Perkataan Orang Berhikmat

Amsal 24:23-34

Perkataan-Perkataan Hikmat Lagi

Latar belakang

Keadilan tanpa pilih kasih

Ayat ini menegaskan bahwa dalam pengadilan, memihak seseorang atau menunjukkan preferensi adalah salah. Ini menekankan bahwa keadilan harus buta terhadap status atau kekayaan.

Di mana

Yerusalem

Pengadilan di pintu gerbang kota

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
O

Yang berbicara

Orang-orang berhikmat

Kolektif bijak yang menambahkan nasihat

P

Kepada

Pembaca Amsal

Orang yang mencari hikmat

Arti tiap ayat

Penjelasan Amsal 24:23-34 Ayat per Ayat

Amsal 24:23

Ayat ini adalah awal dari kumpulan nasihat bijak dan menegaskan bahwa memihak atau memandang bulu dalam pengadilan adalah perbuatan yang tidak baik. Ini menekankan pentingnya keadilan yang objektif tanpa memandang…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 24:24

Ayat ini menegaskan bahwa membenarkan orang yang bersalah adalah kejahatan yang akan dikutuk banyak orang. Ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari keputusan yang tidak adil, terutama dalam konteks hukum.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 24:25

Ayat ini berkata bahwa menegur orang fasik itu baik dan akan mendatangkan berkat, sedangkan membenarkan orang fasik akan mendapat kutukan. Artinya, kita harus berani berkata benar, walaupun itu tidak enak didengar,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 24:26

Ayat ini memakai gambaran ciuman untuk menunjukkan bahwa jawaban yang jujur itu sangat berharga dan menyenangkan. Artinya, ketika kita berkata benar dengan tulus, itu seperti memberikan sesuatu yang manis dan membangun…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 24:27

Ayat ini adalah nasihat tentang prioritas: kerjakan dulu pekerjaan di luar rumah (seperti bertani) sebelum membangun rumah. Artinya, kita harus menyelesaikan hal-hal yang mendasar dan perlu terlebih dahulu, baru…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 24:28

Ayat ini melarang kita menjadi saksi palsu atau menuduh orang lain tanpa alasan yang jelas. Artinya, kita tidak boleh berbicara buruk tentang sesama, apalagi sampai berbohong, karena itu merusak nama baik dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 24:29

Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Kita tidak boleh berkata, "Aku akan membalas dia sesuai perbuatannya." Sebaliknya, kita harus menyerahkan pembalasan kepada Tuhan dan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 24:30

Ayat ini menggambarkan akibat kemalasan: ladang orang pemalas penuh dengan semak duri dan temboknya runtuh. Ini menunjukkan bahwa jika kita malas, segala sesuatu akan terbengkalai dan hancur, baik pekerjaan, rumah,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 24:31

Ayat ini melukiskan akibat kemalasan: ladang dan kebun anggur orang malas ditumbuhi semak berduri dan jelatang, dengan tembok batu yang runtuh. Ini menunjukkan bahwa kemalasan membawa kehancuran dan ketidakteraturan,…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 24:32

Penulis melihat ladang yang terbengkalai dan menjadikannya pelajaran: ia merenungkan dan menerima didikan. Ini mengajarkan bahwa kita bisa belajar dari kesalahan orang lain—dari pemalas—dan mengambil hikmat untuk hidup…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 24:33

Ayat ini mengutip alasan orang malas: 'Tidur sebentar, mengantuk sebentar, melipat tangan sebentar untuk berbaring.' Ini menunjukkan bahwa kemalasan sering dimulai dengan menunda-nunda—memberi diri sedikit kelonggaran…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Amsal 24:34

Akibat kemalasan adalah kemiskinan yang datang tiba-tiba dan tak terhindarkan, seperti perampok bersenjata. Ini menggambarkan bahwa tanpa kerja keras, kebutuhan finansial bisa mengejutkan dan melumpuhkan kita.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Amsal 24 selengkapnya