Matamu jahat karena aku baik?
Matius 20:15
Keadilan yang Mengejutkan
“Apakah aku tidak dibenarkan untuk melakukan apa pun yang kuinginkan terhadap milikku sendiri? Atau, apakah matamu jahat karena aku baik?’”Matius 20:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?”Matius 20:15 · TB
Terjemahan Baru
“Apakah saya tidak boleh berbuat semau saya dengan kepunyaan saya? Ataukah engkau iri, karena saya bermurah hati?'"”Matius 20:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Bukankah saya berhak melakukan apa pun yang saya mau dengan uang saya sendiri?! Atau apakah kamu iri karena saya bermurah hati kepada orang lain?’””Matius 20:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Is it not lawful for me to do what I will with mine own? Is thine eye evil, because I am good?”Matius 20:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 20:15?
Pemilik kebun bertanya, 'Apakah aku tidak dibenarkan untuk melakukan apa yang kuinginkan terhadap milikku sendiri? Atau, apakah matamu jahat karena aku baik?' Ini menegaskan kedaulatan Allah untuk bertindak sesuai kebijaksanaan-Nya, dan mengkritik sikap iri hati yang menganggap kebaikan Allah kepada orang lain sebagai ketidakadilan.
Latar belakang
Pertanyaan yang menusuk hati
'Matamu jahat karena aku baik?' — ini adalah pertanyaan diagnostik yang paling tajam dalam seluruh perumpamaan. Pemilik kebun tidak minta maaf atas kemurahannya. Ia malah membalik tuduhan dan mengekspos akar masalah yang sebenarnya: iri hati atas kebaikan yang diberikan kepada orang lain.
Di mana
Kebun anggur (dalam perumpamaan)
Sore hari, penutup perumpamaan
Kapan
~30 M
Perjalanan terakhir Yesus ke Yerusalem
Yang berbicara
Pemilik kebun (dalam perumpamaan)
Gambaran Allah yang mempertanyakan iri hati
Kepada
Pekerja pertama (dalam perumpamaan)
Yang marah melihat kemurahan kepada orang lain
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ὁ ὀφθαλμός σου πονηρός ἐστιν
apakah matamu jahat · is your eye evil
Idiom Semit untuk iri hati atau kedengkian — 'mata jahat' adalah sikap hati yang tidak bisa bersukacita atas kebaikan orang lain
ἀγαθός
baik / murah hati · good
Bukan sekadar 'tidak jahat' tapi aktif murah hati dan dermawan
ἔξεστίν
dibenarkan / boleh · lawful
Pertanyaan tentang hak — apakah aku berhak melakukan ini? Jawabannya ya, karena itu milikku
Pertanyaan 'matamu jahat karena aku baik?' adalah inti teologis perumpamaan ini: masalahnya bukan tindakan pemilik, tapi reaksi pekerja terhadap kemurahan yang diberikan kepada orang lain.
Tahukah kamu
Mata jahat dalam budaya Semit
Ungkapan 'mata jahat' (evil eye) dalam konteks Semit kuno tidak selalu soal sihir — ini idiom untuk sikap pelit atau iri hati. Amsal 28:22 menyebut 'orang yang matanya jahat berlari mengejar kekayaan.' Yesus memakai idiom yang sangat familiar bagi pendengar Yahudi-Nya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 20:15
Matius 6:22-23
Yesus juga menggunakan idiom mata jahat untuk kondisi hati dalam Khotbah di Bukit
“Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu”
Amsal 28:22
Idiom 'mata jahat' dalam Perjanjian Lama untuk iri hati dan keserakahan
“Orang yang matanya jahat mengejar kekayaan, dan tidak sadar bahwa kemiskinan akan menimpa dia”
Yunus 4:4
Allah mempertanyakan kemarahan yang tidak pada tempatnya — seperti Yunus yang marah atas belas kasihan Allah kepada Niniwe
“Firman TUHAN: Layakkah engkau marah?”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 20:15
✕ Sering dikira
Pemilik kebun sedang meminta izin kepada pekerja untuk melakukan apa yang ia mau
✓ Yang sebenarnya
Ini pertanyaan retoris yang menantang, bukan permintaan izin — pemilik sudah jelas punya hak penuh atas miliknya
✕ Sering dikira
'Mata jahat' di sini merujuk pada kutukan atau sihir
✓ Yang sebenarnya
Ini idiom Semit standar untuk iri hati dan sikap pelit — sama dengan pemakaiannya dalam Matius 6 dan Amsal
Renungan
Renungan Singkat Matius 20:15
Kita sering kali merasa 'jahat' atau iri ketika melihat Allah bermurah hati kepada orang yang kita anggap tidak layak. Allah adalah pemilik segalanya dan berhak bertindak sesuai kasih-Nya. Belajarlah untuk melihat kebaikan Allah dengan sukacita, bukan dengan kecemburuan.
Tuhan, bersihkan hatiku dari iri hati dan berikan aku mata yang melihat kebaikan-Mu di mana pun, serta hati yang bersukacita atas kasih-Mu yang tak terbatas. Amin.