Memetik Buah Kasih dari Pohon
Kidung Agung 7:8
Kerinduan untuk Bersatu dengan Kekasih
“Aku berkata, “Aku akan memanjat pohon kurma itu, dan memegang tangkai-tangkai buahnya.” Kiranya buah dadamu menjadi seperti tandan-tandan buah anggur, dan keharuman hidungmu seperti buah apel.”Kidung Agung 7:8 · AYT
Alkitab Yang Terbuka
“Kataku: "Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan- gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.”Kidung Agung 7:8 · TB
Terjemahan Baru
“Ingin aku memanjat pohon kurma itu, dan memperoleh buah-buahnya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan buah anggur, napasmu seharum buah apel,”Kidung Agung 7:8 · BIS
Bahasa Indonesia Sehari-hari
“I said, I will go up to the palm tree, I will take hold of the boughs thereof: now also thy breasts shall be as clusters of the vine, and the smell of thy nose like apples;”Kidung Agung 7:8 · KJV
King James Version
Arti ayat
Apa Arti Kidung Agung 7:8?
Ayat ini melanjutkan metafora pohon kurma: sang pria menyatakan niatnya untuk 'memanjat' pohon itu dan menikmati buahnya, yang melambangkan keintiman dan kepuasan dalam hubungan cinta. Ini menunjukkan hasrat yang sehat dalam pernikahan.
Latar belakang
Hasrat untuk menikmati kasih
Pria menyatakan keinginannya untuk 'memanjat pohon kurma'—metafora keintiman—dan memegang buahnya. Ia berharap kekasihnya menjadi anggun dan harum seperti buah apel, menguatkan hasrat yang saling mengarah.
Di mana
Tanpa lokasi spesifik
Dalam puisi, ungkapan hasrat yang intim
Kapan
~950 SM
Masa Kerajaan Bersatu
Yang berbicara
Pria (Salomo)
Seorang raja yang sedang jatuh cinta, ~30 tahun
Kepada
Wanita Sulamit
Kekasih yang dipuji, perempuan muda desa
Studi kata
Kata Kunci dalam Bahasa Asli
אֶעֱלֶה
e'eleh · memanjat
naik atau mendaki
אֹחֲזָה
ochazah · memegang
menggenggam atau memegang erat
אַשְׁכֹּלוֹת
ashkolot · tandan
gugusan buah anggur
Aksi 'memanjat' dan 'memegang' menunjukkan inisiatif aktif untuk meraih kasih, yang dalam konteks pernikahan adalah hal yang baik dan dikehendaki, bukan sesuatu yang memalukan.
Tahukah kamu
Anggur dan apel sebagai simbol
Anggur sering melambangkan kegembiraan dan perayaan, sementara apel mungkin merujuk pada buah yang harum dan manis di Timur Tengah, menunjukkan kenikmatan dan daya tarik.
Ayat terkait
Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 7:8
Sering disalahpahami
Salah Kaprah tentang Kidung Agung 7:8
✕ Sering dikira
Ini hanya tentang nafsu duniawi
✓ Yang sebenarnya
Dalam konteks pernikahan, hasrat seksual adalah berkat Tuhan, dan puisi ini merayakan keintiman yang suci.
✕ Sering dikira
Ayat ini mengabaikan nilai perempuan
✓ Yang sebenarnya
Wanita digambarkan aktif dalam kasih (ayat 10), dan pujian ini menghargai kecantikan dan keunikannya.
Renungan
Renungan Singkat Kidung Agung 7:8
Keintiman dalam pernikahan adalah karunia Tuhan yang boleh dinikmati dengan sukacita. Kita perlu menjaga api cinta tetap menyala dengan berani mengambil inisiatif untuk mendekatkan diri kepada pasangan, baik secara emosional maupun fisik.
Ya Tuhan, berikanlah aku keberanian dan kebijaksanaan untuk mendekati pasanganku dengan cinta yang aktif dan penuh gairah, sebagaimana Kau ciptakan hasrat dalam diri kami untuk saling melengkapi. Amin.