Kesia-siaan Pembuat Berhala
Yesaya 44:9-20
Allah Palsu Tidak Berguna
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Kesia-siaan Patung-patung
Yesaya mulai mengejek pembuatan berhala, menunjukkan bahwa para pembuatnya dan patung itu sendiri tidak berguna dan tidak berdaya. Mereka tidak dapat melihat atau mengetahui apa-apa, sehingga mereka akan dipermalukan.
Di mana
Babilonia
Di tengah komunitas orang buangan
Kapan
~700 SM
Pembuangan Babilonia
Yang berbicara
Yesaya
Nabi yang melayani di Yehuda, ~740-680 SM
Kepada
Umat Israel
Orang-orang yang sedang dalam pembuangan
Arti tiap ayat
Penjelasan Yesaya 44:9-20 Ayat per Ayat
Yesaya 44:9
Membuat patung berhala adalah usaha yang sia-sia karena patung tidak bisa melihat atau mengetahui apa pun. Orang-orang yang menyembahnya akan dipermalukan, karena mereka menyembah benda mati yang tidak bisa menolong.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 44:10
Ayat ini mengejek orang yang membuat ilah dari logam atau kayu, karena patung itu tidak berguna dan tidak bisa memberikan keselamatan. Semua usaha itu sia-sia, dan tukangnya hanya manusia biasa yang tidak berdaya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 44:11
Tuhan berkata bahwa semua orang yang terlibat dalam pembuatan berhala akan dipermalukan. Para pengrajin dan pendukungnya hanyalah manusia, dan ketika mereka berkumpul, mereka akan gemetar dan malu karena menyembah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 44:12
Gambaran tentang tukang besi yang membuat berhala: ia bekerja keras, menjadi lapar dan letih, tetapi hasil karyanya adalah patung yang tidak bernyawa. Ini menunjukkan betapa bodohnya usaha manusia menciptakan allah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 44:13
Ayat ini menggambarkan tukang kayu yang memahat kayu menjadi patung. Dia mengukur, menandai, dan membentuk kayu itu menyerupai manusia, lalu meletakkannya di dalam rumah. Ini menunjukkan betapa sia-sianya membuat ilah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 44:14
Tukang kayu memilih pohon, menanamnya, dan merawatnya hingga tumbuh besar. Namun, pohon yang sama yang dia rawat dengan susah payah akan dibakar sebagian dan sisanya dijadikan patung. Ini menunjukkan betapa tidak masuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 44:15
Manusia memakai sebagian kayu untuk bahan bakar memasak dan menghangatkan diri, lalu sisa kayu yang sama dijadikan ilah untuk disembah. Ini menunjukkan kebodohan menyembah benda mati yang justru berasal dari ciptaan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 44:16
Dari kayu yang sama, manusia membakar setengahnya untuk memasak daging dan menghangatkan diri. Dia merasa nyaman dengan api itu, tetapi tidak menyadari bahwa kayu yang sama bisa menjadi patung yang dia sembah. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 44:17
Sisa kayu dijadikan allah dan manusia sujud menyembahnya, berdoa meminta keselamatan dari patung buatannya sendiri. Ini menunjukkan betapa tidak masuk akalnya berharap kepada benda mati yang tidak bisa menolong.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 44:18
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang menyembah berhala tidak tahu dan tidak mengerti karena Tuhan telah menutup mata dan hati mereka. Ini adalah konsekuensi dari sikap mereka yang memilih untuk tidak melihat kebenaran.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 44:19
Ayat ini menantang orang yang menyembah berhala untuk berpikir kritis: dia membakar setengah kayu untuk memasak dan menghangatkan diri, lalu menyembah sisa kayu yang sama. Ini menunjukkan betapa tidak masuk akalnya…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Yesaya 44:20
Orang yang menyembah berhala digambarkan 'makan abu'—mencari kepuasan dari hal yang sia-sia dan menipu diri sendiri. Hatinya tertipu sehingga tidak bisa melihat bahwa berhala itu dusta, dan ia tidak dapat menyelamatkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →