidak akan berbohong. Allah bukan anak manusia; Dia tidak akan menyesal. Jika Dia berfirman, Dia melakukannya. Jika Dia berbicara, Dia menepatinya.

Bilangan 23:19 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Bilangan 23:19?

Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak seperti manusia yang bisa berbohong atau berubah pikiran. Jika Allah sudah berfirman, Dia akan melakukannya dan menepatinya. Ini adalah pernyataan tentang kesetiaan dan keandalan Allah.

Latar belakang

Firman yang Tak Dapat Diubah

Bileam menyampaikan sajak kedua kepada Balak. Dia menegaskan bahwa Tuhan tidak seperti manusia yang bisa berdusta atau berubah pikiran. Jika Tuhan telah berfirman memberkati Israel, maka tidak ada yang bisa membatalkannya.

Di mana

Gunung Pisga

Di puncak gunung, dekat kurban bakaran

Kapan

~1406 SM

Perjalanan ke Tanah Perjanjian

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Keluaran dari Mesir
Masuk ke Kanaan
Kamu di sini
B

Yang berbicara

Bileam

Nabi dari Mesopotamia, diupah untuk mengutuk Israel

B

Kepada

Balak

Raja Moab, ingin Israel dikutuk

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

לֹא אִישׁ

lo ish · bukan manusia

ungkapan yang menekankan perbedaan hakiki antara Allah dan manusia

כָּזַב

kazar · berbohong

berdusta, tidak menepati janji

נָחַם

nacham · menyesal

berubah pikiran, menyesali, terhibur

Ketiga kata ini membentuk gambaran Allah yang transenden dan tidak berubah. Dia bukan manusia yang mudah berdusta, dan Dia tidak seperti manusia yang menyesal atau berubah pikiran. Janji-Nya pasti.

Tahukah kamu

Akar Kata 'Menyesal'

Kata 'menyesal' dalam bahasa Ibrani adalah 'nacham' yang bisa berarti 'terhibur' atau 'berubah pikiran'. Di sini, Bileam menekankan bahwa Allah tidak berubah pikiran seperti manusia.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 23:19

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Bilangan 23:19

✕  Sering dikira

Allah tidak pernah menyesal sama sekali, sehingga Ia tidak peduli dengan dosa manusia.

✓  Yang sebenarnya

'Menyesal' di sini berarti berubah pikiran atau membatalkan janji. Allah dapat berbelas kasihan atau menghukum, tetapi janji-Nya tetap teguh.

✕  Sering dikira

Karena Allah bukan manusia, Ia tidak dapat memahami perasaan manusia.

✓  Yang sebenarnya

Konteknya adalah tentang kesetiaan dan kebenaran, bukan tentang kurangnya empati. Allah sendiri menjadi manusia dalam Yesus.

Renungan

Renungan Singkat Bilangan 23:19

Saat kita ragu apakah janji Allah akan digenapi, ingatlah bahwa Allah tidak seperti manusia yang bisa ingkar. Peganglah firman-Nya dengan teguh, karena Dia pasti melakukan apa yang Dia katakan.

Ya Allah, tolong aku untuk percaya bahwa setiap firman-Mu pasti digenapi, dan beri aku kekuatan untuk berpegang pada janji-Mu dalam hidupku. Amin.