Kitab Mazmur · 14 ayat

Mazmur 19

Nyanyian Langit dan Hukum TUHAN

Tentang pasal ini

Ini adalah sebuah mazmur yang diserahkan kepada pemimpin pujian untuk digunakan dalam ibadah. Daud memulai dengan merenungkan bagaimana langit dan cakrawala terus-menerus menyatakan kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya.

Di manaYerusalemKapan~1000 SMSiapaDaud
Kesaksian tentang Penciptaan dan Pewahyuan1Kepada pemimpin pujian: Nyanyian Daud. (19-2) Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala menyatakan perbuatan tangan-Nya. 2(19-3) Hari demi hari mengalirkan berita itu; malam demi malam menyatakan pengetahuan itu. 3(19-4) Tidak ada berita, tidak ada kata-kata yang suaranya tidak terdengar. 4(19-5) Tali-tali pengukur mereka sampai ke seluruh bumi, dan perkataan mereka sampai ke ujung dunia. Di langit, Dia meletakkan tenda bagi matahari 5(19-6) seperti pengantin laki-laki yang keluar dari kamar tidurnya; seperti pahlawan yang girang saat berlari dalam perjalanan. 6(19-7) Terbitnya dari ujung langit dan beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang tersembunyi dari panasnya. 7(19-8) Hukum TUHAN itu sempurna, memulihkan jiwa. Peringatan TUHAN itu teguh, menjadi hikmat bagi orang naif. 8(19-9) Ajaran TUHAN itu baik, menggembirakan hati. Perintah TUHAN itu murni, menerangi mata. 9(19-10) Takut akan TUHAN itu suci, bertahan selama-lamanya. Penghakiman TUHAN itu benar, dan semuanya adil. 10(19-11) Lebih berharga daripada emas, melebihi banyak emas murni. Juga, lebih manis daripada madu, dan melebihi tetesan madu dari sarang lebah. 11(19-12) Lagi pula, olehnya hamba-Mu diperingatkan; dengan memeliharanya, ada upah yang besar. 12(19-13) Siapa dapat memahami kesalahannya? Bersihkan aku dari kesalahanku yang tersembunyi. 13(19-14) Tahanlah hamba-Mu dari kesombongan; jangan sampai mereka berkuasa atasku sehingga aku tidak menjadi bercela, dan bersih dari pelanggaran yang besar. 14(19-15) Kiranya perkataan mulutku dan renungan hatiku, berkenan di hadapan-Mu, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.

Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya