Pusar seperti Cawan dan Gandum Berpagarkan Bakung

Kidung Agung 7:2

Pujian Kekasih untuk Sang Putri

Pusarmu bagaikan cawan bulat, yang tidak pernah kekurangan anggur campuran. Perutmu bagaikan timbunan gandum, yang berpagarkan bunga-bunga bakung.

Kidung Agung 7:2 · AYT

Alkitab Yang Terbuka

Arti ayat

Apa Arti Kidung Agung 7:2?

Ayat ini melanjutkan deskripsi fisik mempelai wanita dengan metafora yang menggambarkan perutnya yang indah dan pusarnya yang seperti cawan berisi anggur. Ini adalah bahasa puitis yang merayakan tubuh dan keintiman dalam ikatan pernikahan.

Latar belakang

Metafora Tubuh yang Puitis

Lanjutan pujian, kali ini ke pusar dan perut. Pusar dibandingkan dengan cawan yang berisi anggur, perut dengan tumpukan gandum yang dikelilingi bunga bakung. Ini gambaran tentang keindahan dan kelimpahan.

Di mana

Istana Raja di Yerusalem

Di kamar tidur atau taman, saat malam

Kapan

~950 SM

Pentateukh & Sejarah Awal

Abraham
Keluaran
Kerajaan
Pembuangan
Yesus
Pujian kencan
Pujian payudara
Kamu di sini
P

Yang berbicara

Pria (Solomon)

gembala muda atau raja, ~30 tahun

S

Kepada

Sang Kekasih (Putri Sulam)

wanita muda, ~20 tahun, mempelai

Studi kata

Kata Kunci dalam Bahasa Asli

שָׁרֵר

shorer · pusarmu

pusar (bagian tubuh)

אַגָּן

aggan · cawan

mangkuk atau cawan

עָרֵם

arem · timbunan

tumpukan, gundukan

Pusar dan perut digambarkan bukan sebagai bagian bawah yang kotor, tetapi sumber kehidupan dan kesuburan, seperti cawan berisi anggur dan ladang gandum.

Tahukah kamu

Cawan Bulat

Anggur campur adalah minuman yang harum, sering digunakan dalam perayaan, melambangkan kenikmatan.

Ayat terkait

Ayat Lain yang Menggemakan Kidung Agung 7:2

Sering disalahpahami

Salah Kaprah tentang Kidung Agung 7:2

✕  Sering dikira

Menganggap metafora ini aneh atau tidak senonoh.

✓  Yang sebenarnya

Dalam budaya Timur Dekat, ini adalah puisi cinta yang membumi.

✕  Sering dikira

Mengira 'cawan bulat' berarti pusar harus berbentuk seperti cawan.

✓  Yang sebenarnya

Ini perumpamaan, bukan deskripsi realistis.

Renungan

Renungan Singkat Kidung Agung 7:2

Dalam budaya yang sering merendahkan tubuh, kita bisa belajar untuk melihat tubuh sebagai hadiah dari Tuhan. Menghargai pasangan secara utuh, termasuk fisik, adalah bagian dari kasih yang sehat dan penuh syukur.

Tuhan, mampukan aku untuk menghargai tubuhku dan tubuh pasanganku sebagai karunia dari-Mu, dan untuk menggunakan kata-kata yang membangun dalam hubungan kami. Amin.