Bersaksi tanpa alasan

Amsal 24:28

Jangan Menjadi Saksi Palsu

Jangan menjadi saksi bagi sesamamu tanpa alasan, atau menipu dengan bibirmu.

Amsal 24:28 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Amsal 24:28?

Ayat ini melarang kita menjadi saksi palsu atau menuduh orang lain tanpa alasan yang jelas. Artinya, kita tidak boleh berbicara buruk tentang sesama, apalagi sampai berbohong, karena itu merusak nama baik dan kepercayaan.

Latar belakang

Larangan bersaksi palsu

Ayat ini menekankan integritas dalam bersaksi: jangan menjadi saksi tanpa alasan, dan jangan menipu dengan bibirmu. Ini menegaskan hukum kesepuluh tentang saksi palsu, tetapi dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Di mana

Yerusalem

Lingkungan pendidikan, mungkin istana

Kapan

~950 SM

Kerajaan Israel Bersatu

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Salomo menjadi raja
Kerajaan terpecah
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Penulis Amsal

Orang berhikmat, mungkin Salomo

A

Kepada

Anak didik

Pembaca muda yang diajar hikmat

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

עֵד

'ed · saksi

Orang yang memberikan kesaksian atau bukti.

חִנָּם

khinnam · tanpa alasan

Tanpa sebab, sia-sia, atau tanpa bayaran.

רְמִיָּה

remiyyah · menipu

Penipuan, kecurangan, atau kebohongan.

Kata 'khinnam' menunjukkan bahwa bersaksi tanpa dasar yang benar adalah dosa, dan 'remiyyah' menekankan bahwa tipu daya dalam kata-kata merusak keadilan.

Tahukah kamu

Saksi di pengadilan

Dalam hukum Israel kuno, kesaksian dua atau tiga saksi diperlukan untuk menjatuhkan hukuman (Ulangan 19:15). Saksi palsu bisa menerima hukuman yang sama dengan yang dituduhkan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Amsal 24:28

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Amsal 24:28

✕  Sering dikira

Bersaksi hanya di pengadilan

✓  Yang sebenarnya

Bisa juga berarti berbicara tentang orang lain dalam obrolan sehari-hari tanpa dasar.

✕  Sering dikira

Tidak perlu saksi

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini justru menegaskan pentingnya saksi yang jujur, hanya melarang kesaksian yang tidak berdasar.

Renungan

Renungan Singkat Amsal 24:28

Sebelum membicarakan orang lain, tanyakan pada diri sendiri: apakah ini benar, perlu, dan baik? Jangan sampai kita ikut menyebarkan gosip atau menilai orang tanpa bukti. Lebih baik diam daripada berdusta.

Ya Tuhan, kendalikan lidahku agar aku tidak berbicara sembarangan tentang orang lain, dan jadikan aku saksi yang benar. Amin.