Tuhan Menghukum Musa dan Harun
Bilangan 20:12
Air dari Bukit Batu dan Kematian Harun
“Namun, TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, “Oleh karena kamu tidak mempercayai Aku, dan tidak menjaga kekudusan-Ku di mata orang Israel. Oleh sebab itu, kamu tidak akan memimpin umat itu memasuki negeri yang telah Kuberikan kepada mereka.””Bilangan 20:12 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya Bilangan 20.13–17 122 kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka."”Bilangan 20:12 · TB
Terjemahan Baru
“Tetapi TUHAN menegur Musa dan Harun, kata-Nya, "Karena kamu kurang percaya kepada-Ku untuk menyatakan kuasa-Ku yang suci di depan bangsa Israel, kamu tidak akan memimpin mereka masuk ke negeri yang Kujanjikan kepada mereka."”Bilangan 20:12 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Tetapi TUHAN berkata kepada Musa dan Harun, “Karena kalian berdua tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati Aku sebagai Allah yang kudus di depan mata orang Israel, kalian tidak akan membawa umat ini masuk ke negeri yang Aku berikan kepada mereka.””Bilangan 20:12 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And the LORD spake unto Moses and Aaron, Because ye believed me not, to sanctify me in the eyes of the children of Israel, therefore ye shall not bring this congregation into the land which I have given them.”Bilangan 20:12 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Bilangan 20:12?
TUHAN menegur Musa dan Harun karena tidak percaya dan tidak menghormati kekudusan-Nya di depan umat. Akibatnya, mereka tidak akan masuk ke negeri yang dijanjikan. Ini menunjukkan betapa seriusnya dosa ketidakpercayaan dan kemarahan.
Latar belakang
Konsekuensi Ketidakpercayaan
Tuhan menegur Musa dan Harun karena tidak mempercayai-Nya dan tidak menguduskan nama-Nya di depan umat Israel. Akibatnya, mereka tidak akan masuk ke Tanah Perjanjian.
Di mana
Kadesh-Barnea
Tidak spesifik, tetapi di lokasi yang sama
Kapan
~1440 SM
Pengembaraan di Padang Gurun
Yang berbicara
TUHAN
Allah Israel, yang berbicara langsung kepada Musa dan Harun
Kepada
Musa dan Harun
Pemimpin Israel, kakak beradik dari suku Lewi
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
הֶאֱמַנְתֶּם
he'emantem · mempercayai
Percaya, memiliki iman yang teguh kepada seseorang.
לְהַקְדִּישֵׁנִי
lehakdishani · menjaga kekudusan
Memperlakukan sebagai kudus, menghormati kesucian.
תָּבִיאוּ
tavi'u · memimpin
Membawa masuk, menuntun ke suatu tempat.
Ketiga kata ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Musa dan Harun seharusnya mencerminkan iman dan kekudusan; kegagalan mereka memisahkan mereka dari tujuan utama.
Tahukah kamu
Hukuman yang Tidak Dapat Dibatalkan
Meskipun Musa memohon kepada Tuhan untuk diizinkan masuk ke tanah itu (Ulangan 3:23-25), Tuhan menolak, menunjukkan keseriusan pelanggaran ini.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Bilangan 20:12
Bilangan 27:14
Pengulangan alasan
“Karena kamu telah melanggar titah-Ku di padang gurun Zin, pada waktu umat itu bertengkar, untuk menguduskan Aku di dekat air itu.”
Ulangan 32:51
Penjelasan Musa
“karena kamu telah berubah setia terhadap Aku di tengah-tengah orang Israel, dekat mata air Meriba di Kadesh, di padang gurun Zin.”
Mazmur 106:32-33
Dampak pada Musa
“Mereka membuat Dia marah di mata air Meriba, sehingga Musa kena celaka karena mereka; sebab mereka memahitkan hatinya, sehingga ia berkata-kata dengan tidak hati-hati.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Bilangan 20:12
✕ Sering dikira
Tuhan menghukum Musa karena dosa yang tidak disengaja.
✓ Yang sebenarnya
Musa bertindak dengan sadar, dan kegagalannya adalah kurangnya iman, bukan sekadar kelalaian.
✕ Sering dikira
Hukuman itu berarti Musa dan Harun tidak diselamatkan.
✓ Yang sebenarnya
Hukuman itu bersifat duniawi: mereka tidak masuk Kanaan, tetapi mereka tetap umat Tuhan; Harun mati dan Musa juga.
Renungan
Renungan Singkat Bilangan 20:12
Kita mungkin berpikir bahwa melakukan hal besar untuk Tuhan sudah cukup, tetapi TUHAN melihat hati kita. Ketidakpercayaan dan merampas kemuliaan-Nya bisa menghalangi berkat atau panggilan kita.
Ya Allah, perbarui iman kami dan jagalah hati kami agar senantiasa menghormati-Mu dalam setiap tindakan. Amin.