Satu Bapa, Satu Pencipta

Maleakhi 2:10-16

Teguran untuk Setia

10“Bukankah kita semua memiliki satu ayah? Bukankah hanya satu Allah yang menciptakan kita? Mengapa kita masing-masing berkhianat terhadap saudaranya dengan mencemari perjanjian nenek moyang kita? 11Yehuda telah berkhianat dan kekejian dilakukan di Israel dan di Yerusalem sebab Yehuda telah mencemarkan kekudusan TUHAN yang dikasihi-Nya dan telah mengawini anak perempuan ilah lain. 12TUHAN akan melenyapkan orang yang melakukannya, yang bangkit dan yang menjawab dari kemah-kemah Yakub, dan dia yang mempersembahkan persembahan kepada TUHAN semesta alam. 13Inilah hal-hal yang telah kamu lakukan lagi: kamu menudungi mazbah TUHAN dengan air mata, dengan tangisan, dan dengan keluhan karena Dia tidak lagi mengindahkan persembahanmu atau menerimanya dengan kesukaan dari tanganmu.” 14“Namun, kamu bertanya, “Mengapa?” Sebab, TUHAN telah menjadi saksi antara kamu dan istri masa mudamu, yang kepadanya kamu telah berkhianat kepadanya, padahal dialah pasanganmu dan istri perjanjianmu.” 15“Bukankah Dia yang telah menjadikan satu? Bahkan, kamu memiliki sisa roh. Mengapa satu? Supaya Dia dapat mencari keturunan ilahi. Sebab itu, peliharalah rohmu dan jangan berkhianat terhadap istri masa mudamu!” 16“‘Sebab Aku membenci perceraian,’ TUHAN, Allah Israel, berfirman. ‘Dan, orang yang menutupi kekerasan dengan pakaiannya,’ TUHAN semesta alam berfirman. Oleh sebab itu, peliharalah rohmu dan jangan berkhianat!”

Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya

Latar belakang

Pertanyaan Retoris tentang Kesetiaan

Maleakhi mengajukan pertanyaan retoris yang menyentak: jika semua orang memiliki satu Bapa dan satu Pencipta, mengapa mereka saling mengkhianati? Pertanyaan ini mengarah pada dosa pernikahan campur dengan penyembah berhala dan perceraian yang mencemari perjanjian nenek moyang.

Di mana

Yerusalem

Di pelataran Bait Suci, saat ibadah

Kapan

~450 SM

Pasca-pembuangan

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pembangunan Bait Suci
Masa Ezra dan Nehemia
Kamu di sini
M

Yang berbicara

Maleakhi

Nabi yang tidak banyak dikenal, mungkin sezaman Nehemia (~450 SM)

U

Kepada

Umat Yehuda

Orang-orang yang kembali dari pembuangan dan hidup di Yerusalem

Arti tiap ayat

Penjelasan Maleakhi 2:10-16 Ayat per Ayat

Maleakhi 2:10

Ayat ini mengajukan pertanyaan retoris: Bukankah kita semua punya satu Bapa (Allah) yang menciptakan kita? Namun, umat Israel telah saling mengkhianati dengan melanggar perjanjian Allah, misalnya dengan menikahi…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Maleakhi 2:11

Yehuda telah berkhianat kepada Allah dengan melakukan kekejian di Israel: mereka mencemarkan Bait Allah yang kudus dan mengawini perempuan penyembah ilah lain. Ini menyebabkan kemurtadan dan merusak hubungan umat…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Maleakhi 2:12

Allah akan menghukum dan melenyapkan orang yang melakukan perbuatan tersebut, baik yang terlibat langsung maupun yang mendukungnya. Ini menunjukkan betapa seriusnya dosa mencemarkan perjanjian Allah.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Maleakhi 2:13

Ayat ini menggambarkan umat yang menangis dan meratap di mezbah karena Tuhan tidak menerima persembahan mereka, padahal air mata itu bukan pertobatan sejati. Tuhan menolak persembahan yang dipersembahkan dengan hati…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Maleakhi 2:14

Tuhan menjadi saksi atas perjanjian pernikahan antara suami dan istri. Istri yang dinikahi di masa muda adalah pasangan yang sah di hadapan Allah, dan ketika suami berlaku tidak setia atau menceraikannya, ia berkhianat…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Maleakhi 2:15

Tuhan menciptakan satu pasangan untuk menjadi satu daging, dan Ia menginginkan keturunan yang saleh. Oleh karena itu, suami harus menjaga dirinya dan tidak berkhianat kepada istri masa mudanya, karena pernikahan adalah…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Maleakhi 2:16

Tuhan menyatakan bahwa Ia membenci perceraian dan juga membenci orang yang menutupi kekerasan dengan pakaian (atau kekejaman). Pernikahan adalah ikatan kudus yang tidak boleh diputuskan dengan sembarangan. Tuhan…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Maleakhi 2 selengkapnya