Bekerja untuk orang lain
Pengkhotbah 2:21
Kesia-siaan Kesenangan dan Hikmat
“Sebab, ada orang yang bekerja keras dengan hikmat, pengetahuan, dan keahlian, lalu dia memberikan bagiannya kepada orang lain yang tidak bekerja keras untuk itu. Ini pun kesia-siaan dan kejahatan besar.”Pengkhotbah 2:21 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Sebab, kalau ada orang berlelah- lelah dengan hikmat, pengetahuan dan kecakapan, maka ia harus meninggalkan bahagiannya kepada orang yang tidak berlelah-lelah untuk itu. Inipun kesia-siaan dan kemalangan yang besar.”Pengkhotbah 2:21 · TB
Terjemahan Baru
“Sebab manusia bekerja keras dengan memakai segala hikmat, pengetahuan dan keahliannya untuk mencapai sesuatu. Tetapi pada akhirnya ia harus meninggalkan segala hasil jerih payahnya kepada orang yang sama sekali tidak mengeluarkan keringat untuk itu. Jadi, itu pun sia-sia, lagipula sungguh tak adil!”Pengkhotbah 2:21 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Bila kita bekerja keras dengan memakai segala kebijaksanaan, pengetahuan, dan keahlian kita, tidak adil kalau kita terpaksa meninggalkan semuanya itu bagi orang yang tidak pernah bekerja untuk mendapatkannya! Hal ini merupakan kesia-siaan dan sangat menyedihkan!”Pengkhotbah 2:21 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For there is a man whose labour is in wisdom, and in knowledge, and in equity; yet to a man that hath not laboured therein shall he leave it for his portion. This also is vanity and a great evil.”Pengkhotbah 2:21 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 2:21?
Pengkhotbah 2:21 mengamati ketidakadilan di dunia: orang yang bekerja keras dengan hikmat dan keahlian harus meninggalkan hasilnya kepada orang yang tidak bekerja untuk itu. Ini adalah kesia-siaan dan kejahatan besar karena jerih payah sering tidak dinikmati oleh yang bersusah payah.
Latar belakang
Ironi usaha yang sia-sia
Pengkhotbah mengamati bahwa orang yang bekerja keras dengan hikmat dan keahlian harus memberikan hasilnya kepada orang yang tidak bekerja. Ini dianggapnya sia-sia dan kejahatan besar.
Di mana
Yerusalem
Merenung di istana
Kapan
~950 SM
Zaman Raja Salomo
Yang berbicara
Pengkhotbah
Raja bijaksana, mungkin Salomo, yang merenung
Kepada
Pembaca
Orang yang bertanya-tanya tentang usaha dan hasil
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
נָתַן
natan · memberikan
Menyerahkan, memberikan sebagai hadiah
חֵלֶק
chelek · bagiannya
Porsi atau bagian yang menjadi hak
רָעָה
ra'ah · kejahatan
Keburukan, ketidakadilan, penderitaan
Kata 'memberikan' menunjukkan tindakan yang tidak sukarela, ironisnya orang yang tidak bekerja mendapat bagian. Ini disebut 'kejahatan' karena terasa tidak adil dan menyakitkan, bukan karena secara moral jahat.
Tahukah kamu
Warisan yang tidak adil
Dalam masyarakat kuno, warisan sering diberikan kepada anak sulung, yang mungkin tidak menghargai jerih payah orang tuanya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:21
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:21
✕ Sering dikira
Ini berarti bekerja keras itu buruk.
✓ Yang sebenarnya
Ini menunjukkan bahwa kerja keras tanpa perspektif Tuhan bisa terasa sia-sia.
✕ Sering dikira
Allah tidak adil karena membiarkan hal ini terjadi.
✓ Yang sebenarnya
Ayat ini menggambarkan realitas hidup, tetapi bukan pernyataan tentang keadilan Allah secara menyeluruh.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 2:21
Mungkin kita merasa tidak adil ketika orang lain menuai hasil kerja kita. Ini mengajak kita untuk memeriksa motivasi kita: apakah kita bekerja untuk kepentingan diri sendiri atau untuk kemuliaan Tuhan? Biarlah kita memberi dengan sukacita, karena semua yang kita miliki adalah anugerah.
Bapa, ubah hatiku untuk tidak terikat pada hasil jerih payahku, dan berikan aku sukacita dalam memberi kepada sesama sebagaimana Kristus telah memberi untukku. Amin.