Para tamu berdiri dan memandang ke arah Sodom — misi keramahtamahan berakhir, misi kehakiman dimulai
Kejadian 18:16-33
Permohonan Abraham untuk Sodom
Alkitab Yang Terbuka (AYT) · ketuk nomor ayat untuk arti & konteksnya
Latar belakang
Vayyaqumu misham ha'anashim vayyashqufu 'al peney Sedom — Dan orang-orang itu berdiri dari sana dan menatap ke arah wajah Sodom
Kemudian, orang-orang itu bangun dari situ dan mereka memandang ke arah Sodom, dan Abraham berjalan bersama mereka untuk mengantar mereka. Tiga gerakan dalam satu ayat: berdiri dari tempat duduk (berakhirnya perjamuan), memandang ke arah Sodom (awal dari misi berikutnya), dan Abraham berjalan mengantar. 'Memandang ke arah Sodom' (vayyashqufu 'al peney Sedom) adalah gerakan yang penuh makna — Sodom ada di bawah, di lembah. Mamre berada di ketinggian Hebron. Para tamu memandang ke arah yang harus mereka tuju. Dan Abraham ikut mengantar — tanda bahwa kunjungan ini sudah membangun kedekatan yang melewati batas tamu-tuan rumah biasa.
Di mana
Mamre — menuju Sodom yang terlihat di kejauhan dari ketinggian Hebron
Para tamu berdiri dari meja, memandang ke arah Sodom dari ketinggian dataran Mamre · Abraham berjalan mengantar
Kapan
Sekitar 1860 SM — sore hari setelah perjamuan
Transisi dari tamu-tamu Abraham ke misi ilahi ke Sodom — Lot ada di Sodom
Yang berbicara
Musa (penulis)
Narator yang mencatat peralihan adegan yang dramatis: dari meja makan Abraham ke pemandangan Sodom di kejauhan; Abraham yang ikut mengantar menunjukkan keakraban yang tumbuh
Kepada
Abraham dan para tamu
Tuan rumah yang mengantar tamu dan mulai merasakan bahwa misi tamu-tamu ini lebih besar dari kunjungan sosial
Arti tiap ayat
Penjelasan Kejadian 18:16-33 Ayat per Ayat
Kejadian 18:16
Setelah makan, ketiga tamu itu berangkat menuju Sodom, dan Abraham mengantar mereka. Ini menggambarkan hubungan yang akrab antara Abraham dan Tuhan, dan menunjukkan bahwa Abraham menyadari pentingnya kehadiran Tuhan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:17
Tuhan mempertimbangkan untuk memberitahukan rencana-Nya kepada Abraham. Ini menunjukkan hubungan yang istimewa: Abraham tidak hanya hamba, tetapi sahabat Tuhan. Tuhan tidak ingin menyembunyikan keadilan-Nya dari orang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:18
Ayat ini menjelaskan alasan Tuhan memilih Abraham: dia akan menjadi bangsa yang besar dan menjadi berkat bagi semua bangsa. Ini menegaskan rencana Tuhan yang universal—bukan hanya untuk Abraham, tetapi bagi seluruh…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:19
Tuhan memilih Abraham karena ia akan mengajar anak-anak dan keluarganya untuk hidup di jalan Tuhan, melakukan kebenaran dan keadilan, sehingga janji Tuhan kepadanya akan digenapi.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:20
Tuhan mengetahui bahwa dosa Sodom dan Gomora sudah sangat berat, sampai-sampai keluhan tentang mereka naik kepada-Nya, dan Ia harus turun untuk melihat keadaan yang sebenarnya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:21
Tuhan berfirman bahwa Ia akan turun untuk memeriksa apakah keluhan tentang Sodom dan Gomora benar-benar terjadi, supaya Ia tahu pasti sebelum menghakimi.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:22
Dua orang utusan itu pergi menuju Sodom, tetapi Abraham tetap tinggal di hadapan Tuhan, dan tampaknya ia diberi kesempatan untuk berbicara dengan-Nya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:23
Abraham berani bertanya kepada Tuhan: apakah Ia akan membinasakan orang benar bersama-sama dengan orang jahat, menunjukkan kepeduliannya pada keadilan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:24
Abraham menanyakan apakah Tuhan akan menyelamatkan seluruh kota demi lima puluh orang benar di dalamnya, menguji belas kasihan Tuhan.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:25
Ayat ini adalah inti dari keberanian Abraham untuk menawar Tuhan. Abraham menegaskan bahwa mustahil bagi Tuhan, sebagai Hakim seluruh bumi, untuk bertindak tidak adil dengan menyamakan orang benar dan orang jahat. Ini…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:26
Tuhan menjawab doa syafaat Abraham: jika ada lima puluh orang benar di Sodom, Dia akan mengampuni seluruh kota demi mereka. Ini menunjukkan bahwa kehadiran orang benar sangat berharga di mata Tuhan, dan doa syafaat…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:27
Abraham dengan rendah hati menyebut dirinya 'debu dan abu', menunjukkan kesadaran akan keterbatasannya di hadapan Tuhan yang Mahabesar. Namun, dia memberanikan diri untuk terus berbicara dengan Tuhan, menunjukkan bahwa…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:28
Abraham melanjutkan tawar-menawarnya: jika hanya ada empat puluh lima orang benar, apakah Tuhan akan membinasakan kota itu? Tuhan menjawab bahwa Dia tidak akan membinasakan jika ada empat puluh lima. Ini menunjukkan…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:29
Abraham terus menawar, dari lima puluh menjadi empat puluh lima, lalu empat puluh. Tuhan tetap setuju. Ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak cepat marah dan sangat sabar terhadap umat-Nya, serta menghargai setiap usaha…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:30
Abraham mengajukan permohonan lagi: bagaimana jika hanya ada tiga puluh orang? Tuhan menjawab bahwa Dia akan menyayangkan kota itu jika ada tiga puluh orang. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memiliki standar keadilan yang…
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:31
Abraham terus menawar dengan Tuhan, kali ini menanyakan apakah Tuhan akan menyelamatkan Sodom jika ada dua puluh orang benar. Tuhan kembali menyetujui dan tidak akan membinasakan kota itu demi dua puluh orang benar.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:32
Abraham memohon sekali lagi, mengurangi jumlah orang benar menjadi sepuluh, dan Tuhan setuju untuk tidak membinasakan Sodom jika ada sepuluh orang benar di sana. Setelah itu, Abraham berhenti meminta.
Arti lengkap, studi kata & renungan →
Kejadian 18:33
Setelah selesai berbicara dengan Abraham, TUHAN pergi, dan Abraham kembali ke tempatnya. Ini menandakan akhir dari percakapan doa syafaat Abraham untuk Sodom, dan Tuhan pergi untuk melaksanakan rencana-Nya.
Arti lengkap, studi kata & renungan →