Pembayaran dari yang terakhir ke yang pertama
Matius 20:8
Keadilan yang Mengejutkan
“Ketika hari sudah mulai malam, pemilik kebun itu berkata kepada mandornya, ‘Panggillah para pekerja dan bayarkan kepada mereka upahnya, dimulai dengan yang terakhir sampai yang pertama.’”Matius 20:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja- pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.”Matius 20:8 · TB
Terjemahan Baru
“Petang hari, pemilik kebun anggur itu berkata kepada mandurnya, 'Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarlah upah mereka masing-masing, mulai dari orang yang masuk terakhir sampai kepada yang masuk pertama.'”Matius 20:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
““Ketika hari sudah petang dia berkata kepada mandornya, ‘Panggillah para pekerja itu dan bayarlah upah mereka, mulai dari yang datang terakhir sampai yang pertama.’”Matius 20:8 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“So when even was come, the lord of the vineyard saith unto his steward, Call the labourers, and give them their hire, beginning from the last unto the first.”Matius 20:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Matius 20:8?
Di akhir hari, pemilik kebun menyuruh mandornya membayar upah semua pekerja, dimulai dari yang terakhir hingga yang pertama. Ini menggambarkan bagaimana Allah mengatur pemberian upah-Nya dengan cara yang mengejutkan: yang terakhir dilayani lebih dulu untuk menunjukkan bahwa kasih karunia-Nya tidak tergantung pada urutan atau lamanya bekerja.
Latar belakang
Urutan pembayaran yang disengaja
Perintah pemilik kebun kepada mandornya sangat spesifik: bayar dari yang terakhir dulu, baru yang pertama. Ini bukan standar pembayaran buruh — biasanya yang lebih awal datang yang lebih awal dibayar. Urutan terbalik ini sengaja dibuat agar pekerja pertama melihat berapa yang diterima pekerja terakhir — dan itu kunci konflik yang akan muncul.
Di mana
Kebun anggur (dalam perumpamaan)
Sore hari, saat hari kerja berakhir
Kapan
~30 M
Perjalanan terakhir Yesus ke Yerusalem
Yang berbicara
Pemilik kebun (dalam perumpamaan)
Gambaran Allah yang berdaulat atas milik-Nya
Kepada
Mandor kebun (dalam perumpamaan)
Pengawas yang diperintah membayar upah
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
ἐπιτρόπῳ
mandor / pengawas · foreman
Pengelola yang dipercaya — bisa bermakna manajer, wali, atau wakil yang punya otoritas delegasi
μισθόν
upah · wages
Bayaran yang sudah menjadi hak pekerja karena pekerjaan yang sudah dilakukan
ἐσχάτων
yang terakhir · last
Kata yang sama dipakai Yesus di ayat 16: 'yang terakhir akan menjadi yang pertama' — disengaja untuk menciptakan ironi
Kata 'terakhir' (eschaton) di sini bukan kebetulan — ini mempersiapkan punchline di ayat 16 tentang pembalikan urutan dalam Kerajaan Allah.
Tahukah kamu
Mandor dalam sistem pertanian kuno
Kebun anggur besar di Palestina biasanya punya 'epistates' (pengawas/mandor) yang bertanggung jawab atas operasional harian. Pemilik kebun kaya seringkali tidak hadir langsung — mereka punya wakil yang mengelola para pekerja. Detail ini menunjukkan pemilik dalam perumpamaan ini adalah orang kaya yang cukup besar usahanya.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Matius 20:8
Matius 19:30
Ayat tepat sebelum perumpamaan ini — bingkainya yang menerangkan maknanya
“Tetapi banyak orang yang pertama akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang pertama”
Matius 20:16
Ayat penutup yang mengapit perumpamaan ini dengan tema yang sama
“Jadi, yang terakhir akan menjadi yang pertama, dan yang pertama akan menjadi yang terakhir”
1 Korintus 4:9
Paulus mengalami secara nyata dinamika 'yang terakhir' dalam Kerajaan Allah
“Sebab, rasanya Allah telah menempatkan kami, para rasul, pada tempat yang paling rendah, seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Matius 20:8
✕ Sering dikira
Mandor membayar dari yang terakhir karena itu lebih praktis
✓ Yang sebenarnya
Urutan ini disengaja oleh pemilik kebun — agar pekerja pertama melihat sendiri berapa yang diterima pekerja terakhir, menciptakan kesempatan untuk reaksi yang mengungkap isi hati
✕ Sering dikira
Detail mandor tidak penting untuk memahami perumpamaan
✓ Yang sebenarnya
Kehadiran mandor menunjukkan skala usaha si pemilik dan jarak antara pemilik dengan pekerja — yang membuat tindakan langsung pemilik di akhir cerita lebih personal dan mengejutkan
Renungan
Renungan Singkat Matius 20:8
Jangan iri ketika seseorang yang baru percaya atau setia di akhir hidupnya menerima berkat yang sama besarnya dengan kita yang sudah lama melayani. Allah berhak memberi kasih karunia-Nya kepada siapa pun. Fokuslah pada kebaikan-Nya, bukan perbandingan dengan orang lain.
Bapa, ajar aku untuk bersukacita dalam kemurahan-Mu terhadap orang lain, dan tidak membandingkan berkat-Mu. Amin.