Kepenatan Tak Berujung
Pengkhotbah 2:23
Menguji Kesenangan dan Hikmat
“Sebab, sepanjang seluruh harinya, kerja kerasnya adalah kepedihan dan kejengkelan. Pada malam hari pun, akal budinya tidak beristirahat. Ini pun kesia-siaan.”Pengkhotbah 2:23 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram. Inipun sia-sia.”Pengkhotbah 2:23 · TB
Terjemahan Baru
“Apa saja yang dia lakukan selama hidupnya, membawa derita dan sakit hati baginya. Di waktu malam pun hatinya resah. Jadi, semua itu sia-sia belaka.”Pengkhotbah 2:23 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Setiap hari kita merasa sedih dan tersiksa karena bekerja begitu berat, dan di malam hari tidak bisa tidur nyenyak karena gelisah. Semua itu juga sia-sia!”Pengkhotbah 2:23 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“For all his days are sorrows, and his travail grief; yea, his heart taketh not rest in the night. This is also vanity.”Pengkhotbah 2:23 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 2:23?
Pengkhotbah 2:23 menggambarkan bahwa sepanjang hari kerja keras dipenuhi dengan kesedihan dan kejengkelan, bahkan malam hari pun pikiran tidak beristirahat. Ini menunjukkan bahwa hidup yang hanya berfokus pada usaha duniawi membawa penderitaan dan kegelisahan, bukan kebahagiaan.
Latar belakang
Kesimpulan: Nikmati Hidup
Pengkhotbah menyimpulkan bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia selain menikmati makan, minum, dan pekerjaannya. Ia melihat bahwa ini adalah pemberian dari Allah, bukan sekadar kesenangan duniawi.
Di mana
Yerusalem
Refleksi di istana, siang hari
Kapan
~935 SM
Kerajaan Israel Bersatu
Yang berbicara
Pengkhotbah
Raja Salomo, bijak namun skeptis
Kepada
Pembaca
Semua orang yang bergumul dengan makna hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אָכַל
akhal · makan
makan, mengonsumsi, menikmati makanan
שָׁתָה
shatah · minum
minum, meminum
רָאָה טוֹב
ra'ah tov · melihat kebaikan
mengalami hal yang baik, menikmati
Ketiga kata ini menekankan kenikmatan sederhana yang diberikan Allah, bukan hedonisme, melainkan syukur atas berkat sehari-hari.
Tahukah kamu
Makan di Alkitab
Dalam budaya Israel kuno, makan bersama adalah simbol persekutuan dan berkat Allah, bukan sekadar aktivitas fisik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:23
1 Timotius 6:17
Allah memberi kenikmatan
“Perintahkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka tidak tinggi hati dan tidak berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan segala sesuatu untuk kita nikmati.”
Mazmur 104:15
Pemberian Allah
“Dan anggur yang menyukakan hati manusia, yang membuat muka berseri-seri karena minyak, dan roti yang menguatkan hati manusia.”
Pengkhotbah 3:13
Kesejajaran
“Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum, dan menikmati kesenangan dalam segala usahanya—itu adalah pemberian Allah.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:23
✕ Sering dikira
Ayat ini menganjurkan untuk mengejar kesenangan sebanyak-banyaknya.
✓ Yang sebenarnya
Ini tentang menerima berkat Allah dengan syukur, bukan mencari kepuasan tanpa batas.
✕ Sering dikira
Hidup ini tidak ada artinya, jadi makan dan minum saja.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah kesimpulan setelah merenungkan kesia-siaan, tetapi tetap dalam konteks takut akan Allah.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 2:23
Stres dan kecemasan sering datang saat kita mengandalkan kemampuan sendiri dan melupakan Tuhan. Mari kita belajar untuk menyerahkan beban kita kepada-Nya dan menemukan damai sejahtera yang melampaui keadaan, karena Dia peduli pada kita.
Tuhan, ambil kecemasan dan keletihanku, dan berikanlah aku kelegaan serta damai yang hanya dari-Mu. Amin.