Kaki yang Indah, Lekuk yang Karya Seni

Kidung Agung 7:1-9

Pengantin Laki-laki Memuji Kecantikan Kekasihnya

Latar belakang

Pujian Kekasih untuk Sang Kekasih

Dalam syair ini, sang pria mengagumi tubuh sang wanita dari kaki sampai kepala, dimulai dari kakinya. Dia menyebutnya 'putri bangsawan' dan memuji keindahan kakinya dengan sandal, serta lekuk pinggulnya sebagai karya seni.

Di mana

Istana Raja di Yerusalem

Di kamar tidur atau taman, saat malam

Kapan

~950 SM

Pentateukh & Sejarah Awal

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pernikahan Sulam
Pujian pernikahan
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pria (Solomon)

gembala muda atau raja, ~30 tahun

S

Kepada

Sang Kekasih (Putri Sulam)

wanita muda, ~20 tahun, mempelai

Arti tiap ayat

Penjelasan Kidung Agung 7:1-9 Ayat per Ayat

Kidung Agung 7:1

Ayat ini memuji kecantikan mempelai wanita, khususnya kakinya yang indah dengan sandal. Ini adalah bagian dari pujian yang lebih luas dari mempelai pria terhadap kekasihnya, menggambarkan daya tarik fisiknya secara…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kidung Agung 7:2

Ayat ini melanjutkan deskripsi fisik mempelai wanita dengan metafora yang menggambarkan perutnya yang indah dan pusarnya yang seperti cawan berisi anggur. Ini adalah bahasa puitis yang merayakan tubuh dan keintiman…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kidung Agung 7:3

Metafora buah dada yang seperti anak rusa kembar ini melambangkan keindahan, keanggunan, dan kesegaran. Ini adalah bagian dari puisi cinta yang menggunakan gambaran alam untuk mengekspresikan daya tarik dan kasih sayang.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kidung Agung 7:4

Ayat ini menggunakan metafora arsitektur dan alam (leher seperti menara, mata seperti telaga) untuk menggambarkan kecantikan mempelai wanita, menunjukkan kekaguman yang mendalam dari mempelai pria terhadapnya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kidung Agung 7:5

Pujian berlanjut dengan rambut yang indah seperti bukit Karmel, dan kepalanya yang mempesona. Bahkan raja pun 'tertawan' oleh rambutnya, menunjukkan daya tarik yang kuat dan kuasa cinta.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kidung Agung 7:6

Mempelai pria menyatakan betapa cantik dan manisnya kekasihnya, dan bahwa ia sangat menyenangkan. Ini adalah puncak dari pujian yang memuji keindahan dan kenikmatan yang dibawa sang kekasih ke dalam hidupnya.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kidung Agung 7:7

Ayat ini memuji kekasih dengan metafora pohon kurma, melambangkan keindahan dan keanggunan tubuhnya. Ini menunjukkan bahwa cinta yang sehat mengagumi dan mengapresiasi keindahan fisik pasangan sebagai bagian dari kasih…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kidung Agung 7:8

Ayat ini melanjutkan metafora pohon kurma: sang pria menyatakan niatnya untuk 'memanjat' pohon itu dan menikmati buahnya, yang melambangkan keintiman dan kepuasan dalam hubungan cinta. Ini menunjukkan hasrat yang sehat…

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Kidung Agung 7:9

Ayat ini membandingkan ciuman dan kasih dengan anggur terbaik yang mengalir lancar. Ini menggambarkan keintiman yang memabukkan dan memuaskan, dan bahwa kasih yang baik membawa sukacita yang melimpah.

Arti lengkap, studi kata & renungan →

Baca Kidung Agung 7 selengkapnya