Warisan yang tak pasti
Pengkhotbah 2:19
Kesia-siaan Kesenangan dan Hikmat
“Siapa yang tahu apakah dia akan menjadi orang berhikmat atau orang bodoh? Namun, dia akan berkuasa atas segala kerja keras yang telah kuusahakan dengan hikmat di bawah matahari. Ini pun kesia-siaan.”Pengkhotbah 2:19 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Dan siapakah yang mengetahui apakah orang itu berhikmat atau bodoh? Meskipun demikian ia akan berkuasa atas segala usaha yang kulakukan di bawah matahari dengan jerih payah dan Pengkhotbah 2.20–25 7 dengan mempergunakan hikmat. Inipun sia-sia.”Pengkhotbah 2:19 · TB
Terjemahan Baru
“Dan siapa tahu apakah dia arif atau bodoh? Tetapi bagaimanapun juga ia akan menjadi pemilik hasil usahaku yang telah kucapai selama hidupku di dunia ini berkat jerih payah dan hikmatku. Jadi, itu pun sia-sia.”Pengkhotbah 2:19 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Dan apakah dia itu orang bodoh atau orang bijak, aku tidak tahu. Kalau ternyata dia orang bodoh, dia tetap akan berkuasa atas semua hasil jerih lelahku di dunia ini. Sayang sekali! Ini juga sia-sia!”Pengkhotbah 2:19 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And who knoweth whether he shall be a wise man or a fool? yet shall he have rule over all my labour wherein I have laboured, and wherein I have shewed myself wise under the sun. This is also vanity.”Pengkhotbah 2:19 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Pengkhotbah 2:19?
Pengkhotbah 2:19 menunjukkan bahwa kita tidak tahu apakah penerus kita akan bijak atau bodoh, namun mereka akan menguasai semua hasil kerja keras kita. Ini menegaskan bahwa usaha kita bisa jatuh ke tangan yang tidak tepat, sehingga semua kerja keras kita terasa sia-sia dan tidak pasti.
Latar belakang
Mewariskan dengan cemas
Pengkhotbah menyadari bahwa semua kerja kerasnya akan diwariskan kepada seseorang yang tidak ia kenal. Ia tidak tahu apakah penerusnya akan bijak atau bodoh, dan itu membuatnya frustrasi.
Di mana
Yerusalem
Di istana, saat merenung
Kapan
~950 SM
Zaman Raja Salomo
Yang berbicara
Pengkhotbah
Raja bijaksana, mungkin Salomo, yang merenung
Kepada
Pembaca
Semua orang yang mencari makna hidup
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
יָדַע
yada · tahu
Mengenal secara intim atau mengalami
חָכָם
chakam · berhikmat
Terampil dalam hidup, bijaksana
סָכָל
sakal · bodoh
Bebal, tidak peka, menolak nasihat
Pengkhotbah tidak sekadar tidak tahu siapa yang akan mewarisi, tetapi ia tidak dapat mengalami atau mengenal penerusnya. Hikmat dan kebodohan penerusnya di luar kendalinya, membuat kerja kerasnya tampak sia-sia.
Tahukah kamu
Warisan yang tak terduga
Dalam budaya Israel kuno, warisan sering diberikan kepada anak sulung, tetapi nasib anak itu tidak bisa diprediksi. Hal ini menambah ketidakpastian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:19
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:19
✕ Sering dikira
Ayat ini mengajarkan bahwa kita tidak perlu bekerja keras karena semuanya akan diwariskan.
✓ Yang sebenarnya
Ini adalah refleksi jujur tentang keterbatasan kontrol kita, bukan alasan untuk malas.
✕ Sering dikira
Pengkhotbah berarti tidak peduli siapa yang akan mewarisi.
✓ Yang sebenarnya
Ia sangat peduli, tetapi menyadari ketidakmampuannya untuk memastikan hasilnya.
Renungan
Renungan Singkat Pengkhotbah 2:19
Kita sering menginvestasikan banyak waktu dan energi untuk hal-hal yang bisa diambil orang lain. Ini mengingatkan kita untuk fokus pada warisan yang berarti—iman, nilai, dan hubungan—yang tidak bisa diambil, daripada hanya harta duniawi.
Tuhan, ajari aku untuk bekerja dengan tujuan yang kekal, dan percaya bahwa Engkau yang memegang masa depan semua usahaku. Amin.