Orang Baik vs Orang Berdosa
Pengkhotbah 2:26
Hikmat, Kesenangan, dan Makna Hidup
“Sebab, kepada orang yang baik di hadapan-Nya, Allah memberikan hikmat, pengetahuan, dan sukacita. Namun, kepada orang berdosa, Dia memberikan tugas untuk mengumpulkan dan menimbun untuk diberikan kepada orang yang baik di hadapan Allah. Ini pun kesia-siaan dan usaha mengejar angin.”Pengkhotbah 2:26 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Karena kepada orang yang dikenan- Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. Inipun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.”Pengkhotbah 2:26 · TB
Terjemahan Baru
“Allah memberikan hikmat, pengetahuan dan kebahagiaan kepada orang yang menyenangkan hati-Nya. Tetapi orang berdosa disuruh-Nya bekerja mencari nafkah dan menimbun hasilnya untuk diserahkan kepada orang yang menyenangkan hati Allah. Jadi, semuanya itu sia-sia seperti usaha mengejar angin.”Pengkhotbah 2:26 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dan kalau kita menyenangkan hati Allah, tentu saja Dia akan mengaruniakan kepada kita kebijaksanaan, pengetahuan, dan kebahagiaan. Tetapi kalau kita berbuat dosa terhadap Allah, Dia akan menghukum kita sehingga kita bekerja keras mengumpulkan harta yang nantinya diberikan kepada orang yang menyenangkan hati-Nya. Ini juga sia-sia— sama seperti berusaha menjaring angin!”Pengkhotbah 2:26 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For God giveth to a man that is good in his sight wisdom, and knowledge, and joy: but to the sinner he giveth travail, to gather and to heap up, that he may give to him that is good before God. This also is vanity and vexation of spirit.”Pengkhotbah 2:26 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 2:26?
Ayat ini mengajarkan bahwa Allah memberikan hikmat, pengetahuan, dan sukacita kepada orang yang berkenan kepada-Nya, tetapi orang berdosa justru bekerja keras untuk mengumpulkan harta yang pada akhirnya akan menjadi milik orang benar. Ini menunjukkan keadilan Allah dan sia-sianya hidup tanpa Allah.
Latar belakang
Anugerah untuk yang Baik, Beban untuk yang Jahat
Ayat ini membandingkan orang yang baik di hadapan Allah, yang menerima hikmat, pengetahuan, dan sukacita, dengan orang berdosa yang mengumpulkan harta tetapi akhirnya menjadi milik orang baik. Ini menekankan keadilan Allah dan kesia-siaan usaha tanpa Tuhan.
Di mana
Yerusalem
Perenungan pribadi di istana
Kapan
~935 SM
Masa kerajaan Israel
Yang berbicara
Pengkhotbah
Raja bijak, mungkin Salomo, merenung
Kepada
Pembaca
Orang yang mencari makna hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
טוֹב
tov · orang yang baik
baik, menyenangkan, berkenan
צָפַן
tsafan · menimbun
menyembunyikan, menyimpan untuk masa depan
הֶבֶל
hevel · kesia-siaan
uap, kabut, sesuatu yang fana
Orang berdosa yang menimbun harta akhirnya kehilangan semuanya, sedangkan orang benar menerima hadiah dari Allah; ini menunjukkan bahwa kekayaan tanpa Allah adalah kesia-siaan.
Tahukah kamu
Hikmat, pengetahuan, sukacita
Tiga kata ini merangkum apa yang Allah berikan kepada orang benar: hikmat (kebijaksanaan), pengetahuan (pengertian), dan sukacita (kegembiraan sejati).
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:26
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:26
✕ Sering dikira
Bahwa orang berdosa selalu kaya dan orang baik selalu miskin.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini berbicara tentang hasil akhir; orang baik mendapat berkat dari Allah, orang berdosa kehilangan miliknya.
✕ Sering dikira
Menganggap Allah tidak adil karena orang berdosa mengumpulkan harta.
✓ Yang sebenarnya
Ini menunjukkan keadilan Allah: harta orang berdosa akhirnya menjadi milik orang benar, sebagai bagian dari rencana-Nya.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 2:26
Jangan iri pada orang yang tidak mengenal Tuhan tetapi tampak sukses. Percayalah bahwa Tuhan melihat hati kita. Jika kita hidup berkenan kepada-Nya, Dia akan memberi kita sukacita dan kepuasan yang sejati, bahkan mungkin melalui hal-hal yang sederhana. Arahkan fokus untuk menyenangkan hati-Nya, bukan mengejar kekayaan semata.
Tuhan, jadikan aku orang yang berkenan di hadapan-Mu, dan berikanlah hikmat serta sukacita yang berasal dari-Mu. Amin.