Pemilik kebun merekrut pekerja pagi buta
Matius 20:1-16
Perumpamaan tentang Para Pekerja Kebun Anggur
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Pasar kerja zaman dulu
Di Palestina abad pertama, para pekerja harian berkumpul di alun-alun kota sejak fajar, berharap dipekerjakan seseorang. Kebun anggur butuh banyak tangan terutama saat panen — buah harus dipetik cepat sebelum rusak. Dinar satu hari adalah upah standar yang cukup untuk menghidupi keluarga satu hari.
Di mana
Perea atau sekitar Yerikho
Jalan menuju Yerusalem, mungkin di daerah pedesaan dengan kebun-kebun anggur
Kapan
~30 M
Perjalanan terakhir Yesus menuju Yerusalem
Yang berbicara
Yesus
Rabi dari Galilea, sedang dalam perjalanan ke Yerusalem
Kepada
Murid-murid Yesus
Dua belas murid yang berjalan bersama Yesus
Arti tiap ayat
Penjelasan Matius 20:1-16 Ayat per Ayat
Matius 20:1
Perumpamaan tentang pemilik kebun anggur menunjukkan bahwa Kerajaan Surga seperti seorang tuan yang mencari pekerja untuk kebunnya. Ini menggambarkan bagaimana Allah berinisiatif memanggil orang-orang untuk bekerja…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:2
Pemilik kebun sepakat dengan pekerja pertama untuk upah sedinar sehari, yang merupakan upah standar saat itu. Ini menunjukkan pentingnya perjanjian dan keadilan dalam hubungan kerja, dan juga menggambarkan bagaimana…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:3
Pemilik kebun pergi lagi pada jam ketiga (sekitar pukul 9 pagi) dan menemukan orang-orang menganggur di pasar. Ini menunjukkan bahwa Allah terus memanggil orang-orang sepanjang hari, tidak hanya pada awal, tetapi juga…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:4
Pemilik kebun menyuruh orang-orang yang menganggur itu pergi ke kebun anggurnya dan berjanji memberikan upah yang pantas. Ini menunjukkan kemurahan hati Allah yang tidak hanya memanggil, tetapi juga menjanjikan upah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:5
Pemilik kebun terus pergi pada jam keenam (tengah hari) dan jam kesembilan (tiga sore) untuk memanggil lebih banyak pekerja. Ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah berhenti mencari dan memanggil orang-orang untuk…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:6
Sekitar jam kesebelas (pukul lima sore), pemilik kebun menemukan orang-orang masih menganggur dan bertanya mengapa mereka tidak bekerja. Ini menunjukkan bahwa Allah memperhatikan mereka yang mungkin terlewatkan atau…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:7
Pemilik kebun mempekerjakan pekerja yang masih menganggur di akhir hari, meskipun hanya tersisa satu jam. Ia tidak menuntut mereka, tetapi mengajak mereka bekerja di kebunnya. Ini menunjukkan kasih karunia Allah yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:8
Di akhir hari, pemilik kebun menyuruh mandornya membayar upah semua pekerja, dimulai dari yang terakhir hingga yang pertama. Ini menggambarkan bagaimana Allah mengatur pemberian upah-Nya dengan cara yang mengejutkan:…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:9
Pekerja yang datang pada jam kesebelas (sekitar pukul lima sore) menerima satu dinar, upah penuh untuk satu hari kerja, meskipun mereka hanya bekerja satu jam. Ini menunjukkan kemurahan hati pemilik kebun yang tidak…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:10
Para pekerja yang mulai bekerja pagi hari—yang bekerja sepanjang hari—mengira akan menerima lebih banyak dari satu dinar, tetapi ternyata mereka juga menerima satu dinar. Ini menggambarkan ekspektasi manusia yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:11
Para pekerja yang bekerja satu hari penuh mulai bersungut-sungut dan memprotes pemilik kebun karena merasa diperlakukan tidak adil: mereka bekerja lebih lama tetapi menerima upah yang sama dengan pekerja satu jam. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:12
Para pekerja yang bekerja seharian mengeluh bahwa mereka menanggung beban dan panas terik seharian, tetapi diberi upah sama dengan mereka yang hanya bekerja satu jam. Ini menunjukkan bahwa mereka melayani dengan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:13
Dalam perumpamaan tentang pekerja di kebun anggur, pemilik kebun menegaskan bahwa dia tidak berbuat salah kepada pekerja yang setuju bekerja dengan upah satu dinar. Ini menunjukkan bahwa Allah adil dan selalu menepati…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:14
Pemilik kebun berkata kepada pekerja yang protes, 'Ambillah upahmu dan pergi; aku ingin memberi kepada orang yang terakhir ini sama seperti kepadamu.' Ini mengajarkan bahwa Allah berhak menunjukkan kemurahan kepada…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:15
Pemilik kebun bertanya, 'Apakah aku tidak dibenarkan untuk melakukan apa yang kuinginkan terhadap milikku sendiri? Atau, apakah matamu jahat karena aku baik?' Ini menegaskan kedaulatan Allah untuk bertindak sesuai…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Matius 20:16
Yesus menutup perumpamaan dengan berkata, 'Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang pertama, dan yang pertama akan menjadi yang terakhir.' Ini berarti dalam Kerajaan Surga, ukuran manusia tidak berlaku; Allah…
Arti lengkap, studi kata & renungan →