Nyanyian Kota Kuat
Yesaya 26:1-12
Nyanyian Pujian
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Kota yang Kuat dari Allah
Yesaya menulis nyanyian pujian untuk Yehuda, menegaskan bahwa Allah adalah kota yang kuat dan benteng keselamatan. Ini adalah nyanyian harapan di tengah ancaman musuh, menekankan keamanan yang diberikan Allah bagi umat-Nya.
Di mana
Yerusalem
Konteks penulisan, mungkin di bait suci
Kapan
~700 SM
Kerajaan Terbagi
Yang berbicara
Yesaya
Nabi, penasihat raja, ~60 tahun
Kepada
Umat Yehuda
Umat pilihan Allah, sedang menghadapi ancaman
Arti tiap ayat
Penjelasan Yesaya 26:1-12 Ayat per Ayat
Yesaya 26:1
Ayat ini menggambarkan nyanyian syukur bangsa Yehuda karena memiliki kota yang kuat, yaitu Yerusalem, yang dilindungi Allah dengan tembok dan benteng keselamatan. Ini menunjukkan bahwa Allah adalah pelindung yang kokoh…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 26:2
Ayat ini mengajak agar pintu gerbang kota dibuka bagi bangsa yang benar, yaitu mereka yang setia dan memegang teguh kesetiaan kepada Allah. Ini menekankan bahwa hanya orang yang hidup benar yang dapat masuk ke dalam…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 26:3
Ayat ini menyatakan bahwa orang yang hatinya teguh dan percaya kepada Allah akan dijaga dalam kedamaian yang sempurna. Ini adalah janji ketenangan batin bagi mereka yang mengandalkan Tuhan sepenuhnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 26:4
Ayat ini mengajak umat untuk percaya kepada TUHAN selamanya, karena Dia adalah batu karang yang kekal. Ini menegaskan bahwa Allah adalah fondasi yang tidak pernah goyah dan selalu dapat diandalkan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 26:5
Ayat ini menggambarkan bagaimana Allah merendahkan orang-orang yang sombong dan kota-kota yang tinggi hati, membuang mereka ke debu. Ini menunjukkan kuasa Allah untuk merendahkan kesombongan manusia.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 26:6
Ayat ini melanjutkan gambaran tentang kehancuran orang sombong: mereka akan diinjak-injak oleh kaki orang miskin dan lemah. Ini menunjukkan bahwa Allah memihak kepada yang tertindas dan merendahkan yang congkak.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 26:7
Ayat ini menyatakan bahwa jalan orang benar itu lurus, dan penulis meminta Tuhan, yang Mahatulus, untuk meratakan jalan tersebut. Artinya, Tuhan memimpin dan mempermudah langkah orang yang hidup setia kepada-Nya,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 26:8
Ayat ini berbicara tentang kerinduan umat untuk berjalan di jalan keadilan Tuhan sambil menantikan Dia. Nama dan kemasyhuran Tuhan menjadi kesukaan hati mereka, menunjukkan hubungan yang intim dan pengharapan yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 26:9
Ayat ini mengungkapkan kerinduan yang mendalam akan Tuhan, baik di malam hari maupun di dalam roh. Ketika Tuhan menghakimi bumi, penduduknya belajar kebenaran—penghakiman Tuhan menjadi guru yang membawa orang kepada…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 26:10
Ayat ini menegaskan bahwa orang fasik tidak belajar kebenaran meskipun menerima kasih karunia. Di tengah lingkungan yang jujur pun, mereka tetap berbuat curang dan tidak melihat keagungan Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 26:11
Ayat ini menyatakan bahwa meskipun Tuhan mengangkat tangan-Nya untuk menghukum, orang fasik tidak menyadarinya. Namun, mereka akan melihat kecemburuan Tuhan terhadap umat-Nya dan menjadi malu, karena api akan memakan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 26:12
Ayat ini adalah pernyataan iman bahwa Tuhan akan menetapkan damai sejahtera bagi umat-Nya, karena segala pekerjaan mereka dikerjakan oleh Tuhan. Dengan kata lain, damai sejahtera dan keberhasilan berasal dari Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →