Sendirian di Atena, khawatir
1 Tesalonika 3:1-13
Kabar Baik dari Timotius tentang Jemaat di Tesalonika
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Penantian yang melelahkan
Paulus pergi dari Tesalonika karena penganiayaan, meninggalkan jemaat yang masih baru dan labil. Muncul di Atena, dia sendirian — rekan-rekannya belum tiba. Kekhawatiran tentang jemaat yang ditinggal membuat dia putus asa. Dia tidak bisa menunggu lagi.
Di mana
Atena
Paulus sendirian di kota filsuf untuk menunggu Timotius, sebuah perpisahan yang panjang
Kapan
~50 M
Paulus terpisah dari jemaat, cemas dan impulsif
Yang berbicara
Paulus
Rasul yang gelisah terpisah dari jemaat baru
Kepada
Jemaat Tesalonika
Komunitas yang tertinggal akibat pengusiran Paulus dari kota
Arti tiap ayat
Penjelasan 1 Tesalonika 3:1-13 Ayat per Ayat
1 Tesalonika 3:1
Paulus menjelaskan bahwa karena sangat rindu dan khawatir, ia memutuskan untuk tetap sendirian di Atena supaya bisa mengirim Timotius ke Tesalonika. Ini menunjukkan pengorbanan diri demi kepentingan jemaat.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:2
Timotius dikirim sebagai utusan untuk menguatkan dan menasihati jemaat dalam iman. Ini menunjukkan pentingnya dukungan antar sesama percaya dan kerja sama dalam pelayanan Injil.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:3
Paulus mengingatkan bahwa penderitaan adalah bagian dari panggilan Kristen. Jemaat tidak perlu goyah karena hal itu justru menegaskan identitas mereka sebagai pengikut Kristus.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:4
Paulus sudah memperingatkan mereka sebelumnya bahwa penderitaan akan datang, dan itu memang terjadi. Ini menunjukkan bahwa penderitaan adalah hal yang nyata dan bisa diprediksi dalam hidup Kristen.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:5
Paulus mengutus Timotius untuk memastikan iman jemaat tidak digoyahkan oleh si penggoda (Iblis). Ia khawatir jerih payahnya menjadi sia-sia jika mereka jatuh.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:6
Timotius kembali membawa kabar baik tentang iman dan kasih jemaat, serta kerinduan mereka untuk bertemu. Ini membawa sukacita besar bagi Paulus dan kawan-kawan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:7
Paulus terhibur oleh kabar baik tentang iman jemaat Tesalonika, meskipun ia sendiri sedang mengalami kesusahan dan penderitaan. Ini menunjukkan bahwa iman yang teguh dari orang percaya dapat menjadi sumber penghiburan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:8
Paulus menyatakan bahwa hidupnya terasa berarti dan penuh semangat ketika jemaat berdiri teguh dalam Tuhan. Ini menunjukkan bahwa keberadaan dan keteguhan iman orang percaya sangat berharga bagi para pemimpin rohani,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:9
Paulus merasa sangat bersyukur kepada Allah atas jemaat Tesalonika, dan ia bertanya-tanya bagaimana cara yang tepat untuk mengucap syukur. Ini menunjukkan bahwa sukacita karena melihat pertumbuhan rohani orang lain…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:10
Paulus berdoa siang dan malam dengan sangat rindu untuk dapat bertemu kembali dengan jemaat Tesalonika, dengan tujuan untuk melengkapi apa yang masih kurang dalam iman mereka. Ini menunjukkan kerinduan gembala untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:11
Paulus menyerahkan rencananya kepada Allah dan Bapa serta Yesus, Tuhan kita, memohon agar mereka menuntun jalannya untuk kembali ke Tesalonika. Ini menunjukkan bahwa meskipun Paulus punya keinginan kuat, ia tetap…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:12
Paulus berdoa agar Tuhan membuat jemaat bertumbuh dan berlimpah dalam kasih, baik terhadap sesama maupun terhadap semua orang, seperti kasih yang Paulus sendiri tunjukkan. Ini menunjukkan bahwa kasih yang berlimpah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
1 Tesalonika 3:13
Ayat ini adalah doa Paulus agar jemaat di Tesalonika dikuatkan hatinya sehingga hidup kudus dan tak bercacat di hadapan Allah. Ini terjadi pada saat kedatangan Yesus kembali bersama orang-orang kudus-Nya. Paulus…
Arti lengkap, studi kata & renungan →