Satu tubuh, satu tujuan
Maleakhi 2:15
Teguran untuk imam dan umat
““Bukankah Dia yang telah menjadikan satu? Bahkan, kamu memiliki sisa roh. Mengapa satu? Supaya Dia dapat mencari keturunan ilahi. Sebab itu, peliharalah rohmu dan jangan berkhianat terhadap istri masa mudamu!””Maleakhi 2:15 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.”Maleakhi 2:15 · TB
Terjemahan Baru
“Bukankah Allah Yang Esa menjadikan kamu satu tubuh dan satu jiwa dengan wanita itu? Apakah maksud TUHAN dengan itu? Tak lain supaya kamu mendapat anak-anak yang menjadi umat Allah yang sejati. Jadi jagalah dirimu, jangan sampai ada di antara kamu yang tidak setia kepada istrinya.”Maleakhi 2:15 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“Allah sudah mempersatukan tubuh dan rohmu dengan istrimu, supaya dari kesatuan ini kalian menghasilkan keturunan yang sah di hadapan-Nya. Oleh sebab itu, hai suami-suami, jagalah hatimu dan jangan mengkhianati istrimu, yang kamu nikahi pada masa mudamu.”Maleakhi 2:15 · TSI
Terjemahan Sederhana Indonesia
“And did not he make one? Yet had he the residue of the spirit. And wherefore one? That he might seek a godly seed. Therefore take heed to your spirit, and let none deal treacherously against the wife of his youth.”Maleakhi 2:15 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Maleakhi 2:15?
Tuhan menciptakan satu pasangan untuk menjadi satu daging, dan Ia menginginkan keturunan yang saleh. Oleh karena itu, suami harus menjaga dirinya dan tidak berkhianat kepada istri masa mudanya, karena pernikahan adalah rancangan kudus Allah.
Latar belakang
Mengapa Allah menjadikan satu?
Maleakhi mengingatkan bahwa Allah menjadikan suami istri menjadi satu, dengan tujuan mencari keturunan yang ilahi. Karena itu, setiap suami harus menjaga diri dan tidak berkhianat terhadap istri masa mudanya.
Di mana
Yerusalem
Di pelataran bait suci, saat pengajaran
Kapan
~430 SM
Periode pasca-pembuangan
Yang berbicara
Maleakhi
Nabi terakhir Perjanjian Lama, ~500 SM
Kepada
Umat Yehuda
Orang Israel pasca-pembuangan, khususnya para suami
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֶחָד
echad · satu
satu, kesatuan
רוּחַ
ruach · roh
roh, napas, semangat
זֶרַע
zera · keturunan
benih, keturunan
Kata 'satu' dan 'roh' menekankan kesatuan yang diciptakan Allah, sementara 'keturunan' mengarah pada tujuan ilahi. Pernikahan bukan hanya untuk kebahagiaan pribadi, tetapi untuk membentuk generasi yang takut akan Allah.
Tahukah kamu
Frasa 'sisa roh' diperdebatkan
Frasa ini sulit dipahami; banyak penafsir melihatnya sebagai kelebihan roh atau kuasa Allah yang memungkinkan kesatuan. Ini juga bisa merujuk pada kesetiaan Allah kepada perjanjian.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Maleakhi 2:15
Kejadian 2:24
Menjadi satu
“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”
Matius 19:6
Persatuan ilahi
“Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”
Efesus 5:31
Misteri pernikahan
“Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.”
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Maleakhi 2:15
✕ Sering dikira
Ayat ini berarti pernikahan hanya untuk punya anak.
✓ Yang sebenarnya
Keturunan ilahi adalah tujuan, tetapi bukan satu-satunya.
✕ Sering dikira
'Satu' berarti suami istri harus selalu setuju dalam segala hal.
✓ Yang sebenarnya
Ini berbicara tentang kesatuan dalam ikatan perjanjian, bukan kehilangan kepribadian.
Renungan
Renungan Singkat Maleakhi 2:15
Allah mendesain pernikahan sebagai sarana untuk melahirkan generasi yang takut akan Tuhan. Kesetiaan dalam pernikahan bukan hanya untuk kebahagiaan pribadi, tetapi juga untuk dampak rohani bagi anak-anak dan keluarga.
Bapa, jadikan pernikahanku berkat bagi generasi berikutnya, dan beri aku kekuatan untuk setia kepada pasanganku, Amin.