Krisis Air di Kadesh
Bilangan 20:2-13
Musa Melakukan Kesalahan
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Kehabisan Air, Umat Bersungut
Sesampainya di Kadesh, tidak ada air untuk umat dan ternak. Mereka berkumpul menentang Musa dan Harun, mengulang pola keluhan yang sudah sering terjadi.
Di mana
Kadesh-Barnea
Perkemahan di padang gurun
Kapan
~1440 SM
Pengembaraan di Padang Gurun
Yang berbicara
Musa
Penulis kitab, pemimpin Israel
Kepada
Pembaca
Orang yang merindukan pertumbuhan
Arti tiap ayat
Penjelasan Bilangan 20:2-13 Ayat per Ayat
Bilangan 20:2
Fokus ayat ini adalah ketiadaan air yang memicu umat Israel berkumpul menentang Musa dan Harun. Kekurangan sumber daya membuat umat mengeluh dan mempertanyakan kepemimpinan Musa dan Harun, menunjukkan ketidakpercayaan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 20:3
Umat Israel mengungkapkan penyesalan yang ironis dan keliru: mereka berkata 'Andai saja kami mati ketika saudara-saudara kami itu mati di hadapan TUHAN', merujuk pada kematian karena tulah atau hukuman. Ini menunjukkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 20:4
Umat Israel menuduh Musa dan Harun membawa mereka ke padang belantara untuk mati, termasuk hewan ternak mereka. Pertanyaan ini mencerminkan ketidakpercayaan mereka terhadap rencana Tuhan dan menyalahkan pemimpin…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 20:5
Umat Israel merindukan Mesir dan menyebut tempat ini sebagai 'tempat celaka' karena tidak ada biji-bijian, pohon ara, anggur, delima, atau air. Padahal di Mesir mereka adalah budak; rindu yang tidak realistis terhadap…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 20:6
Musa dan Harun pergi ke pintu tenda pertemuan dan sujud, dan kemuliaan TUHAN menampakkan diri kepada mereka. Ini menunjukkan bahwa di tengah krisis, para pemimpin berseru kepada Tuhan, dan Tuhan merespons dengan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 20:7
Setelah umat bersungut-sungut karena tidak ada air, TUHAN berfirman kepada Musa. Ini menunjukkan bahwa Allah mendengar keluhan dan tetap memberikan petunjuk, sekalipun umat sering gagal percaya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 20:8
TUHAN memerintahkan Musa untuk mengambil tongkat, mengumpulkan umat, dan berbicara kepada bukit batu itu agar mengeluarkan air. Perintah ini menekankan ketaatan pada firman Allah, bukan pada kekuatan atau cara manusia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 20:9
Musa mengambil tongkat dari hadapan TUHAN sesuai perintah-Nya. Ini adalah tindakan ketaatan awal, tetapi sayangnya, ketaatan itu tidak sempurna karena nanti ia memukul batu itu, bukan hanya berbicara.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 20:10
Musa memanggil umat dan berkata dengan nada marah: 'Dengarkanlah, hai pemberontak! Haruskah kami mengeluarkan air dari bukit batu ini?' Kata 'kami' menunjukkan bahwa Musa mengambil porsi yang seharusnya untuk Allah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 20:11
Musa memukul bukit batu dua kali, dan air keluar. Secara lahiriah, mujizat terjadi, tetapi caranya tidak sesuai perintah TUHAN. Ini mengingatkan bahwa ketaatan yang setengah-setengah tetap punya konsekuensi.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 20:12
TUHAN menegur Musa dan Harun karena tidak percaya dan tidak menghormati kekudusan-Nya di depan umat. Akibatnya, mereka tidak akan masuk ke negeri yang dijanjikan. Ini menunjukkan betapa seriusnya dosa ketidakpercayaan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Bilangan 20:13
Ayat ini menamai tempat itu 'Meriba', yang berarti 'pertengkaran', karena orang Israel bertengkar dengan TUHAN di sana. Meskipun mereka bersalah, TUHAN tetap menunjukkan kekudusan-Nya dengan memberikan air, tetapi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →