Pohon dipilih untuk menjadi berhala

Yesaya 44:14

Kebodohan Berhala dan Kasih Sang Penebus

Dia menebang pohon-pohon aras, atau memilih pohon cemara atau pohon tarbantin. Dia memeliharanya di antara pohon-pohon hutan. Dia menanam pohon aras dan hujan membuatnya bertumbuh.

Yesaya 44:14 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Yesaya 44:14?

Tukang kayu memilih pohon, menanamnya, dan merawatnya hingga tumbuh besar. Namun, pohon yang sama yang dia rawat dengan susah payah akan dibakar sebagian dan sisanya dijadikan patung. Ini menunjukkan betapa tidak masuk akalnya menyembah sesuatu yang berasal dari ciptaan, bukan Sang Pencipta.

Latar belakang

Pohon pilihan manusia

Yesaya menggambarkan tukang kayu memilih pohon aras, cemara, atau tarbantin, menanamnya, dan membiarkannya tumbuh—hanya untuk kemudian dijadikan bahan api dan berhala. Ini menunjukkan kontras antara pohon ciptaan Allah dan allah buatan manusia.

Di mana

Yerusalem

Nubuatan tertulis untuk masa depan

Kapan

~700 SM

Kerajaan Yehuda

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Peringatan akan pembuangan
Pemulihan oleh Koresh
Kamu di sini
Y

Yang berbicara

Yesaya

Nabi Allah yang mengecam penyembahan berhala.

U

Kepada

Umat Israel

Mereka yang melupakan Pencipta.

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

כָּרַת

karat · menebang

memotong atau menebang pohon

בָּחַר

bachar · memilih

memilih atau memilah dengan sengaja

אֵלָה

elah · pohon tarbantin

sejenis pohon besar, sering di tempat tinggi

Kata 'memilih' menunjukkan kesengajaan; manusia memilih bahan terbaik untuk membuat allah, padahal Allah telah memilih mereka—ironi yang kuat.

Tahukah kamu

Tarbantin: pohon suci kuno

Tarbantin (pistachio terebinth) sering dikaitkan dengan tempat pemujaan kafir, seperti di bawah pohon besar.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Yesaya 44:14

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Yesaya 44:14

✕  Sering dikira

Pohon-pohon ini khusus untuk berhala.

✓  Yang sebenarnya

Semua pohon bisa dipakai; yang penting kesia-siaan memilih untuk disembah.

✕  Sering dikira

Tuhan marah pada pohon.

✓  Yang sebenarnya

Tuhan marah pada manusia yang menyembah pohon, bukan pohonnya.

Renungan

Renungan Singkat Yesaya 44:14

Kita sering menghabiskan waktu dan tenaga untuk membangun sesuatu, lalu lupa bahwa semua itu berasal dari Tuhan. Jangan sampai kita lebih mencintai pemberian daripada Pemberi, dan menjadikan itu sebagai andalan hidup.

Tuhan, ajar aku untuk selalu mengingat bahwa segala yang aku miliki adalah dari-Mu, dan hanya Engkau yang layak disembah. Amin.