Yesus meninggalkan Galilea menuju Yudea
Matius 19:1-12
Pengajaran tentang Perceraian
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Jalan terakhir ke Yerusalem dimulai
Yesus menyelesaikan pelayanan-Nya di Galilea dan mulai berjalan ke selatan. Rute yang Dia ambil melewati Perea (daerah seberang Yordan) untuk menghindari Samaria. Kerumunan besar mengikuti-Nya sepanjang jalan.
Di mana
Perbatasan Galilea-Yudea, seberang Yordan
Jalur perjalanan melewati Perea ke selatan
Kapan
~29-30 M
Perjalanan terakhir menuju Yerusalem
Yang berbicara
Matius (narator)
Murid Yesus, mantan pemungut pajak
Kepada
Pembaca Injil Matius
Komunitas Yahudi-Kristen abad pertama
Arti tiap ayat
Penjelasan Matius 19:1-12 Ayat per Ayat
Matius 19:1
Ayat ini menandai peralihan dalam pelayanan Yesus. Setelah selesai mengajar di Galilea, Ia pergi ke Yudea, daerah di seberang Sungai Yordan. Ini menunjukkan perjalanan-Nya menuju Yerusalem, di mana Ia akan menghadapi…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 19:2
Banyak orang mengikuti Yesus karena mereka mendengar dan melihat pelayanan-Nya. Dia menyembuhkan mereka yang sakit dan membutuhkan pertolongan. Ini menunjukkan belas kasihan Yesus dan kuasa-Nya untuk memulihkan, serta…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 19:3
Orang Farisi datang dengan maksud mencobai Yesus dengan pertanyaan tentang perceraian. Mereka ingin menjebak-Nya dengan isu yang kontroversial. Pertanyaan mereka tentang 'berbagai alasan' menunjukkan perdebatan pada…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 19:4
Yesus menjawab dengan mengarahkan kembali ke awal penciptaan. Ia menegaskan bahwa Allah menciptakan manusia sebagai laki-laki dan perempuan, dan pernikahan adalah rancangan Allah sejak semula. Ini melampaui perdebatan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 19:5
Yesus mengutip buku Kejadian untuk menunjukkan bahwa pernikahan bukan sekadar kontrak manusia, tetapi ikatan yang begitu kuat sehingga suami dan istri menjadi 'satu tubuh'. Ini berarti adanya kesatuan yang mendalam,…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 19:6
Yesus menyimpulkan bahwa karena pernikahan adalah persatuan yang Allah kerjakan, manusia tidak boleh memisahkannya. Ini menegaskan bahwa perceraian bukanlah bagian dari rencana Allah. Pernikahan adalah ikatan suci yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 19:7
Orang Farisi mempertanyakan perintah Musa tentang surat cerai. Mereka mencoba menjebak Yesus dengan mengutip hukum Taurat, seolah-olah itu bertentangan dengan ajaran-Nya tentang pernikahan yang tidak terceraikan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 19:8
Yesus menjelaskan bahwa perceraian diizinkan karena kekerasan hati manusia, bukan karena itu rencana awal Allah. Pada mulanya, Allah merancang pernikahan sebagai ikatan yang kudus dan permanen.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 19:9
Yesus menegaskan bahwa perceraian hanya diizinkan karena percabulan (zina). Jika seseorang bercerai tanpa alasan itu dan menikah lagi, ia berzina. Ini menekankan keseriusan ikatan pernikahan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 19:10
Murid-murid berpikir jika perceraian sesulit itu, maka lebih baik tidak menikah saja. Ungkapan ini menunjukkan betapa beratnya standar yang Yesus ajarkan, sehingga mereka merasa tidak sanggup.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 19:11
Yesus menjelaskan bahwa tidak semua orang dapat menerima nasihat untuk tetap tidak menikah; hanya mereka yang dikaruniai. Ini menunjukkan bahwa panggilan untuk selibat adalah anugerah khusus dari Allah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 19:12
Yesus menyebut tiga alasan orang tidak menikah: sejak lahir, karena dimandulkan orang lain, dan karena memilih hidup mandul demi Kerajaan Surga. Ini menekankan bahwa melayani Tuhan bisa melampaui nikah.
Arti lengkap, studi kata & renungan →