Ambillah milikmu dan pergi
Matius 20:14
Keadilan yang Mengejutkan
“Ambillah milikmu dan pergilah, tetapi aku ingin memberi kepada orang yang terakhir ini, sama seperti kepadamu.”Matius 20:14 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.”Matius 20:14 · TB
Terjemahan Baru
“Nah, ambillah upahmu, dan pergilah. Saya memang ingin memberi kepada orang yang masuk terakhir itu upah yang sama dengan yang saya berikan kepadamu.”Matius 20:14 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Jadi sekarang pulanglah dengan upahmu itu. Saya memang sudah memutuskan untuk membayar para pekerja yang datang terakhir sama seperti upahmu.”Matius 20:14 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“Take that thine is, and go thy way: I will give unto this last, even as unto thee.”Matius 20:14 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 20:14?
Pemilik kebun berkata kepada pekerja yang protes, 'Ambillah upahmu dan pergi; aku ingin memberi kepada orang yang terakhir ini sama seperti kepadamu.' Ini mengajarkan bahwa Allah berhak menunjukkan kemurahan kepada siapa pun yang Dia kehendaki, tanpa memandang jasa atau waktu kerja.
Latar belakang
Batas antara hak dan kemurahan
Pemilik menegaskan batas yang penting: 'ambillah milikmu.' Pekerja pertama mendapat apa yang menjadi hak mereka berdasarkan kontrak. Tidak kurang. Tapi yang pemilik berikan kepada pekerja terakhir adalah dari kantong pribadinya — itu bukan kewajiban kontraktual, itu tindakan kemurahan hati yang bebas.
Di mana
Kebun anggur (dalam perumpamaan)
Tempat pembayaran upah sore hari
Kapan
~30 M
Perjalanan terakhir Yesus ke Yerusalem
Yang berbicara
Pemilik kebun (dalam perumpamaan)
Gambaran Allah yang berdaulat atas milik-Nya
Kepada
Pekerja pertama (dalam perumpamaan)
Yang protes soal keadilan upah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἆρον
ambillah · take
Perintah aorist — ambil sekarang dan pergi; ini keputusan final yang tidak dibuka untuk negosiasi lebih lanjut
τὸ σόν
yang menjadi milikmu · what belongs to you
Kata ganti posesif yang menegaskan kepemilikan — mereka mendapat yang memang milik mereka
ὕπαγε
pergilah · go
Kata yang sama untuk mengusir atau memindahkan — bukan pengusiran kasar tapi penutupan diskusi
Kombinasi 'ambillah milikmu dan pergilah' adalah penutup yang tegas — hak sudah dihormati, dan tidak ada ruang untuk mempertanyakan kemurahan kepada orang lain.
Tahukah kamu
Hak vs. hadiah dalam hukum Romawi
Hukum Romawi membedakan dengan jelas antara 'debitum' (utang/kewajiban) dan 'donum' (hadiah). Seseorang tidak bisa menuntut hadiah yang diberikan kepada orang lain sebagai hak — itu wilayah kebebasan si pemberi hadiah.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 20:14
Lukas 15:31
Penegasan hak yang dimiliki anak sulung — paralel dengan pekerja pertama
“Kata ayah itu kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu”
Roma 11:35
Tidak ada yang berhak atas kemurahan Allah melebihi apa yang Ia janjikan
“Atau siapakah yang lebih dahulu memberi kepada Allah, sehingga Allah harus membayarnya kembali?”
Ayub 41:2
Allah berdaulat penuh atas milik-Nya
“Siapakah yang lebih dahulu memberikan sesuatu kepada-Ku, sehingga Aku harus membayarnya? Segala sesuatu yang ada di bawah seluruh langit adalah kepunyaan-Ku”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 20:14
✕ Sering dikira
Pemilik kebun mengusir pekerja pertama dengan marah
✓ Yang sebenarnya
Ia berbicara dengan tenang dan terukur — 'ambillah milikmu dan pergilah' adalah penutupan dialog yang tegas, bukan pengusiran dalam amarah
✕ Sering dikira
Pekerja pertama dicurangi karena kontrak tidak mencantumkan syarat kemurahan
✓ Yang sebenarnya
Kontrak hanya mengatur hak dan kewajiban — kemurahan kepada orang lain bukan bagian dari kontrak dan tidak bisa dituntut
Renungan
Renungan Singkat Matius 20:14
Tuhan tidak terikat pada logika manusia tentang 'pantas' atau 'tidak pantas'. Dia bisa memberkati orang lain dengan cara yang tidak kita duga. Belajarlah untuk bersyukur atas berkatmu sendiri dan tidak mempertanyakan kemurahan Tuhan kepada orang lain.
Ya Bapa, mampukan aku untuk menerima kemurahan-Mu bagi orang lain dengan hati yang lapang, dan bersyukur atas apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Amin.