Meninggalkan warisan yang tak pasti

Pengkhotbah 2:18

Kesia-siaan Kesenangan dan Hikmat

Aku membenci segala kerja kerasku yang kuusahakan di bawah matahari karena aku harus meninggalkannya kepada orang yang datang sesudah aku.

Pengkhotbah 2:18 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Pengkhotbah 2:18?

Pengkhotbah membenci hasil kerja kerasnya karena harus ditinggalkan kepada generasi berikutnya. Ia tidak bisa memastikan apakah orang yang mewarisinya akan bijak atau bodoh, yang bisa memboroskan atau merusak apa yang ia bangun.

Latar belakang

Bencinya pada kerja keras yang diwariskan

Pengkhotbah menyadari bahwa semua jerih payahnya akan ditinggalkan kepada orang yang belum tentu bijak. Ia membenci usahanya karena hasilnya bisa jatuh ke tangan orang bodoh.

Di mana

Yerusalem

Di istana raja, saat merenung

Kapan

~950 SM

zaman keemasan Israel

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan Bait Suci
Perpecahan kerajaan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pengkhotbah

Sang raja, penulis kitab, merenung. ±950 SM

P

Kepada

Pembaca

Orang-orang yang mencari makna hidup

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

מַנִּיחַ

manniach · meninggalkan

meninggalkan, mewariskan

עָמָל

amal · kerja keras

jerih payah, usaha yang melelahkan

תַּחַת הַשָּׁמֶשׁ

tachat hashemesh · di bawah matahari

di dunia ini, dalam kehidupan fana

Meninggalkan warisan kepada generasi berikutnya adalah hal yang wajar, tetapi 'amal' (kerja keras) bisa berakhir sia-sia jika penerus tidak bijak. Ini menyoroti ketidakpastian investasi di dunia.

Tahukah kamu

Warisan di zaman Salomo

Di Israel kuno, warisan biasanya jatuh ke anak laki-laki. Dalam kasus Salomo, anaknya Rehabeam menjadi bodoh dan justru memecah kerajaan, sesuai kekhawatiran di ayat ini.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Pengkhotbah 2:18

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Pengkhotbah 2:18

✕  Sering dikira

Ayat ini mengharuskan kita untuk tidak meninggalkan warisan apa pun.

✓  Yang sebenarnya

Ayat ini bukan larangan, tetapi ekspresi kekecewaan karena warisan bisa jatuh ke orang yang tidak tepat. Ini mendorong perencanaan yang bijak.

✕  Sering dikira

Semua kerja keras pasti sia-sia.

✓  Yang sebenarnya

Ayat 24-25 menunjukkan bahwa menikmati hasil kerja adalah anugerah Allah. Ayat ini hanya menyoroti ketidakpastian warisan.

Renungan

Renungan Singkat Pengkhotbah 2:18

Sulit melepaskan hasil kerja keras, tetapi ingatlah bahwa kita hanya pengelola, bukan pemilik. Serahkan masa depan warisan kita kepada Tuhan, dan percayalah bahwa Dia sanggup memelihara.

Tuhan, tolong aku untuk tidak terlalu terikat pada hasil kerjaku, tetapi percaya bahwa Engkau yang memegang masa depan. Amin.